MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 16 Juli 2019 10:53
Dissos Tak Cakup Kesehatan Warga Miskin

Anggaran Dibatasi, Wabup Anjurkan Urus BPJS Kesehatan

BANSOS DIBATASI: Pembahasan bantuan sosial dalam rapat coffee morning kemarin. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, Pembatasan anggaran diberlakukan. Agar semua urusan tertangani.

 

SANGATTA–Pergeseran pos anggaran di Pemkab Kutim membuat jaminan kesehatan masyarakat miskin tak lagi di-cover Dinas Sosial secara menyeluruh. Sebab, duit yang sebelumnya di Dissos berpindah ke Bagian Sosial Setkab.

Kepala Dissos Kutim Jamiatulkhair Daik mengakui banyak masyarakat yang memerlukan bantuan. Namun, dia tidak sanggup menangani secara keseluruhan. Sebab, anggaran yang diperlukan cukup tinggi. "Sekarang kami dilarang menganggarkan, begitu juga dari Dinas Kesehatan. Semua dialihkan, tak tahu di mana," ujar dia pada coffee morning, Senin (15/7). 

Padahal, menurut dia, ada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan bersifat sangat darurat. Terlebih, pembatasan dana bantuan sangat tidak efektif. "Saat ini, pasien yang kami bantu bervariasi. Ada yang harus potong kaki, itu kan mahal, bisa mencapai Rp 50 juta. Yang operasi sesar Rp 15 juta. Banyak, bahkan sampai Rp 200 juta," jelasnya.

Pengalihan anggaran, kata dia, merupakan kendala. Dia menyebut, Dissos hanya menjadi bagian penyajian. Mendapat informasi bahwa bantuan sosial akan dibatasi, dirinya langsung bereaksi.

"Dalam undang-undang sudah jelas, anggaran untuk masyarakat miskin adalah tanggungan negara. Jadi, tidak boleh ada batasannya, karena kebutuhan orang berbeda-beda," jabarnya.

Jami mengatakan, saat ini banyak tagihan yang belum terbayarkan. Padahal, orangnya sudah meninggal. Tak hanya itu, dia mengaku masih adanya tagihan di rumah sakit.

Menanggapi hal itu, Kabag Sosial Pemkab Kutim Andi Abd Rahman menjelaskan, tujuan pembatasan bantuan sosial agar masyarakat lain yang membutuhkan dapat terbagi rata. "Maksimal Rp 10 juta per orang, bansos itu sifatnya khusus, banyak yang lain juga memerlukan seperti pengobatan maupun bencana alam," katanya.

Saat memimpin rapat coffee morning kemarin, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang menyetujui pembatasan anggaran tersebut. Anggaran yang tersedia harus dipetakan.

"Kita memang harus ada batasan, supaya anggarannya bisa terbagi, karena di Kutim itu banyak kejadian seperti ini. Jangan sampai kita tidak sanggup membayar kebutuhan lain," paparnya.

Dia mengimbau masyarakat segera mengurus BPJS Kesehatan. Sebagai salah satu cara memudahkan pengobatan. "Mereka harus memiliki BPJS, jangan malas mengurusnya, karena program itu memang sangat membantu," tuturnya.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah mengatakan, jika kondisi tersebut mendesak, dia meminta agar dikaji secara cermat.

"Kita coba alihkan ke bagian sosial. Nanti dilihat penyakitnya apa, kita pelajari dulu," terangnya. Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim Hariyati menuturkan, jika ternyata Dissos dan Diskes tidak bisa menganggarkan, dirinya berinisiatif untuk mengarah pada dana desa.

"Mungkin bisa dialihkan ke dana desa, karena selama ini kami mengarahkan untuk itu," tuturnya. (*/la/dwi/k8)

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:52

Padamkan Karhutla, Pinjam Helikopter Skadron

TANJUNG REDEB- Puluhan hektare lahan sudah terbakar dalam dua pekan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:51

Banyak Manfaat, Bisnis Madu Kelulut Mulai Diminati

SANGATTA - Menggiurkan, bisnis madu klanceng atau kelulut (trigona bee),…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:50

Warga Kesulitan Cari Gas Melon, Disperindag Bantah Isu Langka

SANGATTA - Sejumlah warga di Desa Sangatta Selatan mengeluhkan sulitnya…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:47

ALHAMDULILLAH..!! Dermaga Speedboat Beroperasi Bulan Ini

TANJUNG REDEB – Sudah lebih 8 bulan sejak selesai dibangun…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:46

KENAPA INI..?? Bupati Gusar, Ancam Tak Hadiri Rapat

TANA PASER- Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi seperti sangat serius mendorong …

Jumat, 16 Agustus 2019 10:44

Merah Putih Berkibar di Dasar Selat Makassar

Banyak cara untuk memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI. Salah satunya…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:42

Sudah Merdeka 74 Tahun, Puluhan Kampung Belum Nikmati Listrik

Selain infrastruktur jalan, masyarakat pedalaman Kubar membutuhkan listrik. Pemkab Kubar…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:16

Lengah dari Pengawasan, Lokalisasi Ini Kembali Aktif

Bulan berbilang tahun, dalam senyap lokalisasi Kampung Kajang disebut-sebut kembali…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:14

Aniaya Anak, Oknum ASN Dituntut Satu Tahun Penjara

TANJUNG REDEB–Terdakwa perkara dugaan penganiayaan anak di bawah umur Wiwik…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:11

Jalan Poros Bukit Biru Bakal Dilanjutkan

Pembangunan jalan dari Bukit Biru menuju Batuah telah lama terhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*