MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Jumat, 26 Juli 2019 13:39
Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

PROKAL.CO, v class="content">  Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar. Mereka memiliki banyak ide kreatif yang dibutuhkan perusahaan. Di sisi lain, karena semangat yang masih membara, membuat milenial juga sulit mengendalikan emosinya. Dilema yang dihadapi perusahaan adalah ketika para milenial menuntut gaji besar hingga ancaman mundur dari pekerjaan (resign) hanya dalam hitungan bulan.

Dilansir dari Bussiness Mirror, Jumat (26/7), sejumlah perusahaan mengungkapkan pengalamannya memiliki karyawan usia milenial dan Gen-Z. Para perusahaan mengeluhkan betapa sulitnya mencari atau mempertahankan karyawan dari kalangan milenial. Para milenial sering izin untuk berlibur atau alasan urusan keluarga. Atau masalah lainnya, milenial juga datang terlambat ke kantor namun itu hanya beberapa kasus.

Karena sebagian besar generasi milenial tumbuh di zaman di mana perangkat memberikan banyak informasi yang mereka butuhkan dengan mengklik tombol dengan jempol. Mereka dapat mengambil foto, mempostingnya di media sosial untuk dilihat oleh siapa pun di seluruh dunia secara instan. Kebiasaan itu membuat mereka juga perlu mendapatkan jumlah kepuasan instan yang sama dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Milenial menyukai umpan balik instan, tetapi ketika tugas yang diberikan kepada mereka tidak berjalan sesuai keinginan mereka, mereka tampaknya mudah berkecil hati. Milenial yang tidak bahagia selalu mengundurkan diri, mencari pekerjaan yang sempurna yang akan membuat mereka bahagia sesuai versi mereka.

Sebenarnya, di satu sisi, perusahaan mengagumi betapa banyak gairah yang dimiliki para milenial dalam pekerjaan, namun perusahaan juga harus mengevaluasi seberapa besar kebahagiaan dan kepuasan yang dibutuhkan milenial.

Ilustrasi karyawan bekerja di kantor. (Istimewa)

Beda dengan Generasi 1980an

Beda dengan generasi 1980an, mereka lulus dari universitas lalu segera mencari pekerjaan. Tidak ada liburan keluarga atau liburan bersama teman-teman. Patuh terhadap segala peraturan perusahaan. Mereka mengejar pengalaman, bukan gaji.

Ingin Gaji Tinggi

Baru-baru ini media sosial Twitter viral seorang netizen milenial yang menolak tawaran gaji sebesar Rp 8 juta di sebuah perusahaan. Postingan tersebut diunggah oleh akun @WidasSatyo yang mengaku berasal dari lulusan kampus ternama. Dia menolak gaji itu karena merasa tak sebanding dengan nama dan gengsi kampus terbaik tempat dia mengenyam bangku kuliah.

“Jadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal. Dan nawarin kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI pak. Univesitas Indonesia. Jangan disamain ama fresh graduate kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahaan LN(luar negeri), kalau lokal mah oke aja asal harga cucok,” katanya dalam cuitannya.

Media Relation Universitas Indonesia Egia Tarigan menjelaskan lulusan UI berdasarkan Tracer Study 2018 memiliki rata-rata masa tunggu mendapatkan pekerjaan 3 bulan. Menanggapi cuitan itu, Egia menegaskan identitas netizentersebut juga belum dapat dipastikan apakah benar alumni UI atau bukan.

“Namanya juga anak-anak di dalam berekspresi melalui sosial media. Kalau ditanya tanggapannya ya saya juga enggak bisa banyak berpendapat. Pertama identitasnya enggak ketahuan, bisa jadi bukan alumni kami? Kedua, ya kalaupun benar itu alumni kami, sangat tidak bijak kalau kami langsung menggeneralisir pendapat dia tersebut sebagai pendapat seluruh lulusan UI. Mahasiswa UI di manapun kelak kalian berkarya, jangan lupa tetap perkaya diri dengan ilmu dan selalu rendah hati,” tegas Egia kepada JawaPos.com.

