MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 16 Juli 2019 12:04
Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus
FOKUS: Untuk mengejar target produksi minyak sebesar 18.522 BOPD, Pertamina EP Asset 5 berencana mengebor 20 sumur tahun ini.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi minyak yang dibebankan sepanjang tahun ini. Pada Semester I 2019, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) masih mencatatkan produksi di angka 17.905 barrel oil per day (BOPD) dari target 18.522 BOPD, atau realisasi sebesar 96,7 persen.

General Manager PEP Asset 5 Irwan Zuhri, mengatakan pihaknya masih menjadi penyumbang terbesar produksi minyak untuk Pertamina EP secara keseluruhan. Seperti diketahui, PEP di Indonesia dibagi lima wilayah. Asset 1 terdiri dari Lapangan Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, dan Ramba. Asset 2 ada Lapangan Prabumulih, Pendopo, Limau dan Adera. Asset 3 yakni Lapangan Subang, Jatibarang, dan Tambun. Asset 4 adalah Lapangan Cepu, Poleng dan Matindok. Asset 5 berisi Lapangan Sangatta, Bunyu, Tanjung, Sangasanga, Tarakan dan Papua.

“Tahun ini kami ditargetkan mampu memproduksi minyak 18.522 BOPD dan gas 15,07 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Sampai awal Juli ini, hanya gas yang berhasil melampaui target di angka 16,57 MMSCFD atau realisasi sebesar 109,9 persen. Sedangkan produksi minyak mentah masih 17.905 BOPD. Target pengeboran kami 49 sumur. Saat ini baru 20 sumur terealisasi,” terangnya, Senin (15/7).

Zuhri menjelaskan, pada semester II pihaknya akan menggenjot produksi. Pada Juli dan Agustus, sudah ada sumur yang akan ditajak maupun yang sudah. “Juli dan Agustus kami akan melakukan pengeboran di enam sumur,” bebernya.

Sumur-sumur tersebut antara lain B-1813 dan B-1801 (Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara), STE-13 dan SBR-C8 (Sangatta, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur), serta LSE-P1904 dan SBJ-P19 (Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur).

“Seluruh sumur tersebut diprediksi dapat berproduksi satu bulan kemudian. Potensi penambahan produksi untuk PEP Asset 5 sebesar kurang lebih 1.523 BOPD,” ujarnya. Dari data yang didapat, sumur yang sudah dibor, yakni B-1813 dengan target produksi sekitar 350 BOPD, kedalaman sekitar 3.300 meter dan SBJ-P19 dengan target produksi 220 BOPD, kedalaman sumur 1.750 meter.

“Tahun ini, investasi dari pusat lebih banyak dikucurkan di Kalimantan atau di PEP Asset 5. Sekitar 50 persen dibebankan kepada kami. Sisanya berbagi dengan empat wilayah lainnya. Untuk ini, kami yakin 49 sumur dan target produksi minyak bisa kami capai,” terangnya.

Adapun, tantangan yang dihadapi lebih kepada persoalan lahan. Pasalnya, beberapa lahan tidak berjalan mulus. Terbentur dengan masyarakat yang memiliki lahan. Namun, pemerintah saat ini sudah turun tangan. “Produksi kami kan untuk negara. Semua produksi minyak kami salurkan ke Pertamina RU V di Balikpapan,” bebernya.

Terpisah, senior manager exploitation Raam Krisna mengatakan, cost of production rata-rata yang pihaknya kerjakan sekitar USD 15,51 per barrel. Untuk gas biasanya tidak lebih dari USD 1 per MMSCFD. “Produksi kami dominan minyak. Untuk gas kami sesuai dengan permintaan. Gas kami pasok ke city gas di Samarinda dan PLN Tanjung Batu.

Ia membeberkan, beberapa strategi yang dilakukan untuk bisa memaksimalkan produksi antara lain melakukan efisiensi cost. Mulai dari fuel berkat sinergi dengan PLN, harga lebih murah. Kemudian, facility sharing agreement (FSA) sudah dilakukan. Khususnya di wilayah Sangasanga PEP Asset 5 sudah bersinergi dengan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS). Begitu juga dengan PHM.

“Sekarang kami sudah satu induk. Sinergi ini dalam artian kami bisa memakai fasilitas yang dimiliki seperti jalur pipa dan lainnya. Begitu pula sebaliknya. Kami sudah beberapa kali melakukan tukar informasi. Paling tidak dengan strategi ini kami bisa menghemat biaya hingga Rp 180 miliar satu tahun. Jadi dana bisa kami alihkan ke hal yang lain,” jelasnya.

Krisna juga menyebutkan, pihaknya tidak menyangka di daerah Sangatta masih ada potensi minyak. Pihaknya sebelumnya memastikan dengan data eksplorasi. Dan memang disebutkan masih ada potensi. Setelah dilakukan pengeboran masih ada minyak. (aji/ndu)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

B30 Jadi Harapan Baru, Bantu Perbaikan Harga CPO

Berhasilnya rangkaian road test penggunaan B30 memberikan harapan baru bagi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

Industri Pengolahan Punya Andil Terbesar

BALIKPAPAN - Industri pengolahan minyak menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Buktikan Ketangguhan New Triton

JAKARTA – Tak ingin berpuas diri. Setelah menguasai pasar pick-up…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:52

ADUH..!! Neraca Dagang Defisit Lagi

JAKARTA– Neraca perdagangan kembali defisit. Pada Juli lalu, defisit neraca…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:31

Presiden Hilangkan PPN Kertas Media Cetak

JAKARTA– Desakan untuk penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) atas pembelian…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:46

Peredaran Benih Sawit Ilegal, Dua Daerah Ini Paling Banyak

SAMARINDA- Petani kelapa sawit tampaknya harus lebih berhati-hati dalam membeli…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:44

Bulan Juni, Kunjungan Wisman ke Kaltim Naik

SAMARINDA – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kaltim…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:43

Dorong Kaltim Masuk Pengembangan Wisata Pusat

BALIKPAPAN – Meski memiliki potensi pariwisata yang besar, pemerintah pusat…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:14

Neraca Perdagangan Kaltim Turun, Hilirisasi Tidak Bisa Ditunda

SAMARINDA- Meski masih menunjukkan tren positif, kinerja neraca perdagangan Kaltim…

Selasa, 13 Agustus 2019 13:13

Tren Positif Bisnis Pembiayaan Berlanjut

BALIKPAPAN- Bisnis pembiayaan di Bumi Etam masih menunjukkan kinerja positif.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*