MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 15 Juli 2019 13:28
Lihat Dari Dekat Balik Jual-Beli Sabu di Pasar Segiri

Manfaatkan Teknologi agar Narkoba sampai ke Pembeli

Pembeli narkoba di Pasar Segiri saat diamankan.

PROKAL.CO, Hiruk pikuk Pasar Segiri Samarinda ternyata menyimpan praktik terlarang. Transaksi narkoba begitu “menggila. Konon kawasan ini jadi lokasi paling aman untuk menjual barang haram itu

 

LAPORAN: DWI RESTU di Samarinda

 

PASAR Segiri, tak susah mencarinya. Berada di jantung kota. Tepatnya di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Sebagai pasar tradisional yang kegiatannya hampir 24 jam tak pernah sepi beraktivitas. Bermacam-macam barang diperjualbelikan.

Ada sisi lain di balik pasar induk terbesar di ibu kota Kaltim itu. Sebuah aktivitas yang nilai omzetnya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah. Narkoba, jenisnya sabu-sabu. Itu yang membuat nama pasar induk terbesar di Samarinda miring. “Kristal” mematikan yang beredar bebas di balik aktivitas pasar tradisional yang sesungguhnya.

Kaltim Post mendatangi pasar tersebut awal pekan lalu. Turut menyambut, gemercik air, becek, dan bau khas pasar. Dari luar, aktivitas terlihat seperti biasa. Pedagang menggelar dagangannya, penjual hilir mudik. Namun, ketika langkah awak media ini semakin jauh ke dalam, wajah lain Pasar Segiri semakin terlihat.

Setelah berjalan sekitar 100 meter, atmosfer terselubung di Pasar Segiri mulai terasa. Lokasinya tak jauh dari deretan lapak penjual ikan dan beberapa rumah warga. Lampu penerangan minim, bahkan cenderung lebih gelap. Jalannya tak begitu lebar, sisi kanan dan kiri terparkir kendaraan.

Seolah tahu, perbedaan antara orang baru. Terlebih, bisa membedakan polisi dan bukan. “Carikah?” kata seorang pria berdiri santai di lorong. Kata “carikah” itu bermaksud menawarkan narkoba kepada media ini. Tubuh pria itu cukup berisi. Matanya berkantung dengan tato di lengan layaknya gangster. Diduga kuat, dia adalah jaringan pengedar narkoba di kawasan tersebut

Kedatangan koran ini ke Pasar Segiri itu padahal sekitar sepekan setelah pengungkapan kasus narkoba oleh kepolisian di sana.

Seperti bermain bola. Taktik jitu akan menjadi pemenangnya. Barang yang sangat sedikit, namun harga selangit. Di Samarinda, harga narkoba bervariasi. Namun rata-rata 1 gram sekitar Rp 1,3 juta. “Kalau cari, lurus. Ke arah kandang,” sambung pria itu. Seketika itu pula pria tersebut beranjak pergi. Harian ini juga tak bisa lama-lama. Namun, tepat dari lorong tempat pria itu berdiri, ada jalan lain yang berliku.

Narkoba jenis sabu-sabu yang masuk ke kawasan itu cukup melimpah. Meski pengiriman tak sekaligus banyak, distribusi barang haram terbilang rutin. Masuknya barang haram itu tentu luput dari pantauan petugas. Hal itu terlihat dari pengungkapan jajaran Polres Kukar awal bulan ini, yang menyeret seorang pria yang ditugaskan seorang pengedar untuk menjual ribuan paket barang haram.

Jika penyalah guna tertangkap dan menyebut membeli di pasar, sudah pasti di Segiri. Kegiatan jual-beli narkoba di kawasan tersebut memang tak mudah diungkap. Namun bukan berarti tak bisa ditemukan.

Mereka yang berkecimpung dalam bisnis haram, seolah tahu kedatangan orang baru. Khususnya mereka yang ingin membeli sabu-sabu. Khusus pembeli, tak ada yang pernah tahu bagaimana rupa penjualnya. Kodenya hanya satu kata. “adakah”. Transaksinya kebanyakan lewat kurir-kurir, yang duduk di lorong-lorong batas antara rumah satu dengan lainnya.

Bocoran informasi yang diperoleh Kaltim Post, tak sedikit sabu-sabu singgah di pasar tersebut. Sekitar 100 gram dalam sehari. Tak terendus dan beragam cara dilakukan pelaku untuk mendistribusikan barang haram tersebut ke Pasar Segiri. “Berdiri dan silakan hitung. Sejam saja mungkin ada 50 orang lebih datang membeli,” ujar pria yang namanya enggan dikorankan.

Cukup sulit bagi kepolisian untuk mengungkap. Tak bisa dimungkiri, seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu. Ditangkap satu, pengedar lainnya justru tumbuh subur. “Berat, Mas. Enggak sedikit orang ‘main’ di dalam (Pasar Segiri) itu,” bebernya.

Bagi pecandu narkoba, Pasar Segiri memang jadi idaman. Mereka memanfaatkan padatnya aktivitas pasar untuk menutupi jejak transaksi sabu-sabu. Kondisi itu yang dianggap sejumlah pengedar, kawasan itu jadi lokasi yang cukup aman.

