MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Senin, 22 Juli 2019 12:10
Yang Pertama Milik Li Na
Li Na

PROKAL.CO,  NEWPORT -Li Na mengingat kali pertama melihat pertandingan tenis di televisi. Sosok yang dia lihat saat itu adalah petenis Amerika Serikat (AS) Andre Agassi.

Dengan tampilan nyentrik rambut panjang, anting, dan celana denim di atas lapangan, petenis tampan itu seketika memiliki banyak fans di Tiongkok pada era 1900 an tersebut. Li Na mengaku sebagai satu di antaranya. “Andre Agassi adalah role model pertamaku,” ucap Li Na dilansir AP

Raihan gelar di ajang mayor Prancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014 membuat Li Na telah mengikuti jejak role model-nya tersebut. Dan kemarin dia kembali menyamai raihan panutannya tersebut.

Bersama dua petenis lain yakni Mary Pierce (Prancis) dan Yevgeny Kafelnikof (Rusia), Li Na resmi ditahbisakan sebagai anggota International Tennis Hall of Fame. Ini membuat perempuan 37 tahun tersebut kini tecatat sebagai orang Asia pertama dalam sejarah yang masuk dalam grup elite tersebut.

Li Na sempat tidak percaya dinobatkan meraih kehormatan ini. Dia bahkan meragukan pemberitahuan pihak International Tennis Hall of fame yang datang melalui email. “Aku lantas mengeceknya lewat agenku, Max, dan dia membenarkannya. Aku lalu berbicara kepada suamiku. Dan dia juga berkata 'apa itu serius?,” ucap Li Na.

Prestasi Li Na yang luar biasa di dalam lapangan membuat petenis kelahiran Wuhan tersebut memang berhak meraih kehormatan tersebut. Lebih dari itu, dia dianggap berperan besar mempopulerkan olahraga tenis di Tiongkok maupun Asia. Itu melalui prestasinya menjadi orang Asia pertama yang mampu menjuarai ajang mayor pada Prancis Terbuka.

Saat Li Na tampil di Paris pada final Prancis Terbuka 2011 melawan Francesca Schiavone, 116 juta penduduk Tiongkok menyaksikannya bertanding melalui televisi. Dia juga mampu menyempurnakan raihan gelar mayor saat kembali merah titel Australia Terbuka 2014.

“Tidak ada yang meragukan, tanpa Li Na olahraga tenis tidak akan seperti saat ini di Tiongkok. Semuanya berubah setelah dia menjuarai Prancis Terbuka. Itu mengubah segalanya,” ucap Mike Silverman, Direktur Sport New York City Park Foundation. (irr)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 11:50

Masa Depan Masih Buram, Neymar Takkan Pernah Dimainkan

Neymar sudah melewatkan dua journee PSG di Ligue musim ini.…

Sabtu, 24 Agustus 2019 23:23

Baru Delapan Venue yang Kelar, Pembukaan PON Papua Mundur

JAKARTA- Pembukaan Pekan Olahraga Nasional ke-20 di Papua dipastikan bergeser. …

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:03

Bukan Hanya Pertarungan Honda dan Yamaha

SILVERSTONE– Aspal baru Sirkuit Silverstone langsung membawa dampak signifikan pada…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:51

Duel yang Melebihi Tenis

NEW YORK - Hari perdana grand slam Amerika Serikat (AS)…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:47

Menuju Apparel Ketiga di Era FSG

Durasi kerjasama Liverpool dengan apparel asal Amerika Serikat (AS) New…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:40

Penonton Membludak, Boomers Tumbang

MELBOURNE-Antusiasme masyarakat Australia menyaksikan bintang-bintang NBA tampil di negara mereka…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:37
Fiorentina vs Napoli

Baru Direkrut, Langsung Hasrat Bermain

FIRENZE– Hari begitu cepat bergulir bagi Franck Ribery. Baru direkrut…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:08

Nostalgia Ala Vialli

GENOA – Sejak delapan bulan lalu gosip itu sudah menyebar…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:50

Tak ada Lagi Perseteruan Serena-Ramos

NEW YORK -Pihak penyelenggara grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:49

Seret Lagi The Blues ke Pengadilan

ALLENATORE Inter Milan Antonio Conte tampaknya masih dendam kepada Chelsea.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*