MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 25 Juli 2019 13:02
Melihat Kemajuan Ekonomi Vietnam, Kaltim Bisa Meniru asal Ramah Terhadap Investor
Yaser Arafat di Vietnam

PROKAL.CO, Perkembangan ekonomi Vietnam dalam 10 tahun terakhir cukup pesat. Bahkan, bisa dibilang sudah mengungguli Indonesia. Kaltim diharapkan bisa meniru apa yang dilakukan Vietnam, khususnya terbuka dan responsif terhadap investor.

 

PEKAN lalu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat berkesempatan mengunjungi Vietnam. Tepatnya ke kota Ho Chi Minh yang disebut-sebut sebagai pusat industri di negeri berlambang satu bintang tersebut.

Dia mengungkapkan, Vietnam bukan negara lama yang sudah maju. Dulu, kondisinya sama saja dengan Indonesia. Tetapi, belakangan ini kemajuan ekonomi di sana cukup pesat. Bahkan industri manufaktur yang ada di Indonesia banyak yang pindah ke Vietnam. “Bahkan dalam waktu dekat ini pariwisata Indonesia bakal diungguli oleh Vietnam,” ungkapnya.

Yaser menjelaskan, saat ini Vietnam sudah meninggalkan pendapatan dari sumber daya alam. Mereka mengembangkan sektor industri fashion, manufaktur, pariwisata, dan lainnya. Untuk menggerakkan sektor itu, Vietnam menerapkan kebijakan yang ramah kepada investor. “Meski masuk negara komunis, tetapi untuk investor mereka sangat terbuka, ramah, dan memberi kepastian yang jelas,” terangnya.

Bak gayung bersambut, yang diinginkan pengusaha ini memang berupa kepastian. Vietnam bisa menciptakan itu. Dari sisi perizinan sangat pro investor. Tidak seperti di Kaltim atau di Indonesia, yang katanya satu pintu nyatanya banyak pintu yang jebol. Kemudian, kepastian atau kejelasan bagi investor tidak ada.

“Seolah-olah tidak niat. Dari situ investor enggan melirik. Dari sisi pembangunan juga tidak jelas. Wajar investor kurang melirik daerah kita. Padahal, kalau ditanya masalah lahan di Kaltim masih terbuka lebar. Banyak lahan kosong,” kata Yaser.

Ia menilai Indonesia atau mengerucut di Kaltim sudah tertinggal dari Vietnam dalam hal rantai industri global. Padahal seharusnya, jumlah sumber daya manusia yang kita miliki bisa menarik investor asing untuk datang ke Indonesia. Karena itu, Yaser menyarankan Kaltim untuk tidak menghalangi investor asing datang. Sebaliknya, pemerintah harus fleksibel agar investor tertarik untuk datang.

“Secara sederhana perizinan di tempat kita dikenal oleh para investor baik dalam negeri maupun asing, perizinan itu tidak ada pengawalan sama sekali. Investor datang, dia pergi ke BKPM atau PTSP daerah, ya sudah. Dia urus satu per satu. Urus satu, baru yang lain," katanya.

Indonesia juga tergolong terlambat dalam industri global, karena Vietnam berhasil bekerja sama dengan Samsung untuk membangun pabrik di sana. “Mereka berhasil menarik Samsung masuk ke negaranya. Itu capaian yang luar biasa," katanya.

Ia menjelaskan, Vietnam berhasil melakukan loncatan berarti dengan bekerja sama Samsung yang sudah berjalan tiga tahun belakangan ini. "Trade mereka terus terang dikenal dengan Samsung effect," ujarnya. Vietnam juga sudah lebih terbuka terhadap investor asing. Mereka membangun pabrik, produksi lebih banyak dan mereka menjadi bagian dari global value change.

Yaser mengungkapkan investor domestik juga banyak yang pindah ke Vietnam karena iklim bisnis di sana lebih menarik. Ia mencontohkan infrastruktur adalah daya tarik yang besar untuk investor. "Apabila infrastruktur sudah bagus, investor mau datang. Tetapi jika (infrastruktur) belum bagus, orang juga malas," kata dia.

Catatan Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju diperkirakan melambat menjadi 2 persen pada 2019 dari 2,2 persen pada 2018. Perlambatan tersebut di antaranya karena bank-bank sentral utama terus menarik kebijakan moneter akomodatif mereka. Vietnam, nyatanya tahun lalu bisa tumbuh hingga 6,5-7 persen.

Selain itu, sumber daya manusia di Vietnam juga terampil. Biaya hidup di sana juga lebih rendah dibanding Indonesia. Padahal secara mata uang Indonesia lebih mahal ketimbang Vietnam.

“Dari sisi pariwisata, di Vietnam sudah lebih maju juga. Tempat kita, hanya angan-angan. Di sana pariwisata dijaga sangat bersih bahkan tempat sejarah mereka disulap menjadi area pariwisata yang bagus,” terannya.

Vietnam memiliki banyak destinasi wisata yang eksotis seperti Teluk Ha Long (Quang Ninh), Phong Nha Ke Bang, Son Doong (Quang Binh), Trang An (Ninh Binh), Sapa (Lao Cai), Mu Cang Chai (Yen Bai), Ban Gioc (Cao Bang), hingga pantai-pantai indah yang membentang dari utara ke selatan dengan hidangan laut segar yang lezat.

Selain itu Vietnam menawarkan beragam hidangan unik seperti nem dan pho, serta warisan budaya dunia yang diakui UNESCO. Potensi yang beragam membantu Vietnam mengembangkan lebih banyak jenis pariwisata, termasuk wisata budaya, masakan, hiburan, eksplorasi, dan petualangan untuk memenuhi permintaan wisatawan yang semakin meningkat.

Bermodal beragam produk wisata, keramahan warga, kebijakan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengunjung, pembebasan visa bagi warga negara ASEAN dan pasar utama lainnya, dukungan agen perjalanan dan media, Vietnam ingin menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pertumbuhan industri pariwisatanya.

Vietnam tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir. Ini dibuktikan dari peringkat Vietnam di posisi keenam dunia, dalam pertumbuhan pariwisata berdasarkan kriteria yang dibuat Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) tahun 2017. (aji/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.