MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 23 Juli 2019 12:17
Sembilan Perwira Polri Melenggang

104 Capim KPK Lanjut ke Tes Psikologi

PROKAL.CO, JAKARTA–Jumlah calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019–2023 terus mengerucut. Dalam data yang dirilis Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, kemarin (22/7), tersisa 104 nama yang bakal memperebutkan lima posisi pimpinan lembaga antirasuah. Jumlah tersebut berkurang setelah 83 nama gagal dalam uji kompetensi.

Anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo mengatakan, sejak awal pansel tidak menetapkan kuota dalam menyaring capim yang mengikuti uji kompetensi. Dengan demikian, 104 nama yang lolos sepenuhnya didasarkan pada hasil objective test. Yakni, tes pengetahuan terkait tugas dan fungsi (tupoksi) KPK melalui pertanyaan pilihan ganda, serta tes ide dan gagasan soal problematika korupsi melalui tes makalah.

Dalam menilai, hasil uji kompetensi yang dilakukan para capim KPK, lanjut dia, pansel menggunakan sistem otomatisasi komputer untuk tes pengetahuan. Sementara itu, untuk hasil makalah, pansel menggandeng 12 tokoh yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus dengan isu korupsi.

“Sehingga kami dapat hasil yang baik. Hasil dari independent reader dan objective test yang kami gunakan untuk tentukan siapa yang lolos dan tidak,” ujarnya di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin.

Nama-nama yang lulus, kata Kris, selanjutnya akan menjalani tes psikologi yang dilakukan pada Minggu 28 Juli 2019 mendatang. Dalam tes psikologi, pansel akan menggali kejiwaan para capim KPK. Misalnya daya analisis, kemampuan antisipasi masalah, ketenangan dan stabilitas emosi, dan lain sebagainya.

Di samping itu, dari 104 nama yang lulus, tercatat ada sembilan perwira Polri berhasil melenggang. Yakni, Irjen Antam Novambar, Irjen Dharma Pongrekun, Brigjen M Iswandi Hari, Brigjen Bambang Sri Herwanto, Brigjen Agung Makbul, Irjen Juansih, Brigjen Sri Handayani, Irjen Firli Bahuri, dan Irjen Ike Edwin.

Sebetulnya, total ada 11 perwira aktif Polri yang mendaftar. Namun, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Akhmad Wiyagus mengundurkan diri, serta Direktur Diseminasi dan Publikasi Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Brigjen Darmawan Sutawijaya dinyatakan tidak lulus.

Selanjutnya dari unsur KPK, tiga petahana yang kembali maju lolos uji kompetensi. Yakni, Laode Muhammad Syarief, Basaria Panjaitan, dan Alexander Marwata. Kemudian dari unsur pegawai KPK, ada 11 nama yang lolos ke tahap seleksi psikologi. Di antaranya, Direktur Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, serta Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnarsih mengatakan, dengan nama-nama yang semakin mengerucut, partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkat. Yakni, dengan memberikan masukan tertulis untuk menilai maupun melaporkan seluk-beluk para capim.

Menurut dia, laporan masyarakat sangat diperlukan sebagai bahan pendalaman pansel untuk tes wawancara. Sebab, dalam sesi tersebut, pansel bakal menggali sekaligus mengklarifikasi berbagai latar belakang pribadi setiap capim KPK. “Masukan bisa melalui email atau surat,” ujarnya.

Meski demikian, agar berjalan efektif, laporan harus didasarkan pada fakta dan bukan bersifat fitnah. Selain itu, dia berharap, masukan yang disampaikan bukan bersifat endorse untuk calon tertentu. Hingga kemarin, Yenti menyebut sudah ada 900-an pesan via surat elektronik dari masyarakat.

Terkait pengumuman hasil uji kompetensi yang disampaikan oleh Pansel Capim KPK kemarin, Indonesia Corruption Watch (ICW) melihat dominasi capim berlatar belakang penegak hukum masih tinggi. Menurut mereka, itu perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

“Bagaimana pun hingga hari ini institusi penegak hukum selain KPK belum memaksimalkan pemberantasan korupsi,” ungkap peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada Jawa Pos kemarin.

