MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33
Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli
Pelaksanaan PPDB di Balikpapan beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan berakhir. Sekolah swasta dirugikan.

 

BALIKPAPAN – Indikasi praktik jual beli kursi hingga keterlibatan oknum pejabat terendus setelah proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online berakhir. Dugaan ini santer dilakukan para orangtua yang anaknya sempat ditolak masuk sekolah negeri.

Meski enggan terbuka, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kaltim tak memungkiri ada kelemahan setelah proses PPDB online berakhir. Berdasarkan laporan yang masuk ke meja mereka. Salah satunya peluang calon peserta didik masuk ke sekolah negeri tanpa melalui jalur resmi. Namun, perlu dilakukan klarifikasi terlebih dulu kepada pemerintah.

“Ada temuan di daerah dan ada temuan sistematis dari Permen Nomor 51 Tahun 2018,” kata Koodinator Tim Pengawasan PPDB ORI Kaltim, Hamsah Fansuri (19/7).

Pria yang akrab disapa Ifan itu menjelaskan, dari pemantauan di dua daerah yakni Samarinda dan Balikpapan, tak ditemukan terlalu banyak persoalan terkait pelaksanaan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan masing-masing daerah. Untuk sistem dan aplikasi pendaftaran, SD dan SMP cenderung aman.

“Tak ada masalah signifikan. Karena vendor mereka masih Telkom,” kata Ifan.

Untuk kuota rombongan belajar (rombel) pun dari pemantauan terakhir pengumuman hasil PPDB online, tak ditemukan kelebihan jumlah siswa dalam satu rombel. Untuk SD ada 28 siswa dan SMP ada 32 siswa. Namun, kondisi ini masih perlu diawasi hingga berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). “Apa memang tidak ada titipan. Atau jalur selain online,” katanya.

Sementara untuk SMA ada temuan mengenai ketimpangan jumlah rombel di tiap sekolah. Sesuai aturan dalam satu rombel SMA berjumlah 36 siswa. Namun, sejumlah sekolah ada yang hanya menetapkan 32 hingga 34 siswa. “Kami pantau juga pasca-PPDB online,” sebutnya.

Di SMA ini, ORI Kaltim juga sempat melakukan mediasi. Ada pengaduan orangtua yang anaknya memiliki nilai tinggi untuk masuk ke salah satu SMA negeri, namun tak tercantum dalam daftar.

“Sudah diklarifikasi. Namun hasilnya belum bisa kami beber. Tunggu saja nanti kami rilis semua,” sebutnya.

Untuk SMK, persoalan seputar vendor penyedia aplikasi masih jadi catatan. Karena hingga batas pengumuman akhir pun, sejumlah orangtua melaporkan kesulitan mengakses daftar siswa yang diterima secara online. Berdampak pada ketidakpastian. Apakah anaknya lolos PPDB online atau tidak.

“Kalau mereka tahu anaknya kemungkinan tak lolos kan bisa langsung cabut berkas dan mendaftar di sekolah lain,” sebutnya.

Catatan lain adalah, di mana pihak sekolah tak bisa berbuat apa-apa begitu terjadi kesalahan atau kegagalan dalam sistem aplikasi PPDB. Sementara para orangtua berhak mengetahui status anaknya di sekolah bersangkutan. Sementara pihaknya masih menyusun catatan ini.

“Lalu kami laporkan kepada kepala daerah dan dinasnya,” ucapnya.

Sejumlah kasus yang ditemukan media ini terkait dugaan praktik transaksi kursi dan keterlibatan oknum pejabat untuk meloloskan calon peserta didik pun telah diketahui ORI Kaltim. Indikasinya adalah membengkaknya jumlah peserta didik yang lolos di atas kuota yang ditetapkan. Namun mereka belum bisa membebernya ke publik.

“Benang merahnya sudah ada di kami. Kami sudah dapat informasi beberapa sekolah melakukan itu (praktik titipan). Ini terjadi pasca-PPDB,” katanya.

Ifan menyebut, ORI pada dasarnya bukan lembaga yang bisa memberikan sanksi kecuali administrasi. Karena itu pihaknya akan bekerja sama dengan tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli). Jika memang dalam pengawasan setelah PPDB terjadi indikasi praktik pungutan atau transaksi jual beli kursi.

“Kami sudah sampaikan ini dalam pertemuan dengan para kepala sekolah,” katanya.

ORI Kaltim juga akan melakukan klarifikasi mengenai daftar peserta didik yang lolos dan tak lolos dalam PPDB online. Karena dengan pihak sekolah tak mengetahui alasan seorang calon peserta didik gagal masuk ke sekolahnya, maka perlu dilakukan penjelasan. Sementara para orangtua mengaku keberatan jika anaknya tersingkir dengan alasan yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Misal ada yang nilainya tinggi tapi tak lolos. Ternyata mereka digeser oleh gakin (keluarga miskin). Tapi apakah memang yang masuk itu gakin. Dasarnya mereka gakin apa,” ujarnya.

Sementara itu, dugaan adanya peserta didik titipan ini diamini oleh Ketua Dewan Pengawas Kota (DPK) Balikpapan Yudi. Disebut, praktik curang ini membuat sekolah swasta yang seharusnya diuntungkan dengan sistem zonasi justru tak merasakannya.

“SD dan SMP cenderung aman. Yang rusak ini yang tingkat SMA/SMK,” kata Kepala SMK Sinar Pancasila itu.

Menurutnya, pelaksanaan PPDB online tahun ini benar-benar membuat sekolah swasta yang tak diunggulkan terpuruk. Sejak awal, kerusakan server membuat banyak calon peserta didik terlambat mengambil keputusan untuk pindah ke sekolah swasta jika memang berpotensi tak lolos di sekolah negeri.

“Lalu (sekolah negeri) ada yang menambah kuota rombel. Dari 32 menjadi 36 siswa. Gakin begitu juga. Pun ada SMK yang menambah kelas,” ujarnya.  

Dengan banyaknya siswa yang lintas zonasi dan menggunakan jalur gakin, sekolah swasta yang seharusnya menjadi pelarian peserta didik yang ditolak di SMA/SMK negeri tak mendapat porsi. Kondisi diperparah dengan adanya dugaan titipan-titipan setelah PPDB berakhir.

“Sekolah kami buka enam kelas. Yang terisi hanya dua kelas enggak sampai. Itu pun dari 45 yang sudah diterima, 4 orang dari gakin cabut berkas. Pindah ke sekolah negeri,” sebut Yudi lantas tertawa.

Nasib kuota rombel tak terpenuhi disebutnya terjadi hampir di semua sekolah swasta. Karena itu DPK segera membuat pertemuan dengan sekolah negeri untuk menyelesaikan persoalan ini. Agar tak terjadi kasus serupa di PPDB tahun depan.

“Bakal ada rekomendasi yang kami buat. Kami tak mencari banyaknya siswa. Tapi lebih pada pemerataan mutu pendidikan di Balikpapan,” ungkapnya. (rdh/dwi)     

 


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 12:19

IKN Jangan Jadi Proyek Mangkrak, Pemerintah Tolak Usul Referendum

JAKARTA- Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas)…

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:50
Pemerintah Jadi Hati-Hati Bicara Soal IKN

Fokus ke Transportasi Berbasis Rel di Ibu Kota Baru

JAKARTA  -Setelah keceplosannya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu

Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia

SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*