MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 19 Juli 2019 23:21
Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan
PPDB di Balikpapan beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah negeri di penerimaan peserta didik baru (PPDB) online 2019 menjadi hal di luar kendali pihak sekolah. Karena lembaga pendidikan tersebut bukan operator atau provider sistem. Jadi jika ada anak yang terlempar dari daftar meski memiliki nilai yang tinggi, sekolah tak bisa berbuat apa-apa.

“Kalau berbicara masalah sistem kami angkat tangan. Itu ranahnya provinsi yang bisa jawab,” kata Kepala SMK 1 Balikpapan M Syukri, kemarin (18/7).

Sebagai ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Balikpapan, dia menjelaskan jika PPDB di SMK berbeda dengan jenjang lain, termasuk SMA. Karena tak menggunakan sistem zonasi. Jadi tak ada istilah zona ring 1 yang menjadi tolok ukur kewajiban sekolah menerima calon peserta didik.

“Calon peserta didik bisa mendaftarkan diri sesuai dengan minat dan kompetensinya,” kata Syukri.

Tekait kasus Randi Ashary, Syukri menyebut tahun ini SMK 1 menerima lebih dari 2.115 calon peserta didik. Dari jumlah tersebut yang diterima hanya 672 orang dengan 21 rombel. Sesuai petunjuk teknis, tahun ini SMK 1 membuka kesempatan 10 persen bagi di lingkungan sekitar. Namun, kondisinya membeludak. Sehingga sistem ranking tetap diterapkan.

“Itu pun untuk golongan gakin (keluarga miskin) yang tertolak ada 47 anak,” tuturnya.

Namun. untuk mengakomodasi gakin ini, dia tengah membuat permohonan kepada provinsi untuk membuka dua kelas khusus dengan jurusan yang sudah ditentukan. Dengan pertimbangan ketersediaan guru dan workshop.

“Terus terang kami kekurangan guru kejuruan. Banyak yang pensiun dan meninggal dunia,” katanya. Pemetaan terhadap calon peserta gakin yang tertolak sudah dilakukan. Orangtua pun disebut telah dihubungi terkait niat sekolah ini.

Randi Ashary merupakan lulusan SMP Wiyata Mandala Balikpapan. Dengan nilai 197,5. Namun, karena insentif daerah, nilai yang ada ditambah 60 poin. Menjadi 257,50. Dengan angka tersebut, ayahnya Abdul Haq dan istri yakin anaknya bisa diterima.

“Pukul 01.00 Wita dicek sama istri saya. Nama anak kami masih terdaftar. Tapi pagi hari kami cek sudah tak ada,” kata pria yang biasa Daeng Maro itu.

Abdul menaruh asa. Lantaran keinginan putranya bisa masuk ke sekolah kejuruan negeri tersebut. Karena setelah lulus SMP, anaknya pernah menyampaikan keinginannya sekolah di SMK 1. Karena dianggap sekolah terdekat dan terbaik agar bisa memiliki masa depan yang cerah. Dan bisa lebih baik dari orangtuanya.

“Tapi kalau begini saya kondisinya, mending saya didik jadi preman saja,” kata Abdul jengkel. (rdh/dwi)

 


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 00:48

Ini Cerita Perias Presiden SBY dan Jokowi

 Leader project official make up Paskibraka Nasional 2019, Tri Winarsih…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40

KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal

SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:36

Soal Pemindahan Ibukota Negara, Isran Minta Pusat Objektif

ELITE pusat dan daerah masih dibuat penasaran oleh Presiden Joko…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:34
Belanja 2020, Fokus Perkuat SDM

RAPBN Rp 2.528 T untuk Pendidikan Rp 505,8 T

JAKARTA–Tantangan ekonomi tahun depan diprediksi semakin berat dan kompleks. Hal…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:27

Pemindahan Ibukota, Bappenas-Gubernur Rapat di Balikpapan

HUT ke-74 RI seperti membawa berkah bagi Kaltim. Nama Benua…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:24

Kisah Heroik Sekkot Sugeng Kibarkan Merah Putih di Mahameru

Gunung menjadi kawan akrab Sugeng Chairuddin setiap 17 Agustus. Demi…

Jumat, 16 Agustus 2019 21:11

Pindahkan Ibukota, Presiden Diminta Segera Ajukan RUU

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan Ibu Kota dari…

Jumat, 16 Agustus 2019 21:05

Doa Senator di Depan Jokowi: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Seisi Ruang Sidang Bilang Aminnnnnn....!!

Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi meminta izin memindahkan ibu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

MANTAP..!! Masyarakat Balikpapan Paling Dermawan

SAMARINDA- Masyarakat Balikpapan memiliki keinginan berbagi yang tinggi. Setidaknya ini…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Diduga Ada Peran Aktor Lain, Polisi Diminta Bongkar Kasus Tambang

BALIKPAPAN – Berkas perkara tersangka berinisial Fer telah dilimpahkan ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*