MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 22 Juli 2019 10:23
Kepribadian Ganda, Tidak Sadar Berganti Peran, Obati Sebelum Merugikan
BERBEDA: Penderita bisa memiliki lebih dari dua kepribadian dalam satu tubuh. Tak hanya menjadi manusia, pasien DID juga bisa memiliki kepribadian layaknya seekor hewan. Dalam proses peyembuhan, dr Eka menjelaskan harus ada kerja sama antar lingkungan. Sebab, penderita tidak akan menyadari bahwa dia mengalami DID. (PIXABAY.COM)

PROKAL.CO, ADA beberapa jenis gangguan kepribadian. Namun yang akan diulas kali iniadalah kepribadian yang mampu membuat seseorang berubah menjadi orang lain. Dijelaskan dr Eka Yuni Nugrahayu Sp KJ, hal itu disebut dissociative identity disorder (DID) atau kepribadian ganda.

Jika gangguan kepribadian sebelumnya dapat dilakukan secara sadar, pasien DID malah tak menyadari akan hal yang sudah dia perbuat sebelumnya. Sebab, di kasus ini akan membuat pasien memiliki kepribadian individu yang terpecah sehingga muncul kepribadian lainnya.

“Sederhananya gangguan kepribadian ini, dalam satu tubuh ada dua atau lebih sifat yang bertolak belakang dengan sifat pribadinya. Misal, pasien ini memiliki sifat asli yang begitu lembut dan sopan. Namun di sisi lain dia tak menyadari kalau memiliki pribadi kejam, atau bahkan bertindak kriminal,” jelasnya.

Kepribadian ganda adalah bentuk dari gangguan disosiatif berat. Ditelusuri dari faktor dan gejala, seseorang berisiko mengalami DID karena pernah trauma semasa kecil. Baik kekerasan secara mental, fisik, atau seksual. “Ini gejala yang paling sering kami temukan. Di literatur yang kami baca pun berkata jika anak di bawah lima tahun sudah memiliki trauma berat, besar kemungkinan mengalami DID,” tambahnya.

Seseorang yang menderita DID kurang atau bahkan tidak menyadari sama sekali bahwa dirinya memiliki kelainan. Salah satu gejala yang dapat menjadi tanda yaitu merasa seperti dirasuki ketika kepribadian akan berganti, beberapa orang menggambarkan kondisi ini seperti kesurupan.

“Ini adalah hal yang pasti terjadi pada penderita DID. Misalnya dengan kepribadiannya yang lain dia pernah melukai seseorang. Kemudian pada hari berikutnya dia bertemu dengan korban yang pernah dia lukai dengan pribadi yang asli. Tentu saja dia menolak, karena ada ingatan yang terblokir saat dia berubah peran,” terang perempuan alumnus Universitas Airlangga itu.

Banyaknya kepribadian yang muncul dalam diri seseorang merupakan respons adaptif terhadap rasa sakit, takut, dan trauma  luar biasa. Hal ini mirip dengan mekanisme pertahanan diri. Sebab, biasanya penderita DID akan berubah jika sedang ada di situasi yang mengancam untuknya.

Masing-masing kepribadian pada gangguan kepribadian ganda memiliki identitas berbeda satu sama lain. Setiap kepribadian memiliki pola pikir, cara berbicara, perilaku, jenis kelamin, dan usia berbeda. “Tidak hanya pribadi seorang manusia, pasien DID juga bisa memiliki kepribadian seekor hewan. Hal ini juga terjadi akibat imajinasi yang timbul akibat rasa trauma yang masih membekas pada dirinya,” ungkap dokter di Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Mahakam Samarinda itu.

Pasien bisa sembuh asal bisa diajak kerjasama dalam prosesnya. “Saya pernah punya satu pasien DID yang punya tiga kepribadian. Hanya satu atau dua bulan saja dia datang untuk konsultasi, sisanya kabur dan enggak pernah datang lagi. Penyebabnya ya karena awalnya dipaksa, dan ada penolakan. Dia merasa dirinya baik-baik saja, padahal tidak dengan penilaian lingkungan terhadapnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Eka mengatakan bahwa dalam menangani kasus seperti ini, butuh kerjasama yang baik dengan lingkungan pasien. Sebab, pasien penderita DID tidak akan menyadari sebelum dia melihatnya sendiri.

Jikalau memang orang terdekat Anda sudah memiliki gejala DID, hal yang bisa Anda lakukan adalah sabar menghadapi dan merekam saat dia berganti kepribadian. Tunjukkan rekaman itu kepada dirinya agar percaya, dan segera datang ke psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan.

“Jangan takut ke psikiater, jangan minder karena disangka orang gila. Justru di sini lah solusi tepat. Bagi Anda yang menderita DID butuh penanganan secepatnya dan serius. Sebab, jika dibiarkan Anda bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya. (*/nul*/rdm2)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 10:16

Mitra Teras Mantap di Puncak

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Kesebelasan Mitra Teras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.