MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 17 Juli 2019 11:32
Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

PROKAL.CO, JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung bertahun-tahun akhirnya rampung. Pemerintah Indonesia dan perusahaan migas asal Jepang Inpex menyepakati plan of development (PoD) atau rencana pengembangan blok di Laut Arafuru itu.

Kesepakatan dilakukan di hadapan Presiden Joko Widodo di istana kepresidenan Jakarta kemarin. ”Kami melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa persetujuan pemerintah terhadap pembangunan Blok Masela sudah diberikan,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dengan persetujuan revisi PoD, pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama 7 tahun dari 2028 menjadi 2035. Kemudian, ada perpanjangan production sharing contract (PSC) wilayah kerja selama 20 tahun hingga 2055.

Dalam pesannya, lanjut dia, Jokowi mensyaratkan agar penggunaan bahan-bahan berasal dari dalam negeri atau local content. Selain itu, pekerja harus memaksimalkan masyarakat lokal. Disinggung soal keuntungan yang didapat Indonesia, Dwi menyebut cukup besar.

Berdasar kontrak, Indonesia akan menerima USD 39 miliar, sedangkan Inpex USD 37 miliar. Selain itu, ada efek domino pada industri lainnya. Salah satunya, industri petrokimia dengan investasi bisa mencapai USD 2 miliar di daerah tersebut.

”Targetkan 2027 sudah on stream (produksi, Red),” imbuhnya. Terkait konstruksi, Dwi menyebut sudah disepakati untuk mengombinasikan onshore (di darat) dan offshore (di laut).

President & CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan, Blok Masela memberikan dampak sangat besar terhadap perseroan karena salah satu proyek LNG terbesar di dunia. ”Ini terbesar untuk Inpex, apalagi waktunya hingga 2055,” ujarnya kemarin.

Produksi gas dari proyek tersebut akan dialirkan untuk pembeli potensial, baik dari domestik maupun internasional. ”Proyek ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik di Indonesia. Meski demikian, ada beberapa negara Asia seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan yang bisa menjadi pembeli potensial,” imbuhnya.

Pengembangan Blok Masela masih menggunakan skema cost recovery hingga 2055. Kontrak yang berakhir cukup lama tersebut membuat pihaknya meminta pemerintah untuk tidak mengubah kebijakan fiskal. ”Jika aturan berubah dan kami tidak bisa mengontrolnya, kami akan menanggung risiko perubahan,” ujarnya.

Untuk pengembangan blok itu, pemerintah memberikan insentif investment credit sebesar 80 persen terhadap biaya-biaya investasi kapital secara langsung pengembangan fasilitas produksi natural gas. Tetapi tidak termasuk fasilitas LNG yang dibiayai melalui skema trustee borrowing scheme (TBS).

Pengembangan blok tersebut diklaim dapat menimbulkan efek berganda secara nasional maupun lokal. Di tingkat nasional, potensinya mencapai USD 153 miliar serta USD 95 miliar di tingkat provinsi. Kemudian, ada potensi peningkatan pendapatan rumah tangga senilai USD 33 miliar. Selain itu, ada rata-rata kesempatan bekerja 73 ribu orang selama periode 33 tahun. (far/vir/c25/oki)


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

B30 Jadi Harapan Baru, Bantu Perbaikan Harga CPO

Berhasilnya rangkaian road test penggunaan B30 memberikan harapan baru bagi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

Industri Pengolahan Punya Andil Terbesar

BALIKPAPAN - Industri pengolahan minyak menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Buktikan Ketangguhan New Triton

JAKARTA – Tak ingin berpuas diri. Setelah menguasai pasar pick-up…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:52

ADUH..!! Neraca Dagang Defisit Lagi

JAKARTA– Neraca perdagangan kembali defisit. Pada Juli lalu, defisit neraca…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:31

Presiden Hilangkan PPN Kertas Media Cetak

JAKARTA– Desakan untuk penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:46

Peredaran Benih Sawit Ilegal, Dua Daerah Ini Paling Banyak

SAMARINDA- Petani kelapa sawit tampaknya harus lebih berhati-hati dalam membeli…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:44

Bulan Juni, Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik

SAMARINDA – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:43

Dorong Kaltim Masuk Pengembangan Wisata Pusat

BALIKPAPAN – Meski memiliki potensi pariwisata yang besar, pemerintah pusat…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:14

Neraca Perdagangan Kaltim Turun, Hilirisasi Tidak Bisa Ditunda

SAMARINDA- Meski masih menunjukkan tren positif, kinerja neraca perdagangan Kaltim…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:13

Tren Positif Bisnis Pembiayaan Berlanjut

BALIKPAPAN- Bisnis pembiayaan di Bumi Etam masih menunjukkan kinerja positif.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*