MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 23 Juli 2019 12:16
Dosen Asing Isi Posisi Rektor, Tahun Depan Mulai Rekrutmen

PROKAL.CO, SEMARANG-Regulasi rekrutmen dosen asing di Indonesia terus dimatangkan. Tahun depan para tenaga dari luar negeri itu mulai mengajar di Tanah Air. Bahkan sejumlah posisi penting bisa ditempati dosen asing. Salah satunya rektor.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, pihaknya saat ini menyiapkan regulasi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI Joko Widodo.

“Semua aturannya sedang disiapkan. Termasuk kami lihat dulu perguruan tinggi mana saja yang diprioritaskan,” ungkap Nasir setelah menghadiri acara Rapat Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/7). Kaltim Post turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Saya akan memetakan dulu. Saya akan lihat lagi aturan yang tidak mendukung, saya akan cabut dan peraturan pemerintah juga akan disederhanakan agar memberikan kesempatan bagaimana kompetisi rektor dari luar negeri,” tambah Nasir.

Dia menjelaskan, ada beberapa regulasi yang akan direvisi. Di antaranya Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) yang terkait tata cara pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri berstatus badan hukum (PTN-BH) untuk mendatangkan rektor dari luar negeri.

Misalnya, mengubah syarat mendaftar bakal calon rektor dalam pemilihan rektor (pilrek) dari yang semula tertulis harus warga negara Indonesia (WNI), PNS, bahkan ada PTN yang mewajibkan calon rektor dari lingkungan internal kampus. “Syarat itu kemungkinan kami revisi,” ucapnya.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu membeberkan bahwa rencana tersebut sementara akan diterapkan di dua hingga lima PTN-BH sebagai uji coba mulai tahun depan. Terkait pendanaan untuk membayar gaji dosen asing, Nasir mengusulkan didanai pemerintah.

“Soal pendanaannya, saya sudah bicara dengan menteri keuangan. Bujetnya akan disalurkan dari pemerintah pusat agar tak mengganggu pendanaan perguruan tinggi. Saya mengusulkan pakai dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” tuturnya.

Lebih jauh Nasir menambahkan, rencana mendatangkan dosen asing itu mencuat sejak 2016. Kemudian mendapatkan penolakan dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri. “Tapi pada saat itu apa yang terjadi? Saya di-bully habis-habisan. Para rektor protes,” serunya.

Karena itu, Nasir berharap adanya dosen dan rektor asing bisa mendongkrak kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Dia menyebut, dari 4.700 perguruan tinggi di Indonesia hanya tiga yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi di luar negeri.  Yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

“Ngeri sekali itu. Indonesia bangga di dalam negeri tapi tidak punya daya saing di luar negeri. Singapura maju perguruan tingginya karena rektornya dari luar negeri. Taiwan dan Tiongkok juga,” bebernya.

Bahkan, lanjut dia, perguruan tinggi di Arab Saudi secara pemeringkatan dunia, berada di luar 100 kampus terbaik. Lebih tepatnya berada di posisi 800 besar. Namun, kini sudah berada di 200 besar. Sedangkan Indonesia berada di 300 besar. Adanya dosen asing, membuat kampus-kampus di Arab Saudi terus berbenah. “Ada PTN (di Arab Saudi) yang rektornya dari Amerika Serikat. Dosennya di sana 40 persen dari Amerika dan Eropa. Ini yang jadi tantangan kita,” ungkapnya. (cha/rom/k16)


BACA JUGA

Minggu, 15 Desember 2019 21:04

WUIHH MAKIN ENAK..!! Tahun 2020, PNS Tak Perlu Ngantor

Abdi negara bisa segera berkantor di mana saja. Pola perhitungan…

Minggu, 15 Desember 2019 21:03

Tak Semua Eselon III dan IV Dihapus

Jabatan Eselon III dan IV bakal tidak ada lagi. Aparatur…

Minggu, 15 Desember 2019 21:00

Jembatan Mahakam IV Diperkirakan Bisa Dipakai Maret 2020

SAMARINDA–Masyarakat Kota Tepian tampaknya harus banyak bersabar. Sebab, Jembatan Mahakam…

Minggu, 15 Desember 2019 20:57

Azura Luna, Warga Kediri yang Jadi Buronan Interpol Hong Kong

Sosialita asal Kediri terlibat banyak kasus penipuan. Kemudian, menghilang setelah…

Minggu, 15 Desember 2019 20:50

Progres Jalan Bontang - Samarinda dan Sangatta 95 Persen, Rampung Bulan Ini

BALIKPAPAN – Proyek preservasi jalan nasional Samarinda, Bontang, dan Sangatta…

Minggu, 15 Desember 2019 20:11

BPS Sebut Ekonomi Indonesia Tahun 2020 Bakal Suram

JAKARTA- Secara mengejutkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan pernyataan yang…

Minggu, 15 Desember 2019 14:02

Bandara APT Pranoto Kembali Beroperasi Besok, Maskapai Ini Sudah Buka Reservasi

SAMARINDA - Bandara APT Pranoto akan kembali beroperasi pada hari…

Minggu, 15 Desember 2019 10:00

Pemerintah Kaji Bus Amfibi Jadi Moda Transportasi di Calon Ibu Kota Negara

Melihat karakter geografis calon ibu kota negara, Kalimantan Timur, banyak…

Minggu, 15 Desember 2019 09:52

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

Pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim berdampak domino. Salah…

Minggu, 15 Desember 2019 09:47

Presiden ke Kaltim Lagi, Resmikan Tol Balsam lalu Tinjau Lahan IKN

SAMARINDA-Jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) direncanakan diresmikan pekan depan. Tepatnya, Selasa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.