MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 22 Juli 2019 11:04
Sembilan Puskesmas di Kutim Belum Terakreditasi
BELUM SEMUA: Peninjauan puskesmas yang telah terakreditasi. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Hingga kini masih ada sembilan dari 21 puskesmas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang belum terakreditasi oleh

Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang diberi kewenangan oleh Kemenkes, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan tahun ini seluruhnya akan meraih standardisasi tersebut. 

Padahal, akreditasi merupakan salah satu syarat kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Adanya akreditasi tersebut, puskesmas bisa melayani pasien pengguna jaminan kesehatan itu. 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kutim, Fatimah membenarkan belum semua Puskemsas terakreditasi. Dari 21 yang ada, sudah 12 yang berstandard.  

"Selanjutnya yang tersisa sembilan, tahun ini akan kami daftarkan," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Dijelaskan olehnya, awal mengikuti akreditasi yakni pada 2017 lalu, sebanyak enam puskesmas seperti Kecamatan Long Mesangat, Sangatta Selatan, Kongbeng, Teluk Lingga, dan Kaubun, Teluk Pandan mengikuti dan berhasil terakreditasi. Hal serupa terjadi di 2018 yang juga mampu meraih pengakuan akreditasi, seperti Puskesmas di Bengalon, Kaliorang, Sangkulirang, Rantau Pulung, Muara Wahau, dan Muara Ancalong. 

"Sisanya yang sembilan itu, tahun ini akan dikejar, dengan segala persiapan yang telah dimatangkan, dan implementasi dokumen. Lalu tinggal menunggu pengumuman kelulusan, biasanya tiga bulan setelah itu," tuturnya. 

Senada, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kutim, M Yusuf menargetkan grade yang diharapkan yakni madya, dari empat kelas yang ada, seperti dasar, madya, utama, dan paripurna.

 "Dari semua yang sudah terakreditasi, mayoritas Puskesmas Kutim sudah meraih madya, tapi ada satu yang terakreditasi dasar yaitu Puskesmas Sangkulirang, dan satu mencapai utama, yakni Sepaso Bengalon," jabarnya. 

Dengan akreditasi yang telah dicapai oleh beberapa Puskesmas, ia mengatakan kualitas pelayanan harus terus terjaga, jika sampai mengalami penurunan grade, maka saat evaluasi di tahun ke tiga dan saat dilakukan re-akreditasi, Puskesmas itu harus mengulang pendaftaran akreditasi kembali. 

"Minimal kita harus bisa mempertimbangkan nilai untuk bertahan digrade itu. Buat yang sudah terakreditasi dasar, harus ditingkatkan menjadi madya di tahun berikutnya," pintanya. 

Baik perdana maupun re-akreditasi, ada kewajiban untuk menyiapkan seluruh aspek pendukung. Seperti Plan, Do, Cek, Action (PDCA). Dimana hal ini merupakan aspek penting. Selain itu, adanya indikator lain seperti penggalangan komitmen, dukungan masyarakat, tim pendamping dan membuat dokumen. 

"Pernah ada kejadian, dulu kami pra survey ternyata Sangkulirang tidak masuk. Kalau saya baca rekomnya, sepertinya ada kekurangan di cek dan aksi. Saat kami cek Sangkulirang, ternyata penilaian belum lengkap. Makanya disana hanya mendapat akreditasi dasar," jabarnya. 

Adapun syarat akreditasi, yaitu standar administrasi dan manajemen yang meliputi, penyelenggaraan pelayanan kesehatan, kepemimpinan dan manajemen puskesmas, serta peningkatan mutu puskesmas. 

"Keperluan masyarakat survey kepuasan, keterbukaan publik di medsos. Semuanya harus berorientasi ke pasien. Sesuai dengan pelayanan mutu, seperti Puskesmas harus sesuai standard, mematuhi dan pelanggan harus puas," bebernya. (*/la)

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:31

Jalan Utama Sering Terkena Abrasi, Jalan Alternatif Terkendala APBD

Jalan poros Kecamatan Loa Kulu-Loa Janan rawan tergerus abrasi. Sebenarnya,…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Rusak Kabel Kontak Motor, Dua Maling Ini Sukses Curi Belasan Motor

    Dua Tersangka Curanmor Dibekuk Belasan Sepeda Motor dan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22

Tradisi Mulai Punah, Begasing Kembali Hidup

SANGATTA–Permainan gasing ini jaya pada eranya. Bahkan, pada masanya, gasing…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:21

Cari Sampingan, Pedagang Sembako Diciduk Petugas

  TABALAR–Seorang perempuan bernama Ani (44) terpaksa berurusan dengan pihak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

Piutang Rp 1,5 M Belum Dibayar, Diskes Kutim Tak Bisa Beli Obat

SANGATTA–Ketersediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Kutai Timur (Diskes Kutim) semakin…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:07

Kontainer Sempat Hambat Aktivitas Lalu Lintas

TANJUNG REDEB–Kondisi jalan yang berlubang membuat mobil kontainer milik PT…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:14

Sumber Debu di SMP 2 Masih Diselidiki

Uji baku mutu lingkungan segera dilakukan DLH Kukar untuk memastikan…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:13

Tiga Rumah Ambles ke Sungai Mahakam

TENGGARONG - Tiga rumah di RT 4, Desa Jembayan, Kecamatan…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:13

KASIAN..!! Nenek-Nenek Tewas Diseruduk Taksi

---bisa dibuatkan ilustrasi   Nenek Tewas Diseruduk Taksi   SENDAWAR…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:11

CEPATTT...!! Program Pemutihan IMB Berlaku Hingga Akhir Tahun

PENAJAM - Secara mengejutkan, Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*