MANAGED BY:
SABTU
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 13 Juli 2019 13:45
Modus Perdagangan Orang Bergeser

Industri Pariwisata Sering Libatkan Perempuan dan Anak

-

PROKAL.CO, JAKARTA - Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PP TPPO) sejak 2018 hingga pertengahan tahun 2019 telah menangani kasus 11 orang perempuan yang di trafficking ke Tiongkok. Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) disinyalir mengalami pergeseran. Modusnya pun semakin berkembang.

GT PP TPPO yang menangani perdagangan orang ke Tiongkok menemukan modus pengantin pesanan. Ketua KPAI, Susanto mengatakan ada beberapa kasus yang menjadikan target TPPO mulai bergeser. Semula target berada di kota, saat ini pindah ke desa. ”Para pelaku berpikir bahwa di desa relatif lebih aman untuk melakukan aktivitas TPPO,” ujarnya kemarin (12/7).

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberantas TPPO. ”Pertama, literasi terkait pencegahan perdagangan orang bagi anak,” katanya. Di era ini dibutuhkan literasi digital yang baik. Berdasarkan laporan yang diterima pihak KPAI, kebanyakan kasus terkait perdagangan orang yang berawal dari komunikasi cyber seperti media sosial. Maka literasi merupakan hal yang mendasar.

Selain itu, harus penanganan terkait kasus berbasis TPPO harus diperhatikan. Korban pun harus mendapatkan rehabilitasi yang tepat. ”Negara harus tegas. Tidak ada toleransi bagi pelaku aktivitas TPPO,” ujar Susanto.

”TPPO adalah kejahatan serius. Di era modern ini, modus dan cara TPPO sangat beragam dan terus berkembang,” beber Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Dia menjlentrehkan berbagai macam modus TPPO. Misalnya, bekerja melebihi waktu dengan gaji minim.

”Berdasarkan pengalaman kami dalam menangani kasus TPPO, selama ini industri pariwisata seringkali memanfaatkan perempuan dan anak sebagai pekerja dan daya tarik,” keluh Yohana. Modus yang digunakan adalah oknum turis menjadi seorang guru kursus yang mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak. Padahal, jika tidak diawasi dengan baik hal tersebut bisa saja berakhir kepada pelecehan seksual bahkan TPPO.

Walaupun sudah banyak kebijakan yang dihasilkan terkait TPPO, namun dia mengakui masih terdapat tantangan dalam implementasinya. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk memberantas TPPO. Terutama seiring semakin majunya teknilogi komunikasi dan industri pariwisata nasional. ”Jangan sampai perkembangan teknologi komunikasi dan industri pariwisata yang diharapkan pemerintah dapat berkontribusi pada perekonomian nasional namun dalam prosesnya mengekploitasi perempuan dan anak yang pada akhirnya menurunkan kualitas SDM Indonesia,” ucapnya. (lyn)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 10:06

Layangan 22 Negara Beraksi, Ada Naga 150 Meter

Puluhan layangan raksasa menghiasi langit Pantai Mertasari pada event International…

Jumat, 16 Agustus 2019 00:45

NGERI..!! Demo Mahasiswa di Cianjur, 4 Polisi Luka Bakar

Sejumlah mahasiswa di Cianjur diamankan polisi lantaran diduga menjadi penyebab…

Kamis, 15 Agustus 2019 11:26

Rotasi Guru Berdasarkan Zonasi

JAKARTA– Rencana kebijakan rotasi guru di berbagai sekolah hampir dipastikan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:54

Olah TKP, Polisi Diberondong Peluru

JAKARTA— Polri lagi-lagi terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal separatis…

Rabu, 14 Agustus 2019 15:21

Soal Enzo, KSAD Bilang Harap Semua Bantu Karirnya

Keluarga terdekat Calon Taruna (Catar) Akademi Militer Angkatan Darat Enzo…

Rabu, 14 Agustus 2019 15:15

Beredar Video Porno Three Some, Laki-lakinya Pakai Topeng

Video Porno yang menampilkan tiga pria dan satu orang wanita,…

Rabu, 14 Agustus 2019 15:12

Digerebek Polisi, Bandar Jatuh dari Lantai 7, Ya Gepeng lah..!!

Polda Metro Jaya kembali menggrebek tempat bandar narkoba di Apartemen…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:36

KOMPAK BALANYA..!! Anak Kepala Dinas Nyabu dengan Anak Anggota DPRD Terpilih

Tak salah bila peredaran narkoba di Bali disebut mengkhawatirkan. Karena…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:29

Pembunuh SPG Ngaku Gigolo, Dibayar Rp500 Ribu Plus Ponsel

DENPASAR – Satu lagi pengakuan menarik terlontar dari mulut Bagus…

Selasa, 13 Agustus 2019 12:27

KPI Mau Awasi Konten Digital, Petisi Menolak pun Bergulir

JAKARTA -- Petisi menolak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk mengawasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*