MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 22 Juli 2019 09:59
Pemprov-Pemkot Bagi Tugas Tangani Banjir
HARUS DIKEBUT: Pengerjaaan drainase Jalan PM Noor membuat jalur lalu lintas menyempit hingga terkadang menyebabkan macet. RAMA SIHOTANG/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemkot Samarinda bagi tugas dengan Pemprov Kaltim untuk menangani banjir di Kota Tepian. Pemprov mengerjakan normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) dibantu pemkot menyelesaikan masalah sosial. Di samping itu, pemkot fokus pada penanganan drainase dan normalisasi folder.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Hero Mardanus. Dia mengatakan, kedua kegiatan itu menjadi prioritas pemerintah daerah. “Agar ada pengurangan genangan. Paling tidak, air surut tidak lama ketika banjir,” singkatnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) DPUPR Samarinda Desy Damayanti mengatakan, anggaran normalisasi polder telah tersedia Rp 5 miliar. “Nanti (anggarannya) digunakan untuk pengerukan sedimentasi di Polder Gang Indra (Jalan Antasari) dan Polder Air Hitam (Jalan Aw Sjahranie). Ada juga peningkatan drainase di beberapa kawasan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya kebagian tugas memaksimalkan alat pengeruk lumpur watermaster. Sasarannya anak sungai yang mengalami penurunan fungsi. “Banyak yang sudah dangkal. Bahkan ada mati (anak sungai). Khusus di kawasan Sempaja, pengendalian menjadi tugas BWS Kalimantan III (Balai Wilayah Sungai)," beber dia.

Kendati demikian, kegiatan pengerukan di sejumlah polder maupun anak sungai belum berdampak signifikan. Ini terbukti ketika hujan lebat, genangan masih lambat turun. Menanggapi ini, Desy menyebut, daya tampung drainase sekarang tidak seimbang dengan debit air yang ada. “Apalagi faktor alam. Makanya kegiatan pengendalian banjir hanya dapat mengurangi," jelasnya.

“Termasuk kinerja watermaster di belakang Unmul (Universitas Mulawarman) juga tidak bisa memberikan hasil maksimal. Penumpuk sedimentasi sudah terlalu tinggi. Jadi, kalau curah hujannya berlebih, itu di luar skema perencanaan kami," pungkasnya. (*/dq/kri/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 10:05

Bentuk Pelestarian Olahraga Tradisional

SAMARINDA menjadi tuan rumah gelaran Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat (Fornas).…

Senin, 18 November 2019 09:18

Bandara Tutup, Sopir Aktifkan Aplikasi

SAMARINDA – Penutupan sementara Bandara APT Pranoto Samarinda pada 20…

Senin, 18 November 2019 09:13

Sindikat Curanmor Terbongkar, Satu Orang yang Gondrong Dibuat Cacat

SAMARINDA - Sindikat curanmor yang telah beraksi berulang kali berhasil…

Minggu, 17 November 2019 14:32

Proyek MYC Ditarget Rampung Akhir Desember

SAMARINDA–Tak hanya Jembatan Mahakam IV yang menjadi sorotan publik. Ada…

Minggu, 17 November 2019 14:27

Revisi RTRW Diusulkan di Prolegda 2020

SAMARINDA–Pembenahan kawasan kumuh di Sungai Karang Mumus (SKM) jadi atensi…

Minggu, 17 November 2019 14:26

Kelurahan Sungai Keledang Kebakaran Lagi, Belum Sepekan, 10 Bangunan Hangus

SAMARINDA–Kepulan asap masuk dari celah dinding kediaman Yuliani (38). Suaminya…

Minggu, 17 November 2019 14:04

Keluhkan Akses Jalan Alternatif SMP 38 yang Buruk

Tak kunjung selesai permasalahan pembebasan lahan di SMP 38. Bukan…

Sabtu, 16 November 2019 23:08

Ajang Kreativitas Seni dan Musik Teh Pucuk Harum, 140 Band Samarinda Ikut Seleksi

SAMARINDA-  Teh Pucuk Harum kembali menggelar ajang kreativitas seni dan…

Jumat, 15 November 2019 13:00

Progres Proyek Sisa 60 Persen, Komisi III Jadwalkan Peninjauan Pembangunan Infrastruktur

  SAMARINDA. Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan…

Jumat, 15 November 2019 09:18

Satukan Presepsi Terkait Data LTT di Kaltim

SAMARINDA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim menggelar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*