MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub
Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor
MENUJU KUNINGAN: Nawawi Pomolango (kiri) bersama Ketua MA Hatta Ali. IST

PROKAL.CO, Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi Pomolango kini merintis jalan menjadi calon pimpinan KPK.

DINA ANGELINA, Balikpapan

PERJALANAN menjadi hakim sudah membawanya mengelilingi berbagai daerah di Tanah Air. Mulai Jakarta, Bandung, Poso, dan kini bertugas di Pengadilan Tinggi Bali. Meski sering berpindah kesana kemari, Kota Minyak memiliki tempat yang spesial bagi pria kelahiran Bolaang Mingondow Utara, Sulawesi Utara itu.

Balikpapan merupakan kota terlama dia pernah bertugas. Sejak 2000-an, Nawawi meniti karier menjadi hakim anggota sekaligus Humas Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Ditambah lagi, dia juga bertemu sang tambatan hati di kota ini. Kini pujaannya sudah menjadi teman hidup yang setia menemani.

Bahkan meski telah menghadapi beragam jenis perkara baik ringan sampai berat. Justru sebuah kasus yang terjadi di Balikpapan begitu membekas di benaknya. “Justru ada perkara yang keliatan biasa, tapi sampai sekarang masih teringat dengan baik,” ujarnya.

Perkara itu melibatkan seorang siswa SMP, kejadiannya sekitar 2004. Saat itu, sekolah secara mendadak mengadakan ulangan di sekolah. Sementara seorang siswa terlihat tidak siap. Dia berinisiatif membuat kabar bohong agar ulangan batal digelar hari itu. Tak main-main, siswa itu berani menelepon guru dari kamar mandi sekolah. Kemudian mengatakan ada bom di sekolah yang membuat seluruh orang seketika panik.

“Dia didakwa dengan kasus terorisme. Pada waktu bersamaan ada kunjungan Kapolri yang turut mendengar isu itu,” ujarnya. Nawawi yang saat itu ditunjuk sebagai hakim memiliki pandangan berbeda. Dia yakin siswa tersebut tidak ada hubungan dengan terorisme.

Akhirnya dia mendakwa anak itu dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan. Hukuman percobaan hingga dikuatkan. Beberapa tahun kemudian saat dia sudah bertugas di Jakarta, ibu dari anak tersebut menghubunginya. Bercerita bahwa anak itu sudah tumbuh dengan baik. Dia pun ikut terharu dan mengenang momen tersebut.

“Saya ikut senang. Bayangkan kalau saya memutuskan hukuman anak itu dengan dakwaan teroris. Kasus ini keliatan kecil, tapi menggugah hati,” ungkapnya. Selama berkarier menjadi hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dia telah mengadili beberapa kasus korupsi yang menarik perhatian nasional.

Misalnya menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Akibat menerima suap sebesar 10 ribu dolar AS dalam putusan uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemudian memberi hukuman kepada mantan Ketua DPD Irman Gusman selama 4,5 tahun penjara dalam kasus suap kuota gula impor.

Serta yang tak kalah heboh, kasus korupsi impor daging sapi dengan terdakwa Presiden PKS Lutfi Hasan Ishak. Bahkan, Nawawi pernah didapuk menjadi wakil ketua PN Bandung menggantikan wakil ketua PN sebelumnya yang ditangkap KPK pada 2014. Kehidupan sebagai hakim sudah pasti penuh rintangan.

Baginya sudah biasa saja menerima ancaman atau teror. Keluarga pun mengetahui dan paham soal risiko pekerjaannya. Dia sudah juga merasakan berada di kota yang rawan konflik. Contoh ke Makassar seperti uji nyali bagi hakim. Bagaimana tidak, demo bisa satu sampai tiga kali dalam sehari.

Kemudian dia pernah menjabat sebagai ketua PN Poso saat masa tegang daerah tersebut. Tidak perlu teror saja berada di sana sudah cukup mengerikan. Baginya semua kasus memiliki tantangan masing-masing. “Tapi ini yang menjadi modal saya juga karena sudah terbiasa berada di situasi seperti itu,” imbuhnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua PN Samarinda itu menuturkan, partisipasinya dalam seleksi calon pimpinan (capim) KPK sesungguhnya karena keresahan melihat pemberantasan korupsi. “Selama bertugas dulu sebagai hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta hanya menunggu perkara untuk diadili. Artinya tinggal menunggu gol saja,” ucapnya melalui sambungan telpon.

Menurut pria berusia 57 tahun itu, KPK belum memiliki pencapaian besar yang sebanding dengan kewenangan lembaga tersebut. Hal itu yang membuatnya terus berpikir untuk turut andil dalam pemberantasan korupsi. Ketika terbuka kesempatan seleksi capim KPK, Nawawi tidak melewatkan.

