MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 23 Juli 2019 23:04
Tahapan Pemilu Serentak Usai, Masyarakat Harus Kedepankan Persatuan
Herdiansyah Hamzah

PROKAL.CO, PROKAL.CO, SAMARINDA - Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 sudah selesai, masyarakat diharapkan kembali merajut persatuan. Perhelatan demokrasi yang digelar lima tahunan tersebut, Pilpres, DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Kota, hendaknya disikapi dengan bijak.

"Kita menghendaki, sudah Pemilu ini jangan lagi terjadi macam-macam. Masyarakat umum hendaknya menyerahkan bagi yang berkuasa secara konstitusional untuk mengatur (Negara). Aspirasi yang didengar (penguasa) jangan hanya dari pemenang saja tapi juga semua masyarakat baik yang menang dan kalah," ujar Hamri Haz, tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Selasa (23/7/2019). Hamri Haz mengatakan Pemilu hanya sebagai sarana.

Dan tujuannya penyelenggaran tersebut untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Ia mengakui setiap hasil keputusan pasti membawa dampak adanya pihak merasa tidak puas dan wajar. "MUI dari pusat sampai daerah memang tidak ada pernyataan dikeluarkan secara resmi. Tetapi, saya kira kita semua menginginkan persatuan, ketika ada yang menang dan kalah. Karena, menang kalah itu hanya sarana untuk mengambil keputusan dalam demokrasi," ujar Hamri yang menjabat Ketua MUI Kaltim. Sementara itu, akademisi Muhammad Taufik menjelaskan sejak 27 Juni 2019 Mahkamah Konstitusi mengambil keputusan menolak seluruh gugatan dari pemohon terhadap Pemilihan Presiden dan termohon terbebas dari tuntutan hukum. Keputusan ini sudah seharusnya diterima semua masyarakat dengan lapang dada.

"Kita sebagai warga Negara harus memahami putusan MK diambil dari sidang hakim adalah putusan akhir dan final mengikat," katanya. Pemilu 2019 serentak yang didalamnya Pemilihan Presiden, Taufik menilai, membuat masyarakat terbelah menjadi dua dalam dukungan. Apalagi beredar isu-isu negatif menjelang Pemilu. Ini terjadi selama 2 tahun terakhir. "Dengan ada pertemuan Bapak Joko Widodo dan Prabowo sebagai peserta Pemilihan Presiden di MRT Jakarta dan lanjut makan sate di Senayan. Ini menunjukan Bapak Prabowo memiliki jiwa yang besar dan indikasi kedua kubu sudah berdamai dan tidak ada dendam," ujar Taufik.

Taufik menjelaskan permasalahan antara Jokowi dan Prabowo, sudah selesai. "Di Pilpres, jangan baper (bawa perasaan). Karena, yang mencalonkan diri saja tidak baper. Ayo masyarakat kita move on. Kalau memang keberatan calon Presiden kalah, ya berkompetisi lagi di lima tahun ke depan," katanya.

Terpisah, Herdiansyah Hamzah menilai Pemilu serentak nasional dan daerah tahun 2019, cukup membuat kelelahan penyelenggara. Sehingga, kedepan mesti dipikirkan konsep pemilu serentak yang dibagi menjadi 2, yakni serentak nasional (DPR, DPD dan Pilpres) dan serentak daerah (DPRD provinsi, DPRD kab/kota, dan kepala daerah).

"Disamping bisa mengurangi beban penyelenggara, pemilih di daerah juga akan lebih bisa menilai kualitas para caleg dengan baik berdasarkan isu yang dibawa," ujar Herdiansyah. Adapun penanganan dugaan politik uang yang sampai di Gakkumdu seperti terjadi di Samarinda dan Bontang, cukup disayangkannya. Padahal, menurutnya, pidana pemilu berupa politik uang ini sudah terang dan nyata.

"Gakkumdu bahkan tidak menjelaskan secara terbuka kenapa kasus-kasus tersebut dihentikan. Sepertinya gakkumdu menjadi tidak berdaya ketika berhadapan dengan peserta pemilu. Dihentikannya kasus dugaan politik uang ini yang sangat kita sayangkan. Mestinya diproses saja sampai sidang Pengadilan yang membuktikan," katanya. (mym)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 11:35

Tinjau Disdukcapil, Barkati : Wakil Walikota Bukan untuk Pencitraan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Walikota Samarinda Barkati untuk pertama kalinya…

Senin, 19 Agustus 2019 11:02

WADAWWW...!!! Sebanyak 2,4 Ribu Orang Terinfeksi HIV

SAMARINDA–Angka HIV di Kota Tepian masih terus bertambah. Komisi Penanggulangan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:35

HADEHHH..!! Ada Warga Menolak, Target Jargas Bakal Melenceng

Pemasangan jargas di Sambutan dan Sungai Kapih baru terealisasi sekira…

Senin, 19 Agustus 2019 09:33

Antisipasi Dampak Kemarau, Ini yang Dilakukan PDAM

SAMARINDA–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Samarinda telah menyiapkan…

Senin, 19 Agustus 2019 09:32

Kembali, Lahan Sengaja Dibakar

SAMARINDA–Si jago merah kembali menghanguskan lahan. Kali ini, lahan di…

Senin, 19 Agustus 2019 09:31

Tenangggg..!! Bangunan Warga SKM Akan Diganti Rugi

SAMARINDA–Normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di segmen Gang Nibung, tepatnya…

Minggu, 18 Agustus 2019 15:15

Ini Alasan Parawansa Maju Pilwali Samarinda

PROKAL.CO, SAMARINDA - Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 digelar…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:32

Tersendat Menunggu Kerugian Negara

Tensi kerja Korps Adhyaksa Kota Tepian membereskan kasus dugaan korupsi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:31

Si Kleptomania yang Tak Berdaya

SYAHRIL berjengket, masuk ke rumah yang dihuni Fatrul Fatah Riski…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:28

Warga Mengeluh Air PDAM Keruh

SAMARINDA–Larut tengah malam, Sukarman masih berjaga. Sejak Mei lalu hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*