MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 22 Juli 2019 12:13
Kotori Laut..?? Tenggelamkan..!!
Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar pawai bebas plastik di Jakarta, Minggu (21/7/2019). Pawai itu untuk mengajak masyarakat agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai karena sampahnya akan merusak lingkungan. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

PROKAL.CO, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di dunia. Dari 60 juta ton sampah, 15 persennya merupakan sampah plastik. Ironisnya, sampah plastik itu tak hanya menyesaki tempat pembuangan akhir. Tapi juga mengalir ke sungai yang berakhir di laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku muak melihat kondisi tersebut. Banyak sampah plastik yang mengotori pantai dan mencemari laut. “Ini harus ditangani serius. Kalau tidak, nanti kita makan ikan yang isinya plastik. Nelayan juga lebih banyak nangkap plastik daripada ikan,” tegasnya saat memimpin pawai bebas plastik di car free day kawasan Bundaran Hotel Indonesia hingga Monas kemarin (21/7).

Ya, Susi berada di barisan paling depan bersama 1.500 orang dalam aksi menolak plastik sekali pakai terbesar di Indonesia itu. Mereka melawan sosok monster laut besar. Setinggi 4 meter yang terbuat dari 500 kg sampah plastik. Monster tersebut melambangkan ancaman pada keselamatan bumi. Semakin banyak sampah dibuang, semakin besar wujudnya.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti bersama sejumlah aktivis lingkungan menggelar pawai bebas plastik di Jakarta, Minggu (21/7/2019). Pawai itu untuk mengajak masyarakat agar tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai karena sampahnya akan merusak lingkungan. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

 

Untuk mencegah kondisi itu, Susi mengajak warga ibu kota mengurangi pemakaian produk plastik sekali pakai. Mengganti dengan barang yang lebih ramah lingkungan. Bisa digunakan berkali-kali. Misalnya menggunakan kantong kain maupun membawa tumbler sebagai tempat minum. “Minum juga tidak usah pakai sedotan. Kecuali sedotannya bawa sendiri yang dari logam atau bambu,” ucap perempuan 54 tahun itu.

Susi mengimbau, jika bermain ke pantai, pulau, atau laut, jangan buang sampah sembarangan. Lebih baik bawa pulang sampah plastik itu. Jangan kotori tempat yang semula bersih, indah, dan asri dengan sampah. Sebab, laut adalah masa depan bangsa. “Kalau ada pembuang sampah plastik ke lautan, harus kita tenggelamkan!” tandasnya.


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.