MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 14 Juli 2019 11:36
Swasembada Pangan di Kaltim Sulit Terwujud, Ini Sebabnya
BELUM SWASEMBADA: Produksi beras terancam tidak maksimal karena tenaga penyuluh pertanian di Bumi Etam menurun. Tampak aktivitas petani memisahkan gabah dengan pohon.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Target Pemprov Kaltim untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2023 tampaknya makin sulit terwujud. Pasalnya tenaga penyuluh yang ada di Kaltim saat ini hanya 639 orang. Terdiri dari 138 penyuluh pertanian, 141 penyuluh perikanan, dan 49 penyuluh kehutanan. Jumlah itu menurun dibandingkan pada 2015 yang berjumlah 695 orang.

Dan yang paling paling banyak menurun adalah penyuluh pertanian. Pada 2015 Kaltim masih punya 568 orang penyuluh pertanian, 37 perikanan, dan 30 kehutanan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jumlah kelompok tani yang harus dibina mencapai 7.200 kelompok. Dengan jumlah desa mencapai 1.020, seharusnya minimal satu desa memiliki satu penyuluh. Diharapkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di setiap kecamatan, mengoptimalkan pengembangan wadah para pendamping petani guna menjaga stabilitas pasokan pangan.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Ibrahim mengatakan, tenaga penyuluh ini mutlak diperlukan untuk membantu meningkatkan produksi para petani. Jika edukasi petani baik, maka produktivitas pertanian di Kaltim juga semakin baik.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan sistem penyuluhan pertanian mutlak diperlukan. Khususnya dalam mendukung percepatan proses penyuluhan pertanian di berbagai tingkatan. Sehingga mampu mengolah usaha taninya secara produktif, efektif dan efesien serta berdaya saing. “BPP di kecamatan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan pertanian di pedesaan,” katanya, Senin (8/7).

Berdasarkan program, penyuluh nantinya melakukan penyuluhan dan menyediakan maupun menyebarkan informasi teknologi, saran produksi, pembiayaan dan pasar. Keberadaan tenaga penyuluh sangat penting karena memiliki tiga fungsi. Yaitu sebagai fasilitator, mediator dan fungsi sebagai pemberdayaan para petani, dalam upaya mendukung ketahanan pangan.

Menurutnya, jumlahnya saat ini semakin sedikit karena sudah banyak yang pensiun. BPP harus bisa mengoptimalkan agar pelaksanaan program pertanian lebih maksimal. Saat ini ditargetkan pada 2023 Kaltim sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Sebab, produktivitas padi harus meningkat 10 persen setiap tahunnya.

“Tapi itu harus berjalan dengan tenaga penyuluh yang memadai. Kalau jumlahnya terus menurun akan sulit mencapai swasembada pada 2023 tersebut,” pungkasnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:29

DRAMA..!! Sudah Pakai Baju Putih, Bupati Minahasa Selatan Mendadak Terpental

JAKARTA – Drama terjadi dalam penyusunan kabinet kerja jilid II.…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:22

UU KPK Berlaku, Penyidik Pilih Hati-Hati

JAKARTA – Sesuai prediksi, aktivitas penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi…

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*