Perusahaan Harus Jadi Zona Nyaman

Ilustrasi milenial mengundurkan diri dari perusahaan. (Istimewa) Tidak setiap peran pekerjaan atau perusahaan cenderung menawarkan pekerjaan yang disukai atau diinginkan oleh Generasi Z dan milenial. Semua pengusaha atau perusahaan dapat menerapkan praktik terbaik untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang lebih positif untuk meningkatkan strategi agar milenial betah di sebuah perusahaan dan menjadi zona nyaman bagi mereka

1. Kenyamanan Setara Gaji

Generasi Z sudah memiliki tingkat kesadaran sosial dasar berkat pengenalan awal pembelajaran sosial-emosional di sekolah. Perusahaan dapat menginvestasikan pembelajaran sosial-emosional agar dapat menarik calon Generasi Z yang ingin pengalaman kerja mereka menawarkan lingkungan yang sehat secara emosional serta gaji yang sesuai.

2. Tawaran Pendidikan

Secara umum, kelompok generasi baru ini telah datang ke tempat kerja dengan modal pendidikan yang baik. Generasi Z menghargai pembelajaran. Untuk menjaga kualitas, tawarkan mereka pendidikan formal dan informal untuk meningkatkan kemampuan mereka.

3. Jangan Terlalu Stres

Masalah kesehatan mental, termasuk kelelahan, mewabahi Generasi Z, menurut hasil survei Asosiasi Psikologis Amerika. Tidak heran, jika mereka sudah tak nyaman biasanya dengan mudah mengundurkan diri. Manajer mungkin bisa menawarkan fleksibilitas kepada Generasi Z kapan dan bagaimana mereka menyelesaikan tugas. Menyajikan kebebasan bisa memberi karyawan kesempatan untuk mengendalikan jadwal mereka dan mengukir prioritas mereka sendiri, yang membantu meredam potensi perasaan frustrasi. (Marieska Harya Virdhani/jpc)

loading...

BACA JUGA

Senin, 05 Agustus 2019 09:55

Tidak Asal Mendaki Gunung, Ini Persiapan Matang Meraih Puncak

Mendaki gunung menjadi kegiatan paling diminati oleh kalangan muda. Hal…

Senin, 05 Agustus 2019 09:54

Mendaki, Bikin Bugar Badan dan Sehat Mental

TIDAK hanya kaya akan budaya, Indonesia merupakan negara yang dianugerahi…

Senin, 29 Juli 2019 09:41

Sadar Berasuransi, Ketahui Kebutuhan, Kenali Perusahaan yang Menawarkan

Agar kelak kehidupan pada masa mendatang terjamin, salah satunya menggunakan…

Senin, 29 Juli 2019 09:40

Asuransi, Mempersiapkan demi Kebaikan Masa Depan

DIANGGAP belum menjadi kebutuhan utama dan tidak terdesak, banyak orang…

Jumat, 26 Juli 2019 13:39

Ini Alasan Gaya Kerja Kaum Millenial Gampang Resign dan Minta Gaji Tinggi

 Kaum milenial dan Gen-Z memiliki gairah bekerja yang masih segar.…

Kamis, 25 Juli 2019 23:57

Waspada Jika Pasangan Mendadak Suka Olahraga, Jangan-Jangan Selingkuh

Berhati-hatilah ketika pasangan Anda secara tiba-tiba mulai berolahraga. Karena pasangan…

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Richard Peter Ririhena, Asyik di Dunia Perhotelan

Mulanya dia bekerja sebagai waiter, lalu cook helper. Pernah menjadi…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Utamakan Disiplin dan Tanggung Jawab

MENURUT Richard Peter Ririhena kerja sama dan kekompakan tim wajib…

Senin, 22 Juli 2019 10:28

Ternyata Pria Juga Bisa Alami Keputihan

SIBUK dengan kesehatan bagian tubuh yang terlihat, rupanya membuat sebagian…

Senin, 22 Juli 2019 10:24

Kenali Kepribadian, Kontrol Kekurangan

Ketika bertemu dengan orang baru. Umumnya ada dua hal yang…

Mitra Takkan Tambah Pemain

Bogasari Siap Kembangkan Pasar UKM di Kalimantan

Ini Alasan Parawansa Maju Pilwali Samarinda

Barca Tumbang di Laga Perdana

Bebas Bertanggung Jawab

Kadernya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar, Bos GMNI Minta Maaf

Markas GMNI Dibakar

Warga Diteror Pelemparan Tahi Sapi, Polisi Turun Tangan

Mourinho Sebut Manchester City B Mampu Bersaing dan Jadi Juara

Meski Dua Musim Dipinjamkan, James Masih Diinginkan Fans Real Madrid
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*