Sejak awal, ICW memang kurang sepakat dengan keputusan Polri maupun Kejaksaan Agung (Kejagung) yang ramai-ramai mengirimkan wakil untuk mendaftar sebagai capim KPK. Menurut mereka, orang-orang terbaik yang disebut oleh Kapolri maupun jaksa agung akan jadi lebih baik bila dimanfaatkan untuk membantu lembaga masing-masing. “Mendorong berbagai perbaikan di internal terkait langkah pemberantasan korupsi,” imbuh Kurnia.

Kurnia menjelaskan, dari 104 nama yang lolos uji kompetensi, harus dipastikan semua sudah patuh menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK jika mereka merupakan pejabat publik. Bila ditemukan yang tidak patuh, seharusnya yang bersangkutan tidak diloloskan oleh pansel. “Karena bagaimanapun LHKPN adalah salah satu alat uji integritas seorang pejabat publik,” jelasnya.

Selain itu, Kurnia mengingatkan supaya pansel benar-benar jeli melihat setiap nama capim. Jangan sampai, capim yang pernah punya persoalan hukum lolos seleksi. Pun demikian dengan capim yang diduga pernah melanggar etik. “Jika ada yang pernah melakukan hal tersebut, maka sudah sepantasnya pansel tidak meloloskan figur tersebut,” ujarnya. Sebab, capim terpilih harus benar-benar orang bersih.

Kurnia juga mengingatkan, ICW bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi sudah membuka posko pengaduan yang secara khusus menampung laporan terkait seleksi capim KPK. Dia berharap, masyarakat ikut andil dalam seleksi itu dengan memberikan masukan lewat laporan ke posko tersebut. Apalagi jika ada masyarakat yang mengetahui rekam jejak capim kurang pantas lolos seleksi, mereka bisa langsung melapor.

Tidak hanya ICW, kemarin Wadah Pegawai (WP) KPK merespons pengumuman uji kompetensi capim KPK. Ketua WP KPK Yudi Purnomo menyebutkan, sebelas di antara 104 nama yang dinyatakan lolos seleksi uji kompetensi berasal dari internal KPK. Selain itu, tiga pimpinan KPK yang saat ini masih menjabat juga lolos.

Dia berharap, pansel terus berusaha sebaik mungkin mempertahankan integritas dan transparansi. Keterangan itu disampaikan Yudi lantaran dalam pengumuman kali ini pansel membuka asal usul, latar belakang, atau profesi setiap calon yang lolos uji kompetensi. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya menyertakan nama dan alamat capim.

Menurut dia, pengumuman yang lebih detail penting sebagai salah satu bukti bahwa pansel terbuka kepada publik. “Karena masih ada juga calon-calon pimpinan yang namanya masih disebut-sebut di masyarakat mempunyai reputasi yang kurang bagus,” imbuhnya.

Berkaitan dengan rekam jejak setiap calon, Yudi menyampaikan, WP KPK sudah membentuk tim untuk membantu kerja pansel. ”Kami akan mencoba untuk menelusuri lebih lanjut mengenai orang-orang yang saat ini telah lolos,” terang dia.

Hasil penelusuran itu juga bakal disampaikan kepada pansel sebagai masukan. Menurut dia, penelusuran itu juga dilakukan bekerja sama dengan posko yang sudah dibuka oleh masyarakat sipil. (far/syn/jpnn/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 11:24
Persik Kediri vs Mitra Kukar

PUNCAK MEMANAS

Sasaran Mitra Kukar bisa naik selevel. Tidak lagi tentang merebut…

Sabtu, 21 September 2019 11:06

Ipong "Lewati" PKS, Parpol-Bupati Harus Chemistry

PONOROGO- – Ipong Muchlissoni ’’melewati’’ Partai Keadilan Sejahtera.…

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*