MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 15 Juli 2019 13:23
Benahi Tata Ruang sebelum Pindah Ibu Kota
Presiden Jokowi saat meninjau kawasan Bukit Soeharto, Samboja.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Peluang Kaltim menjadi ibu kota negara terbuka lebar. Ketersediaan infrastruktur yang memadai dianggap jadi modal. Meski begitu, menata tata ruang jadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Sebelum mengejar kans jadi pengganti Jakarta.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Purwadi menyebut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah memelihara hutan dan mendukung masyarakat adat.

“Memelihara hutan dengan membenahi tata ruang. Di Kaltim, kolong tempat tidur saja masuk konsesi tambang batu bara. Belum lagi sawit dan HTI (hutan tanaman industri),” bebernya. Agar Kaltim tak disalip oleh Kalteng, sebaiknya pemerintah daerah (pemda) di semua kabupaten/kota termasuk pemprov sendiri perlu menata rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Di samping itu, lanjut dia, sektor pariwisata memang jadi salah satu penunjang ibu kota negara. Sebagai akademisi, Purwadi kerap menyampaikan itu ke DPRD dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di beberapa kabupaten/kota di Kaltim. Pariwisata itu mesti terintegrasi.

“Misalnya kalau ke Bali, orang pasti akan pergi ke mana-mana. Karena infrastrukturnya mendukung. Sekarang, permasalahan di Kaltim ada pada infrastruktur. Kalau perlu, Tol Balikpapan-Samarinda itu sampai Berau. Lalu tembus ke Kaltara. Ada pula yang ke Mahulu. Sekarang mau ke Berau lewat darat perjalanan sampai 14 jam. Mau cepat lewat jalur udara. Tapi memerlukan ongkos yang lebih besar,” bebernya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul itu mengaku, beberapa kali berdiskusi dengan profesor dan dekan di Unmul mengenai dana yang diperlukan untuk memindah ibu kota. Nilainya mencapai Rp 600 triliun. “Kalau anggaran itu, 30 persennya disiapkan pemerintah pusat dan 70 persennya dari Kaltim. Mending tidak usah (jadi ibu kota). Tidak jadi masalah. Daripada membebani daerah,” imbuh Purwadi.

Anggaran yang diperlukan sangat besar. Dia menyarankan, lebih baik dana sebesar itu dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi. Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih stagnan di angka 5 persen.

Sementara itu, pajak selalu naik dan tidak pernah turun. “Bila anggaran pemindahan ibu kota untuk membereskan masalah pendidikan dan infrastruktur. Itu sangat bermanfaat secara langsung ke warga. Sebab, itu adalah persoalan yang ada di depan mata,” ucapnya.

Sementara itu, pemerintah pusat akan memilih satu dari dua provinsi yang dianggap layak menjadi ibu kota negara. Kaltim atau Kalteng, pemerintah memutuskannya akhir tahun ini. Sedangkan konstruksi ibu kota baru dimulai 2021. Sedangkan target ibu kota benar-benar pindah pada 2024.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran pemindahan ibu kota dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2020. Namun, anggaran tersebut sebatas dialokasikan untuk desain dan masterplan ibu kota baru.

“Tinggal tunggu kepastian Pak Presiden (Joko Widodo) mengenai kotanya di mana. Sebab, kami hanya mengajukan beberapa nama. Yang memutuskan tetap Pak Presiden,” katanya. Total keperluan anggaran untuk pemindahan ibu kota sekitar Rp 466 triliun. Selain bersumber dari APBN, proyeksi dana yang diperlukan itu berasal dari swasta, BUMN, dan lain-lain.

Bambang mengungkapkan, Kaltim dan Kalteng masih menjadi calon terkuat lokasi ibu kota baru. Kota yang akan menjadi ibu kota mungkin relatif baru. Artinya, saat ini berupa kota kecil dan belum mempunyai peradaban perkotaan yang maju.

Selain faktor risiko bencana, Bappenas sudah mengkaji penerimaan masyarakat lokal. Sebab, diperkirakan ada migrasi ratusan ribu orang. Yakni, para pegawai negeri beserta keluarganya.

“Kami sudah diskusi dengan beberapa masyarakat di kandidat lokasi, bagaimana persepsi mereka terhadap migrasi tadi. Kami lihat secara historis sejarahnya, bagaimana masyarakat lokal dan pendatang akan berbaur di daerah tersebut,” papar Bambang.

Sesuai dengan target pemerintah pada 2045, ekonomi harus tumbuh merata dengan kontribusi yang tak melulu disumbang Pulau Jawa. Selama ini, kontribusi Jawa dan Sumatra terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 80 persen.

