MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 15 Juli 2019 11:11
Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Sebabkan Rasa Gatal Hebat hingga Infeksi

PAHAMI: Dokter klinik kecantikan, Vera Pravitasari, membeberkan bahwa masyarakat harus memahami keadaan kulit. Hal itu begitu penting agar penderita tidak sembarangan memilih obat untuk mengusir kutu di kepalanya.

PROKAL.CO, Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi seperti ini memang cukup mengganggu aktivitas. Jika tidak digaruk, rasa gatal semakin menjadi-jadi. Namun, kalau digaruk rasanya sulit berhenti. Ketombe? Atau jangan-jangan, kutu?

 

DOKTER di salah satu klinik kecantikan Samarinda, Vera Pravitasari, menjelaskan memang sulit menghentikan keinginan menggaruk kulit kepala. Terlebih, jika gatal semakin terasa. Umumnya sebagian masyarakat menganggap, rasa gatal berlebihan karena ketombe. Nah, rasa gatal bisa saja datang dari kutu.

Merupakan parasit kecil dan tidak bersayap yang hinggap di rambut. Kutu mudah menyebar dalam tubuh atau pakaian dan berisiko menyebabkan dermatitis atau peradangan kulit, seperti kulit menjadi merah, gatal, hingga bengkak. “Kutu termasuk golongan serangga parasit yang membutuhkan inang untuk hidup dengan cara mengisap darah,” ucap dr Vera.

Asal muasal seseorang menderita kutu sangat sederhana. Mengalami kontak baik secara langsung maupun tidak dengan penderita kutu lainnya. Salah satu kontak langsung yakni kulit bersentuhan dengan kulit atau rambut dengan rambut.

“Penderita kutu yang disebabkan dari kontak langsung lebih sering terjadi pada anak-anak sekolah dan anggota keluarga. Misal, saat mereka tidur bersama lalu rambutnya menjadi satu. Maka, pelan-pelan kutu akan jalan dan hinggap di kepala lainnya,” tambahnya.

Sedangkan untuk kontak secara tidak langsung bisa terjadi karena kita menggunakan satu barang bersama-sama. Misal, sisir, pakaian, helm atau topi. Selain itu, bisa terjadi karena memakai tempat tidur, sofa, atau tempat duduk bersama.

Vera menginformasikan, kutu terbagi menjadi tiga jenis sesuai tempatnya hinggap. Pertama pediculus humanus capitis alias kutu kepala, pediculus humanus corporis atau kutu tubuh, dan pthirus pubis atau kutu kemaluan.

Kutu rambut biasanya paling sering ditemukan di belakang leher dan belakang telinga. Kutu jenis pediculus humanus capitis umum diderita oleh anak usia sekolah. Kendati demikian, orang dewasa juga berisiko. Gejala paling umum dari kutu rambut adalah gatal, disebabkan reaksi alergi. Kutu menggigit kulit untuk mengisap darah. Air liur dari gigitan ini menyebabkan reaksi alergi dan gatal-gatal.

“Kutu kepala mungkin tidak menimbulkan gejala awalnya. Gatal pada kulit kepala dimulai hitungan minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah kutu menyebar. Menggaruk dapat membuat kulit mengelupas,” ujarnya.

Berbeda dengan kutu rambut, gigitan kutu kemaluan langsung menyebabkan penderita merasakan gatal cukup parah. Gigitan menyebabkan tanda kecil yang terlihat seperti memar. Tidak hanya di kemaluan, kutu jenis pthirus pubis ini bisa ditemui di area bulu mata dan alis. “Hubungan seksual bisa menjadi faktornya. Terlebih untuk kutu kemaluan, dapat menular melalui hubungan seksual dari bulu kemaluan penderita ke pasangannya,” ungkap dia.

SOLUSI: Vera menyarankan rutin menggunakan sisir rapat di rumah. Selain mudah dan praktis, upaya ini akan dijamin aman dibandingkan Anda harus melakukan hal ekstrem yang tidak terjamin keamanannya.

Sedangkan kutu tubuh, menyebabkan gatal-gatal lebih buruk, terutama malam hari. Luka gatal muncul di area ketiak, pinggang, dada, dan area lainnya yang tertekan oleh pakaian.  “Untuk gejala hanya satu, sama-sama merasakan gatal. Yang membedakan hanya tempat di mana gatal itu muncul,” imbuhnya.

Kutu dan telur berkembang biak di tubuh seseorang. Jago bersembunyi, kutu biasanya tidak terlihat pada permukaan kulit. Serba-salah, jika tidak digaruk kulit terasa begitu gatal, namun jika sering menggaruk menyebabkan infeksi. Sebab itu, Vera menyarankan segera mengatasi jika merasakan gejalanya. Mengingat, penyebaran kutu mudah terjadi. Dia mengimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan memikirkan kembali ketika akan meminjamkan barang pribadi ke kerabat, khususnya sisir. (*/nul*/rdm2/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…

Senin, 05 Agustus 2019 10:48
Jaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Jangan Langsung Sikat Gigit setelah Makan

Kebersihan gigi dan mulut penting dijaga. Pernah mengalami gusi bengkak?…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*