Terlebih, akses masuk-keluar bisa dari mana saja. Bisa melalui Jalan Hasan Basri, Jalan Perniagaan, hingga jalur utama pintu masuk pasar. Tak jarang dari pengungkapan yang dilakukan petugas adalah mereka yang kembali dari bertransaksi di lokasi tersebut.

Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Markus Sanyoto bukan tak bekerja. Menurut dia, memang tak mudah membersihkan pelaku narkoba di kawasan tersebut. “Berulang diobok-obok, tapi mereka (penyalah guna) juga masih ada yang ingin membeli di sana (pasar). Itulah yang memancing kembali para pengedar,” ungkap perwira melati satu tersebut.

Menutupi kegiatan ilegal mereka, nyambi sebagai pekerja ayam potong. Bahkan terang-terangan beraktivitas di lorong. Markus menyebut, sistemnya bukan lagi menggunakan loket yang ukurannya sebesar ibu jari tangan orang dewasa. “Hit and run. Sekali transaksi pindah tempat. Tapi masih di area pasar juga,” ungkapnya.

Seperti yang dilakukan jajaran Satresnarkoba Polresta Samarinda pada Jumat (12/7) petang lalu. “Mereka tahu kalau yang datang itu polisi atau pembeli. Makanya begitu datang ada yang lompat ke sungai,” tambahnya.

Empat hari lalu, setidaknya lebih 60 orang hendak membeli narkoba. Pembelinya pun beragam. Di antaranya, mahasiswa, pekerja tambang, mekanik, sekuriti, buruh, nelayan, ibu rumah tangga (IRT) hingga lanjut usia.

Menanggapi aktivitas peredaran narkoba di Pasar Segiri, Kepala Bidang Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon menyebut, kawasan yang sudah terkenal dengan aktivitas narkobanya itu memang sulit dibongkar. “Bukan sulit, tapi sangat sulit,” ujarnya.

Hal itu lantaran para pengedarnya juga menggunakan teknologi. “Seperti alat pemindai, semacam sinar. Mereka itu makin pintar,” tambahnya. Terlebih, sulitnya dibongkar jaringan di sana, lantaran terlalu banyak akses masuk dan keluar. “Jadi kalau sudah satu kasih kode, yang lain paham itu pasti,” jelas perwira menengah Polri yang ditugaskan di BNN Kaltim tersebut.

Iptu Romi membeber tangkapan di Pasar Segiri, belum lama ini.

Selain itu, medannya sangat sulit. “Mereka mendesain khusus tempat persembunyian itu,” tambah perwira yang pernah menjabat sebagai kasat Sabhara Polresta Samarinda tersebut. Selain menggunakan CCTV, pengedar juga menempatkan kaki tangan mereka untuk menjaga kawasan sekitar.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Tampu itu, hal yang membuat sulit dan jaringan tersebut terus ada, mereka bercampur dengan pembeli atau penjual di pasar tradisional tersebut.

Tidakkah masyarakat cemas? Mereka yang tak tahu-menahu soal narkoba, justru terkena imbasnya. Namun, apa daya, warga tak bisa berbuat banyak dan cenderung memilih tak tahu jika ditanya. “Ancaman itu pasti ada. Tapi kalau polisi saja yang bergerak, tidak bisa,” ungkap Markus. (rom/k16)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 21:11

Pindahkan Ibukota, Presiden Diminta Segera Ajukan RUU

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan Ibu Kota dari…

Jumat, 16 Agustus 2019 21:05

Doa Senator di Depan Jokowi: Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Seisi Ruang Sidang Bilang Aminnnnnn....!!

Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi meminta izin memindahkan ibu…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:55

MANTAP..!! Masyarakat Balikpapan Paling Dermawan

SAMARINDA- Masyarakat Balikpapan memiliki keinginan berbagi yang tinggi. Setidaknya ini…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:27

Diduga Ada Peran Aktor Lain, Polisi Diminta Bongkar Kasus Tambang

BALIKPAPAN – Berkas perkara tersangka berinisial Fer telah dilimpahkan ke…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:14

Masih Ada 168 ASN Eks Koruptor yang Belum Dipecat

JAKARTA– Pemecatan terhadap aparatur sipil negara yang terbukti tersangkut kasus…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:12

Kualitas Udara Kalbar dan Kalteng Memburuk

JAKARTA– Kebakaran hutan dan lahan belum bisa dikendalikan. Laporan dari…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:43

Penetapan Ibu Kota Negara, Pusat Sreg Kaltim

SAMARINDA–Pengumuman penetapan ibu kota negara masih jadi teka-teki. Meski santer…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:40

Kebakaran di Area Kilang Pertamina, Ganggu Produksi dan Distribusi..?? Ternyata...

BALIKPAPAN – Meski sudah ditangani, kebakaran di area kilang Pertamina…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:46

Jalani Operasi 8,5 Jam, Bayi Kembar Siam Itu Akhirnya Bisa Dipisah

Tim dokter RSUD dr Soetomo, Surabaya, berhasil memisah bayi kembar…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:27

Semua Parpol Pasrah Jokowi

KOALISI parpol pendukung Joko Widodo – Ma’ruf Amin menyambut baik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*