MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 25 Juli 2019 10:43
Edukasi Generasi Baru pada Film Dua Garis Biru

PROKAL.CO, Oleh: Lili Agustiani, SPd (Pemerhati Masalah Generasi)

 

Media edukasi pembelajaran yang paling menarik perhatian dan mudah dipahami adalah media audio-visual atau sering kita sebut dengan film. Saat ini menonton film merupakan aktivitas yang dapat dilakukan seluruh kalangan. Sebab film memiliki berbagai peran. Selain sebagai sarana hiburan, film juga dapat berfungsi sebagai media pembelajaran.

Berbicara soal film yang mengandung unsur pendidikan, akan terlintas suatu film yang trending topic atau diminati kalangan remaja saat ini. Terbukti film Dua Garis Biru telah mendapat lebih dari satu juta penonton dalam enam hari penayangan, atau sejak rilis pada Kamis (11/7), demikian seperti dikutip dari Instagram Starvision Plus.

Gina selaku penggarap film ini mengatakan ada pesan penting edukasi seks sedini mungkin kepada anak-anak. Film tersebut juga menjadi wadah berdiskusi tentang pernikahan dini yang masih dianggap tabu di Indonesia.

Sebelum tayang di bioskop, muncul petisi untuk film yang digagas oleh Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (Garagaraguru) di Change.org. Mereka menilai ada beberapa scene di trailer yang menunjukkan situasi pacaran remaja yang melampaui batas. Sejumlah pihak pun menilai film ini “melegalkan kebebasan” dalam berpacaran.

Walau sempat diboikot, film ini tetap tayang di bioskop. Dengan dalih untuk kesehatan reproduksi dimulai sejak dini. Hal yang wajar karena sejatinya asas sistem kapitalisme adalah asas manfaat, meraup keuntungan sebesar-besarnya sekalipun melanggar hukum Allah SWT.

Zaman terus berkembang, tingkat kenakalan remaja pun kian memperihatinkan. Film Dua Garis Biru adalah bukti nyata dari kehidupan sehari-hari generasi baru saat ini. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (Deputi KSPK) BKKBN M Yani mengatakan, film ini memang menggambarkan fenomena yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat, terutama pernikahan dini. Dalam salah satu scene bahkan diceritakan akhir dari risiko kehamilan dini yaitu harus operasi pengangkatan rahim.

Berbagai solusi pun sudah ditawarkan namun tak kunjung berbuah keberhasilan. Mulai kampanye Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja sampai edukasi seks lewat film, namun ternyata dari hari ke hari, tahun ke tahun justru semakin menampakkan rusaknya remaja. Padahal solusi yang ada untuk mengurangi masalah di kalangan remaja.

Seharusnya peraturan dibuat untuk mengurangi tingkat permasalahan, namun mengapa sampai saat ini justru masalah itu semakin bertambah dan meluas seperti sulit untuk dibendung. Siapa yang salah?

Penulis menilai, semua permasalahan yang muncul adalah akibat dari diterapkannya sistem kapitalisme. Cara pandang terhadap masalah remaja yang keliru. Mereka menilai, hancurnya masa depan remaja karena ketidakpahaman terhadap kesehatan reproduksi. Edukasi tentang ini pun dibuat sedemikian rupa.

Padahal akar masalah kerusakan moral remaja bukan karena tidak paham. Tetapi penerapan sistem liberalisme yang mengagungkan kebebasan berperilaku dan hanya mementingkan keuntungan semata. Akibatnya remaja gaul bebas tanpa memedulikan halal dan haram.

Permasalahan ini pun semakin buruk, mayoritas kaum muslimin meninggalkan peraturan yang bersumber dari Sang Pencipta. Dikutip dari Wikipedia.orgkesehatan produksi yang selama ini dielu-elukan justru berasal dari dunia barat. Dalam kerangka definisi kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang lengkap, bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, kesehatan reproduksi, atau kesehatan/kebersihan seksual, alamat proses reproduksi, fungsi dan sistem di semua tahap kehidupan.

 

Badan-badan PBB mengklaim kesehatan seksual dan reproduksi mencakup kesehatan fisik, psikologis, dan seksualitas. Kesehatan reproduksi menyiratkan bahwa orang dapat memiliki kehidupan seks yang bertanggung jawab, memuaskan dan lebih aman dan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk memutuskan apakah, kapan dan seberapa sering melakukannya.

Dalam Islam, film dibuat untuk mempermudah dakwah dan edukasi terhadap masyarakat, dan di sini negara memiliki peran untuk mengendalikan produksi film mana yang layak dikonsumsi masyarakat.

Dalam Islam sudah ada aturan bagaimana dan apa saja batasan dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan. Haram hukumnya berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah sekali-kali seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya (Hadis Riwayat Bukhari)

Sementara tampak jelas pesan edukasi dalam film Dua Garis Biru adalah dorongan untuk melanggar hukum Allah SWT, misalnya boleh pacaran asal jangan sampai hamil.

Terkait pernikahan dini pun, Islam tak pernah melarang dan membatasi usia, karena Rasulullah SAW pun dalam suatu riwayat menikahi Aisyah pada umur 9 tahun, dan tinggal bersamanya ketika Aisyah balig. Lalu kenapa nikah dini dipersoalkan saat ini? Tidak lain karena fakta saat ini justru nikah dini banyak dilakukan karena akibat pergaulan bebas alias hamil di luar nikah.

Sistem kapitalisme saat inilah penyebab utama kerusakan remaja. Karena itu solusi satu-satunya adalah kembali pada sistem Islam yang memuliakan manusia, mengembalikan manusia sesuai fitrahnya. Tentu ini hanya bisa berjalan di bawah naungan sistem Islam kaffah. Wallahua’lam Bishowab (ypl/k16)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…

Senin, 16 September 2019 14:15

Kelasnya Kota Keretek

Oleh : M Chairil Anwar Warga Samarinda yang bekerja di…

Senin, 16 September 2019 14:12

KPK di Ambang Kehancuran

Oleh : Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum…

Senin, 16 September 2019 14:10

Balikpapan Siap Menjadi Penopang Ibu Kota Negara

Oleh : Noviana Rejeki Statistisi BPS Balikpapan   Presiden Joko…

Senin, 16 September 2019 14:09

Rakyat Menjerit Kenaikan Iuran BPJS

Oleh: Andi Putri Marissa SE Guru Sekolah Swasta di Balikpapan…

Senin, 16 September 2019 14:06

Untung Rugi Kaltim Jadi Ibukota RI

Oleh : Ahmad Syarif Dosen Ekonomi Syariah IAIN Samarinda  …

Jumat, 13 September 2019 22:26

Jenius Ahli Ibadah Itu Telah Pergi

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda “Saya diberikan kenikmatan oleh…

Senin, 09 September 2019 14:12

Haornas dan Mimpi ke Piala Dunia

INDONESIA sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.…

Sabtu, 07 September 2019 10:28

Muharam dan Nikah

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Bulan Muharam datang setelah…

Kamis, 05 September 2019 10:38

MTQ dan Hijrah Menuju Perbaikan Tilawatil Quran

Ismail Guru Fikih MAN Insan Cendekia Kabupaten Paser   Musabaqah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*