MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:53
Pelaku Pembakaran Kyo Ani Sakit Mental, Mengaku Novelnya Diplagiat
Warga menghaturkan doa di lokasi kantor studio animasi Kyoto Animation Co. Insert Shinji Oba, sang pelaku pembakaran.

PROKAL.CO, class="Default">TOKYO–  Shinji Aoba berang. Dia merasa karyanya telah dijiplak oleh Kyoto Animation Co,. Amarah itulah yang membuatnya nekat membakar kantor studio animasi yang terletak di Distrik Fushimi, Prefektur Kyoto, Jepang itu Kamis pagi (18/7) lalu. Pernyataan itulah yang diberikannya pada polisi sebelum dia ditangkap. Tapi pernyataannya tak bisa ditelan mentah-mentah. Sebab polisi menyatakan bahwa pria 41 tahun itu mentalnya terganggu.

''Kami masih belum mengetahui hubungan tersangka dengan Kyoto Animation,'' ujar Juru Bicara Kepolisian Distrik Fushimi Ryoji Nishiyama dalam konferensi pers kemarin (19/7).

Polisi meminta agar publik tidak berspekulasi lebih dulu terkait dengan motif tersangka hingga Aoba bisa ditanyai lagi secara langsung. Saat ini dia masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar cukup parah di bagian wajah, kaki, dada dan tangannya. Polisi masih belum bisa mengorek keterangan darinya.

Tindakan Aoba berakibat fatal. Korban jiwa terus merangkak naik. Kemarin dipastikan 33 orang tewas. Yaitu 20 orang pegawai perempuan, 12 laki-laki dan satu lagi belum teridentifikasi jenis kelaminnya. Beberapa korban tewas memang dalam kondisi tak bisa dikenali lagi karena terbakar. Selain itu 35 orang mengalami luka-luka. Sebagian besar patah tulang karena mereka lompat dari latai dua dan tiga.

Nishiyama mengungkapkan bahwa 20 orang korban tewas ditemukan tergeletak di lantai menuju atap. Sebelas jasad lainnya berada di lantai dua. Sedangkan dua sisanya ada di lantai satu. Pada saat kejadian ada 74 orang di dalam gedung.

Api menyebar dengan begitu cepat dan langsung besar sehingga banyak pegawai tak punya waktu untuk melarikan diri. Penduduk sekitar juga tak berani mendekat karena besarnya api. Orang-orang berlarian dan berteriak dalam kondisi terbakar. Bensin dalam jumlah besar yang dituangkan dengan cepat berubah menjadi gas dan menyebabkan ledakan.

''Rasanya saya seperti melihat neraka,'' terang salah satu saksi mata seperti dikutip Agence France-Presse.

Pegawai juga hanya punya dua opsi. Yaitu keluar lewat pintu utama di lantai satu atau pergi ke atap. Tidak ada pintu keluar lain di gedung tiga lantai itu. Pelaku menuangkan  bensin di sekeliling lantai satu dan membakarnya. Itu membuat peluang keluar dari pintu utama sangat tipis.

Keluarga korban masih ketir-ketir. Sebab hingga kemarin polisi belum merilis nama-nama korban tewas. Salah satu yang masih hilang adalah Megumi Ono. Perempuan 21 tahun itu statusnya masih belum jelas. Rata-rata pegawai di studio animasi yang dikenal dengan nama KyoAni itu berusia 20an tahun seperti Ono.

''Dia ada di lantai dua. Namanya tidak ada dalam daftar korban yang dikirim ke rumah sakit,'' ujar Kazuo Okada pada NHK. Okada adalah kakek Ono. Dia ingin sekali melihat cucunya dan memastikannya masih hidup.

Kebakaran di KyoAni membuat banyak pecinta anime merasa kehilangan. Puluhan orang mendatangi gedung yang sudah dilahap api itu dan menaruh bunga sebagai tanda duka cita. Situs penggalangan dana online untuk KyoAni kemarin siang sudah mendapatkan USD 1,3 juta atau setara Rp 18,11 miliar.

Pembakaran termasuk kejahatan berat di Jepang. Itu karena banyak bangunan di negeri sakura tersebut yang terbuat dari kayu agar tahan gempa. Namun kasus KyoAni bukanlah yang pertama. Gedung di Distrik Kabukicho, Tokyo juga pernah terbakar 2001 lalu. Kala itu 44 orang dilaporkan tewas. Polisi menyebut bahwa itu tindak kejahatan pembakaran tapi mereka tidak berhasil menahan seorangpun sebagai pelaku. (sha)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 11:12

Pesta Pernikahan Berubah Petaka

KABUL–Seharusnya para tamu undangan dan kerabat di Kabul, Afganistan, ini…

Senin, 19 Agustus 2019 09:58

Mencari Solusi Krisis Pengungsi Rohingya

Pekan depan usaha repatriasi warga Rohingya dimulai. Pulang berarti berjudi…

Senin, 19 Agustus 2019 09:56

Rohingya, Entitas yang Dianggap Tak Pernah Ada

"Saya akan menjadi buron atau tidak eksis sama sekali." Kalimat…

Senin, 19 Agustus 2019 09:55

Denuklirisasi Kian Sulit, Jong-un Pantau Peluncuran Rudal

Niat Korea Selatan berbicara dengan tetangganya dinilai sebuah kelancangan. Korea…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:04

Tiongkok Mulai Siagakan Tentara, Kirim Pasukan Dekati Hongkong

HONGKONG– Tiongkok berang. Mereka mengancam tak akan lagi tinggal diam…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Baku Tembak Lukai Enam Polisi

PHILADELPHIA– Warga daerah Nicetown-Tioga, Philadelphia, AS, baru saja melalui drama…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:45

YAELLAA...Gali Kuburan Cuma untuk Dapat Seragam

”ISTIRAHAT” Martin Hikuku Alukoye terganggu. Gara-garanya soal seragam. Pria 31…

Rabu, 14 Agustus 2019 14:54

Gigi Palsu Nyangkut di Tenggorokan

Kasihan sekali kakek 72 tahun asal Inggris ini. Selama delapan…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:59
Bandara Hongkong Dikepung Demo

Lima Ribu Orang Kacaukan Penerbangan

HONGKONG– ’’Semakin keras Anda melempar bola semakin kencang juga ia…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:58

Hongkong Sudah "Panas" Ditambah Hoaks Bikin Makin Resah

SUHU politik di Hongkong tinggi bukan main. Salah satu yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*