MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 22 Juli 2019 11:21
Kloter Pertama Embarkasi Balikpapan Sudah Tiba di Madinah

Sudah Sepuluh Jamaah Meninggal, Hari Ini Kloter 4 Berangkat dari Embarkasi Balikpapan

Jamaah haji embarkasi Balikpapan. Kloter pertama sudah tiba di Madinah.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Calon jamaah haji (CJH) kloter pertama dari Embarkasi Balikpapan telah tiba di Madinah, Jumat (19/7) sekitar pukul 22.15 waktu setempat. Selama berada di sana, jamaah rutin melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi. Aktivitas lain jamaah adalah melakukan ziarah.

“Alhamdulillah jamaah tiba dengan selama dan dalam kondisi baik,” ucap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan Masrivani (21/7).

Melalui tim kesehatan yang berada di sana, Masrivani belum mendapatkan kabar adanya jamaah yang sakit. Dia berharap, masing-masing jamaah bisa menjaga diri. Tidak banyak melakukan aktivitas di luar ibadah wajib. Juga, mengingatkan agar menggunakan pelembap maupun mengonsumsi banyak vitamin atau buah agar tidak mengalami dehidrasi. 

Sementara itu, Ketua Kloter 1 Embarkasi Balikpapan Abdul Hamid melaporkan dari Madinah. Dia menuturkan, seluruh jamaah dalam pengawasan tim kesehatan dan sering dilakukan visit. “Alhamdulillah sampai saat ini jamaah masih terkontrol meski ada beberapa jamaah yang perlu diperiksa kesehatannya, tapi semua baik,” ujarnya.

Hari ini (22/7), giliran kloter 4 yang akan diberangkatkan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Kloter gabungan jamaah asal Balikpapan, Samarinda, Bontang, Penajam Paser Utara, Kukar, dan Kubar, itu berangkat pukul 07.30 Wita dari Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan.

Mereka telah melewati masa karantina, kemarin (21/7). Dari keterangan seorang ketua rombongan, Deddy Lesmana Surya, sebelum tiba di embarkasi jamaah asal Kutai Barat mengalami kendala teknis di perjalanan, sehingga mengakibatkan keterlambatan tiba di embarkasi.

“Salah satu mesin kapal yang membawa jamaah rusak. Sehingga perjalanan dari Melak menuju Samarinda menjadi lebih lama dari yang seharusnya. Seharusnya kan masuk pagi ke Embarkasi Balikpapan, karena kendala itu akhirnya baru bisa tiba sore hari,” terangnya. Dilaporkan pula satu calon jamaah haji mengundurkan diri karena menderita sakit.

Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kaltim Abdul Khaliq menambahkan, jamaah kloter 4 masuk gelombang kedua. Sehingga dari embarkasi jamaah sudah berpakaian ihram. Ketika berada di atas tempat miqat, yaitu di Yalamlam jamaah diwajibkan berniat. Jamaah di kloter 4 itu membawa 454 jamaah dan lima petugas.

 

 

*Hindari Cuaca Panas di Masjidilharam

 

Sementara itu, jamaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah di Masjidilharam semakin membeludak. Mereka diimbau memilih waktu yang tetap dalam menjalankan ibadah di Masjidilharam. Di antaranya, memilih waktu selepas salat Isya hingga pagi hari.

Imbauan itu disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Muhammad Imran saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, kemarin (21/7). Dia menuturkan, imbauan tersebut penting karena jamaah yang masuk dan di rawat di KKHI Makkah umumnya dipicu dehidrasi.

“Setelah kami lakukan perawatan dengan rehidrasi, jamaah bisa kembali ke kloter masing-masing,” jelasnya. Imran mengatakan, umumnya jamaah yang masuk ke KKHI Makkah menjalani perawatan 2–3 hari.

Imran menuturkan, sampai kemarin, KKHI Makkah telah merawat 76 jamaah. Dari jumlah tersebut 15 orang di antaranya masih menjalani rawat inap. Kemudian, 38 orang jamaah dirujuk ke RS Arab Saudi (RSAS). Di mana 21 orang di antaranya belum dipulangkan.

“Prosedurnya setelah keluar dari RSAS, jamaah diobservasi dulu di KKHI,” katanya. Imran menuturkan, jamaah yang sampai di rujuk ke RSAS mengalami gangguan pneumonia dan jantung. Sedangkan jamaah yang masuk ke KKHI Makkah umumnya ada keluhan hipertensi, diabetes melitus, ISPA, dan gangguan paru menahun.

