MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 23 Juli 2019 12:16
Dosen Asing Isi Posisi Rektor, Tahun Depan Mulai Rekrutmen

PROKAL.CO, SEMARANG-Regulasi rekrutmen dosen asing di Indonesia terus dimatangkan. Tahun depan para tenaga dari luar negeri itu mulai mengajar di Tanah Air. Bahkan sejumlah posisi penting bisa ditempati dosen asing. Salah satunya rektor.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan, pihaknya saat ini menyiapkan regulasi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI Joko Widodo.

“Semua aturannya sedang disiapkan. Termasuk kami lihat dulu perguruan tinggi mana saja yang diprioritaskan,” ungkap Nasir setelah menghadiri acara Rapat Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/7). Kaltim Post turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Saya akan memetakan dulu. Saya akan lihat lagi aturan yang tidak mendukung, saya akan cabut dan peraturan pemerintah juga akan disederhanakan agar memberikan kesempatan bagaimana kompetisi rektor dari luar negeri,” tambah Nasir.

Dia menjelaskan, ada beberapa regulasi yang akan direvisi. Di antaranya Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) yang terkait tata cara pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri berstatus badan hukum (PTN-BH) untuk mendatangkan rektor dari luar negeri.

Misalnya, mengubah syarat mendaftar bakal calon rektor dalam pemilihan rektor (pilrek) dari yang semula tertulis harus warga negara Indonesia (WNI), PNS, bahkan ada PTN yang mewajibkan calon rektor dari lingkungan internal kampus. “Syarat itu kemungkinan kami revisi,” ucapnya.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu membeberkan bahwa rencana tersebut sementara akan diterapkan di dua hingga lima PTN-BH sebagai uji coba mulai tahun depan. Terkait pendanaan untuk membayar gaji dosen asing, Nasir mengusulkan didanai pemerintah.

“Soal pendanaannya, saya sudah bicara dengan menteri keuangan. Bujetnya akan disalurkan dari pemerintah pusat agar tak mengganggu pendanaan perguruan tinggi. Saya mengusulkan pakai dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP),” tuturnya.

Lebih jauh Nasir menambahkan, rencana mendatangkan dosen asing itu mencuat sejak 2016. Kemudian mendapatkan penolakan dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri. “Tapi pada saat itu apa yang terjadi? Saya di-bully habis-habisan. Para rektor protes,” serunya.

Karena itu, Nasir berharap adanya dosen dan rektor asing bisa mendongkrak kualitas perguruan tinggi di Indonesia. Dia menyebut, dari 4.700 perguruan tinggi di Indonesia hanya tiga yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi di luar negeri.  Yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

“Ngeri sekali itu. Indonesia bangga di dalam negeri tapi tidak punya daya saing di luar negeri. Singapura maju perguruan tingginya karena rektornya dari luar negeri. Taiwan dan Tiongkok juga,” bebernya.

Bahkan, lanjut dia, perguruan tinggi di Arab Saudi secara pemeringkatan dunia, berada di luar 100 kampus terbaik. Lebih tepatnya berada di posisi 800 besar. Namun, kini sudah berada di 200 besar. Sedangkan Indonesia berada di 300 besar. Adanya dosen asing, membuat kampus-kampus di Arab Saudi terus berbenah. “Ada PTN (di Arab Saudi) yang rektornya dari Amerika Serikat. Dosennya di sana 40 persen dari Amerika dan Eropa. Ini yang jadi tantangan kita,” ungkapnya. (cha/rom/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:07
Selamat Bekerja Jokowi-Ma’ruf

Infrastruktur Oke, Hukum Masih Banyak PR

SAMARINDA-Indonesia akan memiliki pemerintahan baru hari ini (20/10). Menyusul dilantiknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*