MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 16 Juli 2019 12:01
Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

Tunggu Arahan Pusat Terkait Cukai Kantong Plastik

LINGKUNGAN: Pemkot Balikpapan telah lama melarang penggunaan kantong plastik di ritel. Upaya ini berhasil mengurangi sampah plastik hingga 56 ton per bulannya.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi aturan pengenaan cukai atas kantong plastik. Pasalnya sejak 2016 lalu di Kota Minyak penggunaan kantong plastik di ritel sudah dilarang.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan Suryanto mengatakan saat ini pemkot masih akan melanjutkan larangan terhadap penyediaan kantong plastik di ritel sambil menunggu arahan pemerintah pusat. Dia menyebutkan sejauh ini dampak pemberlakuan larangan telah dirasakan dengan berkurangnya sampah plastik hingga 56 ton per bulannya.

Namun, dia berpendapat bahwa regulasi cukai tidak akan menyelesaikan persoalan penggunaan kantong plastik. Pasalnya, saat ini kesadaran masyarakat sendiri masih rendah. Untuk membangun kesadaran masyarakat perlu dimulai dari larangan-larangan kecil di masyarakat.

“Kalau saya boleh berpendapat, cukai tidak akan menyelesaikan persoalan. Kalau kesadaran masyarakat sudah lebih tinggi, pengenaan cukai baru akan lebih efektif. Sekarang tingkat kesadaran masyarakat mungkin baru 5 persen,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Balikpapan menjadi salah satu kota selain Bogor, Jambi, dan Banjarmasin yang melarang penyediaan kantong plastik di pusat perbelanjaan. Selain keempat kota tersebut, sepanjang 2019 Pemprov DKI Jakarta juga sedang menggodok peraturan gubernur (pergub) yang bakal melarang penggunaan kantong plastik.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kebijakan Kepabeanan dan Cukai Nasrudin Joko Surjono mengatakan, ke depannya ada harmonisasi regulasi terkait dengan pengenaan cukai dengan pelarangan kantong plastik di beberapa daerah. "Banyak kota yang belum melarang kantong plastik dan mereka yang melarang ini mengejar di retail, tidak langsung produsen," katanya.

Melalui pengenaan cukai, Joko mengatakan dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengelolaan sampah. Oleh karena itu cukai kantong plastik bakal berfungsi sebagai instrumen pengendali serta untuk mendanai kebijakan yang ramah lingkungan. (aji/ndu)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:01

Sehari Tiga Lahan Terbakar

BALIKPAPAN- Selama 24 jam terakhir tiga lahan di berbagai lokasi…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:00

Jamaah Kembali ke Makkah

 BALIKPAPAN— Terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, jamaah haji Balikpapan yang berada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:00

Eksepsi Muncikari Ditolak JPU

BALIKPAPAN- Jaksa penuntut umum (JPU) menolak eksepsi yang disampaikan kuasa…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:59

WOW..!! Belajar di Sekolah Ini Boleh Pakai Gadget

Demi alasan memaksimalkan literasi anak didik, dan sejak dini mengenalkan…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:37

Merah Putih Berkibar Tujuh Meter di Bawah Laut Pangempang

Empat puluh menit para penyelam berkhidmat di bawah laut. Mengibarkan…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:32

Berkas Rusdiana Segera ke Kejati

BALIKPAPAN- Berkas Rusdiana, tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:32

Dugaan Kesengajaan Kebakaran di Jalan Indrakila, Polisi Fokus Telusuri Pelaku

BALIKPAPAN – Polisi gabungan di Balikpapan kini fokus menelusuri terduga…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:42

Hari Ini, Tim Pansel Wawancarai Tiga Peserta

PENAJAM- Seleksi Direktur PDAM Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara…

Kamis, 15 Agustus 2019 09:41

Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut

Pemilihan waktu harus tepat. Dengan mempertimbangkan pasang surut dan arus…

Rabu, 14 Agustus 2019 11:11

Indikasi Sengaja Dibakar Didalami Polisi

BALIKPAPAN – Penyebab kebakaran jelang salat Iduladha di Jalan Indrakila,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*