Dia menjelaskan, penyakit-penyakit itu biasanya muncul karena dehidrasi. Jamaah yang mengalami hipertensi, bisa menjadi lebih parah jika dalam kondisi dehidrasi. Untuk itu, Imran mengingatkan supaya jamaah memilih waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah di Masjidilharam. 

Dia berharap, jamaah lansia atau uzur sebaiknya menggunakan fasilitas kemudahan di Masjidilharam. “Misalnya menggunakan skuter atau kursi roda,” jelasnya. Menurut Imran waktu antara salat Isya sampai pagi hari cukup pas, karena tidak terlalu panas. Saat ini pada siang hari suhu di Makkah bisa mencapai 42 derajat celsius. 

Kondisi dehidrasi juga bisa memicu kondisi demensia jamaah kambuh. Kemarin ada dua orang yang dirawat di KKHI Makkah karena demensia. Salah satunya, jamaah laki-laki dari kloter UPG-05 yang berumur 89 tahun. Jamaah ini bisa diterbangkan ke Saudi karena dinilai demensianya masih kelompok rendah atau sedang. Sehingga dinyatakan istitaah atau mampu.

“Mengalami gangguan perilaku pada demensia,” jelasnya. Setelah diberikan cairan melalui infus dan makan, kondisi jamaah tadi mulai stabil. Tetapi saat di hotel dan tidak ada yang memperhatikan dengan intensif, asupan air kurang. Herlina berharap, rekan sesama jamaah dalam satu kamar seharusnya bisa ikut memerhatikan. Bagi dia ikut memerhatikan kesehatan sesama jamaah itu juga ibadah.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid menuturkan, jamaah haji semakin berbondong-bondong masuk Makkah. Jadi, kondisi Makkah semakin padat. Terutama di Masjidilharam. Hampir di setiap sisi masjid, ada rombongan jamaah "merah-putih".

Dengan kondisi tersebut, Subhan mengingatkan supaya jamaah memilih waktu yang pas untuk ke Masjidilharam. Supaya bisa menghindari penumpukan jamaah di Terminal Syib Amir di dekat Masjidilharam. “Ba'da (setelah) Isya atau jam 10 malam itu sudah cukup lengang terminalnya," katanya. Sehingga jamaah yang ke Masjidilharam tidak bertubrukan atau berpapasan dengan rombongan jamaah lain yang pulang selepas salat Isya.

Data pukul 19.39 Wita kemarin menunjukkan sebanyak 258 kloter telah mendarat di Arab Saudi. Dengan jumlah jamaah sebanyak 104.401 orang. Sementara itu, jumlah jamaah yang meninggal bertambah lagi menjadi 10 orang. (lil/rom/k8)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:08

Indonesia Masih Lumayan, di Negara Tetangga Ini Antrean Haji Tembus 121 Tahun

Untuk bisa mendaftar haji di Malaysia, umat muslim harus menyetor…

Kamis, 22 Agustus 2019 12:04

Polri Buru Kelompok Penghasut Papua

JAYAPURA–Aksi massa di Papua diduga ditunggangi kelompok separatis. Indikasi itu…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:26

As-Haabee, Museum Baru yang Mengisahkan Sejarah Sahabat Nabi di Makkah

Jamaah haji tahun ini bisa mengisi waktu dengan mengunjungi Museum…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:21

Kota Pancasila Konsep Ibu Kota Baru, 800 Ribu PNS Bakal Dipindah

JAKARTA– Desain ibu kota negara (IKN) Indonesia yang baru mengusung…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:11
Cerita Si Emen, Pelajar Jangkung 2,6 Meter

Ukuran Sepatu Jumbo, Bongkar Pintu agar Bisa Lewat

Tidak banyak orang yang memiliki tinggi di atas 2 meter…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:01

Menteri Keuangan Kecewa dengan BPJS Kesehatan

JAKARTA– Defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun ini…

Kamis, 22 Agustus 2019 10:07

Jadi Calon Ibukota Negara, Samboja Kebanjiran Pembeli Tanah

PROKAL.CO, KUKAR - Tokoh masyarakat Samboja Anwar mengaku beberapa pihak…

Rabu, 21 Agustus 2019 23:00
Lokasi Ibu Kota Negara, Gubernur Tetap Pilih Tahura

“Maaf Kalteng, Kaltim yang Dipilih”

BALIKPAPAN– Dicoretnya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kandidat…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:15

Jika Jadi Ibukota, Lahan PPU Siap, Bupati Siap Menggratiskan

DICORETNYA Tahura Bukit Soeharto dari lokasi ibu kota negara membawa…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:09

Tak Sampai Jutaan Kok, Segini Nih PNS Pusat yang Bakal ke Ibukota Baru di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*