MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49
Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Gerai Barang Mewah Mengeluh Kurang Pengunjung

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut berkunjung dan toko-toko mengalami penurunan penjualan.

PROKAL.CO, class="Default">Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut berkunjung dan toko-toko mengalami penurunan penjualan.

 

SITI AISYAH, Jawa Pos

 

CHARLES Kee sudah memesan tiket untuk ke Hongkong Agustus mendatang. Tapi penduduk Singapura itu tak yakin bakal pergi atau tidak. Situasi di Hongkong masih belum tenang. Aksi massa bisa terjadi kapan saja. Kee tak ingin perjalanannya terganggu.

''Hongkong lumayan kecil, jadi jika turis ingin menghindari area yang mungkin dijadikan tempat protes maka hanya ada sedikit hal yang bisa kami lakukan di sana,'' ujarnya seperti dikutip Bloomberg.

Kee bukan satu-satunya yang memiliki pemikiran seperti itu. South China Morning Post melaporkan bahwa berdasar penelitian HSBC, diperkirakan 350 ribu turis dari Tiongkok tidak akan pergi ke Hongkong tahun ini untuk menghindari terjebak di antara kericuhan aksi massa.

Hong Kong Federation of Unions juga menyatakan hal serupa. Yaitu terjadi penurunan 5,6 41 persen turis dari Tiongkok di bulan Juni. Biasanya per bulan ada 7.800 kunjungan dari negeri panda itu. Okupansi hotel juga ikut terjun bebas hingga 20 persen. Diperkirakan bulan ini penurunan okupansi malah sampai 40 persen.

Setali tiga uang, penelitian yang dilakukan oleh  ForwardKeys juga menemukan bahwa pemesanan tiket ke Hongkong dari negara-negara Asia turun 5,4 persen pada periode 16 Juni-13 Juli. Itu tidak termasuk dari Taiwan dan Tiongkok.

Penurunan jumlah turis itu berdampak langsung pada bisnis. Utamanya gera-gerai barang-barang mewah dan bermerek. Richemont salah satunya. Perusahaan asal Swiss itu mengungkapkan bahwa selama ini Hongkong merupakan salah satu pasar utama penjualan jam tangan produksi mereka. Tapi sejak adanya demo menentang RUU Ekstradisi, penjualan mereka ikut terpukul.

''Penjualan di Asia-Pasifik meningkat pada trimester kedua kecualidi Hongkong. Penurunan terjadi karena aksi massa baru-baru ini dan menguatnya dollar Hongkong,'' bunyi pernyataan  Richemont Kamis (18/7).

Richemont  bukanlah satu-satunya gerai yang mengalami kemerosotan penjualan. Keluhan yang sama juga dirasakan oleh perusahaan perhiasan, jam tangan dan parfum mewah asal Prancis Van Cleef & Arpels, Cartier dan beberapa merek kenamaan lainnya. Mereka semua mengeluhkan penurunan kunjungan turis ke Hongkong.

Industri kosmetik juga mengalami hal yagn sama. Penjualan kosmetik milik Sa Sa International Holdings Ltd., di Hongkong dan Macau pada triwulan kedua sudah turun 15,3 persen. Di periode yang sama,  Chow Tai Fook Jewellery Group Ltd, turun 11 persen.

 Hong Kong Retail Management Association (HKRMA) mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota mereka penjualannya bulan lalu merosot. Juli-Agustus biasanya adalah musim “panen” bagi para retailer. Tapi jika protes tetap berlangsung maka diprediksi beberapa bulan kedepan terjadi penurunan hingga dua kali lipat dibanding sekarang.

''Toko yang tutup tiba-tiba karena protes tidak hanya meneybabkan penjualan menurun tapi juga secara lagnsung berdampak pada penghasilan staf,'' bunyi pernyataan HKRMA seperti dikutip BBC. Utamanya untuk para pegawai paro waktu dan mereka yang dibayar berdasarkan komisi. Banyak gerai di pinggiran kota bahkan harus tutup lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Itu karena tidak ada pelanggan yang datang ke toko-toko mereka.

Hongkong adalah salah satu pusat belanja bagi orang-orang kaya di Asia. Luca Solca, analis di Sanford C. Bernsteom  mengungkap bahawa Hongkong menyumbang 5-10 persen penjualan barang-barang mewah secara global.

Ketakutan itu beralasan. Sebab massa berencana turun ke jalan lagi akhir pekan ini. Mereka tidak akan berhenti hingga Pemimpin Eksekutif Hongong Carrie Lam turun dan RUU Ekstradisi dicabut. Massa juga ingin demokrasi dikembalikan ke wilayah administrasi khusus tersebut. Aksi massa dalam jumlah yang lebih kecil ada setiap hari. ''Protes akan terus berlangsung,'' tegas Legislator Partai Buruh Fernando Cheung. (sha)

 

 


BACA JUGA

Senin, 26 Agustus 2019 00:37

Saran Minta Bantuan China Selamatkan BPJS Kesehatan Dikritik Keras, Ini Penjelasan Luhut

Saran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mendadak menuai…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:19

IKN Jangan Jadi Proyek Mangkrak, Pemerintah Tolak Usul Referendum

JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:50
Pemerintah Jadi Hati-Hati Bicara Soal IKN

Fokus ke Transportasi Berbasis Rel di Ibu Kota Baru

JAKARTA  -Setelah keceplosannya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu

Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia

SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*