MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 24 Juli 2019 11:56
11,2 Persen Anak Menikah Sebelum 18 Tahun
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Kasus perkawinan di bawah umur masih menghantui anak-anak. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, PBB mencatat 37 ribu hingga 39 ribu anak menikah perharinya. Sementara itu data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) satu dari sembilan perempuan di usia 20-24 tahun pernah melakukan pernikahan dibawah usia 18 tahun.

Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Bogor Mega Puspita Sari menyatakan Indonesia menjadi negara ke tujuh di dunia yang terbanyak dalam melakukan pernikahan anak. Di Asean, Indonesia menempati rangking ke dua setelah Kamboja. ”Jabar, Jatim, dan Banten menjadi penyumbang angka perkawinan anak,” tuturnya kemarin (23/7).

Menurut data BPS Jawa Timur pada 2018, 20,73 persen perempuan pernah menikah di usia antara 10-17 tahun. 26,04 persennya pernikahaan dibawah 17 tahun dilakukan di pedesaan. Hanya13,28 persen perempuan di Jatim yang melaksanakan

perkawinan pertamanya pada usia 25 tahun ke atas.

Menurutnya, perkawinan dini ini merugikan perempuan. Dari sisi kesehatan, menurut Mega, perempuan usia anak belum siap organ reproduksinya. Sehingga ketika harus hamil maka akan berisiko pada kesehatan ibu dan anak. ”Perempuan juga tidak bisa melanjutkan sekolah. Apalagi ada paradigma bahwa perempuan harus mengurus rumah tangga,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Rita Pranawati menuturkan, perkawinan anak merupakan masalah yang belum terselesaikan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), tercatat 11,2 persen dari 79,6 juta anak di Indonesia sudah menikah sebelum usia 18 tahun.

"Hampir 1 dari 9 anak mengalami perkawinan di usia anak," kata Rita di kantornya kemarin.

Mayoritas, lanjut dia, perkawinan tidak tidak terjadi di peradilan alias siri. Tidak tercatat dalam dokumen negara. Banyak faktor yang mempengaruhi langgengnya perkawinana di usia anak. Di antaranya, budaya masyarakat setempat dan tingkat pendidikan.

"KPAI berharap rancangan undang-undang perkawinan itu bisa selesai sebelum kabinet yang baru," tandasnya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA Lenny R Rosalin menyatakan perkawinan anak merupakan pelanggaran hak anak. Hal itu dikarenakan perkawinan anak berdampak negatif pada anak. ”Harus dicegah,” ucapnya.

Menurutnya pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah intervensi untuk mengurangi pernikahan anak. Pada sektor keluarga, terdapat pusat pembelajaran keluarga. Diharapkan dari sini terdapat pola pikir untuk mencegah perkawinan anak. Dalam lingkup yang lebih besar terdapat sekolah ramah anak dan kota layak anak. Dengan demikian hak anak terpenuhi. ”Dalam pencegahannya tidak hanya pemerintah namun juga mengandeng swasta dan masyarakat,” uajrnya. (han/lyn)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 19:15

Rusuh di Manokwari, Mendagri Panggil 3 Gubernur

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka opsi untuk mempertemukan…

Senin, 19 Agustus 2019 11:31

Lima Poin Seruan MUI terkait Kasus Video Ustaz Abdul Somad

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain…

Senin, 19 Agustus 2019 11:24

Manokwari Rusuh

Sejumlah jalan utama di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) ditutup…

Senin, 19 Agustus 2019 10:57

Satu Prajurit Kembali Gugur, KKSB Akui Dalang Serangan

JAKARTA–Satu di antara dua korban yang tertembak oleh Kelompok Kriminal…

Senin, 19 Agustus 2019 10:43

Sambut Hangat Persaingan

KEHADIRAN Indra Setiawan dan Tambun Dibty Naibaho menambah panas persaingan…

Minggu, 18 Agustus 2019 01:20

Kadernya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar, Bos GMNI Minta Maaf

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) turut…

Minggu, 18 Agustus 2019 01:16

Markas GMNI Dibakar

Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur terbakar pada Jumat…

Minggu, 18 Agustus 2019 01:01

Warga Diteror Pelemparan Tahi Sapi, Polisi Turun Tangan

Warga Boyolali sedang diteror dengan pelemparan kotoran sapi. Hal ini…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:06

Layangan 22 Negara Beraksi, Ada Naga 150 Meter

Puluhan layangan raksasa menghiasi langit Pantai Mertasari pada event International…

Jumat, 16 Agustus 2019 00:45

NGERI..!! Demo Mahasiswa di Cianjur, 4 Polisi Luka Bakar

Sejumlah mahasiswa di Cianjur diamankan polisi lantaran diduga menjadi penyebab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*