MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 16 Juli 2019 11:02
Masih Yakin Bisa Sarang Narkoba di Pasar Segiri Bisa Diberantas
Pembeli sabu di Pasar Segiri dihukum disiplin.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Peredaran narkoba di Pasar Segiri Samarinda disebut merajalela. Namun kepolisian kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut. Kendati demikian, beragam cara diupayakan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

Kemarin (15/7) harian ini kembali menyambangi pasar induk terbesar di Kota Tepian itu. Seperti orang asing, kedatangan harian ini sempat menjadi pusat perhatian. Sementara beberapa pria yang berada di sekitar kawasan tersebut, satu demi satu meninggalkan posisinya. Meski tak ditawari, kegiatan terselubung itu dirasa masih ada.

Berjayanya pengedar dan bandar narkoba, tentu luput dari pantauan petugas. Pasar Segiri bak rumah nyaman paling aman bagi pelakunya. Mereka begitu leluasa menjalankan bisnis haram dengan “taruhan” nyawa dan penjara. Menjadi cambuk bagi kepolisian khususnya di ibu kota Kaltim. Tempat yang menjadi sarang peredaran narkoba itu sulit terbendung.

Mengubah pola, dari menjual narkoba dengan loket sebesar ibu jari orang dewasa, kini menggunakan sistem hit and run. Begitu banyak paket narkoba yang ditawarkan. Mulai termurah Rp 100 ribu yang beratnya sekitar 0,2 gram, hingga per gramnya dijual dengan besaran yang bervariasi. Rp 1,2–1,4 juta per gram.

Baik polisi maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim sudah kerap mengungkap kasus hingga membina mereka yang datang ke Pasar Segiri untuk membeli narkoba. Kepala Bidang Penindakan BNN Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon menyebut, peredaran narkoba di Pasar Segiri begitu mengakar. “Informasi di kalangan pengedar itu sangat cepat jika jaringannya ada yang tertangkap,” ujarnya.

Perwira menengah Polri yang ditugaskan di BNN itu pun mengakui Pasar Segiri bukan tempat yang bisa dipandang sebelah mata. “Terlalu banyak (pengedar dan kurir) di sana,” sambungnya. Hal itu tentu membuat nama Pasar Segiri miring.

Kondisi jalan setapak yang sempit, berliku, dan saling berhubungan antara bangunan satu dengan yang lain, menyulitkan ruang gerak polisi ketika menindak. Tampubolon menyinggung aktivitas normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM). “Mereka (pengedar) beraktivitas di bangunan liar. Jadi dalam program pengendalian banjir khusus daerah belakang Pasar Segiri, tentu bisa membantu mempersempit ruang gerak para pelaku,” jelasnya.

Jika itu benar-benar terealisasi, sebut dia, dia yakin sarang narkoba di kawasan tersebut bisa bersih. Ditambah dengan intensitas kegiatan gabungan baik dari BNN maupun kepolisian. “Selain itu, perlu pula dorongan dari warga sekitar untuk memerangi narkoba,” harap dia.

Kemarin Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto bertandang ke Samarinda. Ditanya soal peredaran narkoba di Pasar Segiri, dia tak banyak berkomentar. “Silakan ke Kapolresta Samarinda. Saya sudah perintahkan untuk menindak,” ujar jenderal bintang dua tersebut. Meneruskan arahan Priyo, harian ini memastikan ke Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto.

“Kami terus menindak kok,” ujar perwira menengah melati tiga di pundak itu. Vendra menyebut, polisi berusaha rekayasa sosial, dalam artian meningkatkan rasa kepedulian terhadap kondisi lingkungan untuk memerangi narkoba.

Vendra menargetkan, warga yang tak tahu-menahu soal narkoba, bisa ikut memerangi. Meski sudah sering menindak, yang terungkap sangat jarang pemain kelas kakap. “Instruksi untuk menjaga selama 24 jam dari Pak Kapolda terus berjalan,” sebutnya.

Seperti yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polresta Samarinda pada Jumat (12/7) petang lalu. “Mereka tahu kalau yang datang itu polisi atau pembeli. Makanya begitu datang ada yang lompat ke sungai,” tambahnya.

Lima hari lalu, setidaknya lebih 60 orang hendak membeli narkoba di kawasan Pasar Segiri. Pembelinya pun beragam. Di antaranya, mahasiswa, pekerja tambang, mekanik, sekuriti, buruh, nelayan, ibu rumah tangga (IRT) hingga lanjut usia. Menutupi kegiatan ilegal mereka, nyambi sebagai pekerja ayam potong. Bahkan terang-terangan beraktivitas di lorong. (*/dra/rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:59

Masjidilharam Kian Longgar, Nabawi Mulai Ramai

MAKKAH–Jamaah haji Indonesia merupakan yang terbesar sedunia. Seiring dengan mulai…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:26
Keceplosan IKN Pindah ke Kaltim

Desain Ibu Kota Negara Disebut Sementara

JAKARTA – Spekulan-spekulan tanah di Kalimantan Timur (Kaltim) sepertinya gagal…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:13
Istana Masih Malu-Malu Pilih Kaltim

Menteri-Presiden Beda Pendapat, Gubernur Maklum

BALIKPAPAN–Teka-teki pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan diwarnai dagelan oleh…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:00

Ada OPM di Balik Kerusuhan Papua

JAKARTA– Otak kerusuhan saat aksi massa di Papua dan Papua…

Jumat, 23 Agustus 2019 10:46

PTS Berpeluang Dipimpin Rektor Asing

JAKARTA – Peraturan yang lebih fleksibel membuat peluang rektor asing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*