“Saya minta restu dari pimpinan Mahkamah Agung, meski hanya secara lisan sudah memberikan dukungan penuh,” ujarnya. Tentu tidak mudah, dia telah melewati pertimbangan yang matang. Mengingat karier Nawawi sebagai hakim sudah sangat baik dan aman. Dia tak perlu bersusah payah lagi.

Namun tetap saja, keresahan melihat kasus korupsi memberikan keyakinan penuh untuk dia berkontribusi pada negara. Dia merasa latar belakang dirinya yang berangkat sebagai hakim, tidak jauh dari domain pekerjaan KPK. Nawawi mengaku selama mengikuti tahapan pertama capim, dia belum memiliki persiapan khusus.

“Hanya menampilkan pengetahuan dan kemampuan sebagai hakim dalam kasus tipikor,” tuturnya. Dia pun tak ingin memperhitungkan berapa besar potensi lolos menjadi salah satu pimpinan KPK. Semua dinikmati mengalir seperti air. Dia hanya berpegang teguh pada keinginan awalnya untuk berkontribusi melalui KPK.

“Kalau memang ada jalan buat saya pasti bisa, kalau tidak ya bukan jalan saya,” ucapnya santai. Setelah lolos tahap pertama administrasi, peserta capim KPK masih harus melewati beberapa tahapan tes. Di antaranya uji kompetensi hingga wawancara uji publik.

Salah satu konsep gebrakan yang ingin dibawa ke KPK adalah program pemiskinan untuk pelaku korupsi. Menurutnya, kini orang justru lebih takut miskin daripada takut mati. Pelaku koruptor banyak mendapat remisi dan tenang saja, tak merasa bersalah. Belum lagi kinerja penerapan dakwaan money laundry yang terlalu rendah.

Berdasarkan total 313 catatan kasus di era KPK saat ini, dari keseluruhan perkara itu hanya 15 yang dilekatkan dakwaan money laundry. Sehingga seperti tidak ada standar mana perkara yang masuk money laundry dan tidak. “Kesannya jadi seperti pilih-pilih kasus. Harusnya dakwaan pencucian uang bisa lebih optimal. Apalagi ada bantuan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),” pungkasnya.

Sebenarnya ada dua capim KPK asal Balikpapan yang lolos administrasi. Selain Nawawi, ada Purwo Atmojo. Purwo diketahui sebagai dosen di Universitas Balikpapan dan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan. Namun sayang permintaan wawancara khusus Kaltim Post tak kunjung bersambut hingga tulisan ini dimuat.

Meski begitu, dari salinan pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK yang diperoleh Kaltim Post, Purwo Atmojo bertempat tinggal di Perumahan Batakan Mas, Balikpapan Timur. Sedangkan Nawawi bertempat tinggal di Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) II, Balikpapan Selatan. (rom)

 


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40

KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal

SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:36

Soal Pemindahan Ibukota Negara, Isran Minta Pusat Objektif

ELITE pusat dan daerah masih dibuat penasaran oleh Presiden Joko…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:34
Belanja 2020, Fokus Perkuat SDM

RAPBN Rp 2.528 T untuk Pendidikan Rp 505,8 T

JAKARTA–Tantangan ekonomi tahun depan diprediksi semakin berat dan kompleks. Hal…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:27

Pemindahan Ibukota, Bappenas-Gubernur Rapat di Balikpapan

HUT ke-74 RI seperti membawa berkah bagi Kaltim. Nama Benua…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:24

Kisah Heroik Sekkot Sugeng Kibarkan Merah Putih di Mahameru

Gunung menjadi kawan akrab Sugeng Chairuddin setiap 17 Agustus. Demi…

Jumat, 16 Agustus 2019 21:11

Pindahkan Ibukota, Presiden Diminta Segera Ajukan RUU

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan Ibu Kota dari…

Jumat, 16 Agustus 2019 21:05

Doa Senator di Depan Jokowi: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Seisi Ruang Sidang Bilang Aminnnnnn....!!

Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi meminta izin memindahkan ibu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

MANTAP..!! Masyarakat Balikpapan Paling Dermawan

SAMARINDA- Masyarakat Balikpapan memiliki keinginan berbagi yang tinggi. Setidaknya ini…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Diduga Ada Peran Aktor Lain, Polisi Diminta Bongkar Kasus Tambang

BALIKPAPAN – Berkas perkara tersangka berinisial Fer telah dilimpahkan ke…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:14

Masih Ada 168 ASN Eks Koruptor yang Belum Dipecat

JAKARTA– Pemecatan terhadap aparatur sipil negara yang terbukti tersangkut kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*