MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 22 Juli 2019 11:03
Ponton Melanggar Keselamatan, Terancam Setop Beroperasi
DIPERKETAT: Alat penyebrangan tradisional penghubung Sangatta Selatan-Sangatta Utara. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Belum terealisasinya jembatan penghubung antara Sangatta Selatan-Sangatta Utara sejak dahulu, membuat keamanan ponton sebagai alat tradisional penyebrang kian diperketat. 

Sebab sejumlah kejadian meregang nyawa kerap terjadi. Angka kecelakaan air di Sungai Masabang tersebut pada 2019 ini sudah  menenggelamkan sekira empat kendaraan roda dua dari empat kasus. 

Sebelumnya, hal lain dijelaskan oleh PPNS Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Dishub Kutim, Zulkarnain yang mengatakan kecelakaan air kerap terjadi, terhitung sejak 2018-2019 menelan korban jiwa. 

"Sudah sekira dua sampai empat kali lah kejadian begini. Semoga ini yang terakhir," katanya. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kutim, Ikhasanuddin Syerpi, menegaskan pengawasan terhadap operasional ponton rutin dilakukan guna meningkatkan kapasitas pengamanan dan mencegah terjadinya kecelakaan. 

"Setiap bulan kami memeriksa alat keamanannya, seperti pelampung, lampu penerangan serta jaring besi," ujarnya. Pihaknya berkomitmen mengerahkan personelnya agar lebih intens melakukan pengawasan dan penjagaan di kawasan penyeberangan Sungai Sangatta. "Pengawasan ponton gencar kami lakukan, tapi kalau di luar pengawasan kami, mereka tidak taat lagi. Beda kalau ada kami semua alat keamanan terpakai," terangnya. 

Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menanggapi hal itu, menurutnya jika operator ponton tidak taat pada aturan, maka Dishub berhak untuk mensetop operasional. 

"Kenapa tidak diberhentikan kalau membahayakan, karena keselamatan nomor satu. Kalau tidak layak setop jangan biarkan mereka beroperasi," pintanya saat coffee morning belum lama ini. Ia meminta Dishub agar mengambil tindakan tegas saat ada indikasi pelanggaran. Namun harus diawali dengan sosialisasi. 

"Nanti sosialisasikan dulu, mereka harus faham dahulu. Kalau memang tidak diindahkan setop saja," tandasnya. (*/la)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 00:12

Pasca Idul Adha, Harga Cabai Masih Meroket

Lela Ratu Simi/KP SANGATTA - Hampir sepekan pasca Lebaran Idul…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:10

IDIHHH,..!! Penderita Penyakit Seksual Menular di Kutim Meningkat

SANGATTA - Ditutupnya lokalisasi Kampung Kajang di Sangatta Selatan merupakan…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:06

Lahan Dipakai Warga, Perjelas Status Lahan Pulau Kakaban

TANJUNG REDEB - Persoalan kepemilikan lahan di Pulau Kakaban yang…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:02

532 Warga Binaan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 10 Napi Langsung Bebas

TANJUNG REDEB - Sebanyak 532 warga binaan di Rumah Tahanan…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:54

Rutan Paser Over Kapasitas 400 Persen

Remisi menjadi hadiah yang sangat dinanti bagi setiap penghuni rumah…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:52

Pemondokan Jamaah Paser Bebas dari Banjir

MAKKAH – Kabar yang beredar di media sosial terkait banjir…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:39

KASIHAN..!! Warga Perbatasan Kesusahan Bahan Pangan saat Kemarau

SENDAWAR-Kemarau tengah dirasakan warga Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Sudah dua…

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:38

Sebulan Polres Kukar Sita Ribuan Liter Solar Ilegal

Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus dipantau.…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:52

Padamkan Karhutla, Pinjam Helikopter Skadron

TANJUNG REDEB- Puluhan hektare lahan sudah terbakar dalam dua pekan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:51

Banyak Manfaat, Bisnis Madu Kelulut Mulai Diminati

SANGATTA - Menggiurkan, bisnis madu klanceng atau kelulut (trigona bee),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*