Pada 2045, kontribusi dua pulau besar tersebut terhadap PDB diharapkan turun menjadi 75 persen. Dengan demikian, kontribusi wilayah lain di luar Jawa dan Sumatra akan meningkat dari 20 persen menjadi 25 persen.

Sementara itu, pagu indikatif anggaran Bappenas untuk 2020 sebesar Rp 1,81 triliun telah disetujui. Angka tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan anggaran yang sudah disepakati dalam nota keuangan APBN 2019 sebesar Rp 1,78 triliun.

Pagu indikatif tersebut akan digunakan untuk program perencanaan pembangunan nasional Rp 931,9 miliar. Kemudian, Bappenas juga mencanangkan program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lain Rp 870,25 miliar dan pengawasan serta peningkatan akuntabilitas aparatur Rp 10 miliar. “Komisi XI DPR RI menyetujui pagu indikatif Kementerian PPN/Bappenas 2020,” ujar Wakil Ketua DPR Komisi XI Soeprayitno.

Menurut dia, anggaran tersebut sudah ideal. Dia berharap, Bappenas bisa benar-benar serius dalam melaksanakan semua programnya, terutama rencana pemindahan ibu kota.

Diwartakan sebelumnya, pemindahan ibu kota negara dari Jakarta tinggal menunggu waktu. Kaltim dinilai jadi kandidat terkuat. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun menilai Benua Etam lebih layak ketimbang Kalteng.

Dua hari lalu, pria yang kini lebih akrab disapa BTP itu bertandang ke Samarinda untuk menghadiri sebuah dialog kedaerahan. Dimintai tanggapannya soal pemindahan ibu kota, dia sangat mendukung. Dia menilai, ibu kota negara sudah selayaknya dipindah dari Jakarta.

Mantan wakil gubernur Jakarta itu menyebut, Kaltim lebih layak menjadi ibu kota Indonesia. Kenapa Kaltim, lanjut dia, harapan sebuah ibu kota harus ada pelabuhan laut dan memiliki tempat wisata. “Tidak mungkin membangun ibu kota tanpa ekonomi yang memadai. Contohnya membangun mal dan apartemen, siapa yang belanja kalau rakyat tidak punya uang. Jadi kalau ekonominya kuat, daya belinya juga akan meningkat,” ujarnya.

Di Benua Etam, ujar dia, sudah memiliki dua bandara berkelas internasional. Yakni, Bandara APT Pranoto di Samarinda dan Bandara Sepinggan Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan. Di Kota Minyak juga telah memiliki Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. “Ini unggulnya ketimbang Kalteng,” beber pria yang banyak mengenalnya dengan nama Ahok itu.

Selain itu, tambah dia, sektor pariwisata di provinsi ini cukup menjanjikan, tinggal dipoles atau mendapat perhatian dari pemerintah daerah (pemda). Salah satu yang sudah dilihatnya adalah kawasan wisata budaya di Kelurahan Budaya Pampang, Samarinda Utara. “Melihat Pampang, saya jadi teringat salah satu kawasan di Selandia Baru. Di sana juga masih mempertahankan suku asli di tengah zaman yang semakin modern,” bebernya. (*/dq/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 12:05

NAH KAN..!! Ternyata 90 Persen Lebih, ASN Menolak Pindah ke Ibu Kota Negara

Rencana pemerintah memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Pulau…

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49

Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif

JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara…

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:50
Pemerintah Jadi Hati-Hati Bicara Soal IKN

Fokus ke Transportasi Berbasis Rel di Ibu Kota Baru

JAKARTA  -Setelah keceplosannya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu

Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia

SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:44
Liverpool vs Arsenal

Ancaman Trio Baru The Gunners

LIVERPOOL– Arsenal menjelma menjadi tim pupuk bawang dalam enam laga…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:09

Calon IKN, Penajam Sudah Mulai Bangun Ini untuk Konektivitas ke Balikpapan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dua Kabupaten di Kaltim yang terpilih menjadi…

Jumat, 23 Agustus 2019 23:48
Pemindahan Ibukota Negara ke Kalimantan

Untuk Tahap Pertama, 200 Ribu KK ASN Bakal Huni Rumah Vertikal di Kalimantan

Rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan masih…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:01
GRID, Mengimajinasikan Masa Depan Indonesia melalui Gambar

26 Tahun Lagi Peserta Panjat Pinang Adalah Robot

Pernahkah membayangkan wajah Indonesia pada 2045? Komunitas Graphic Recorder Indonesia…

Jumat, 23 Agustus 2019 11:59

Masjidilharam Kian Longgar, Nabawi Mulai Ramai

MAKKAH–Jamaah haji Indonesia merupakan yang terbesar sedunia. Seiring dengan mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*