MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Sabtu, 13 Juli 2019 13:38
Korea Utara Ubah Konstitusi, Jong-un Jadi Kepala Negara
Kim Jong Un

PROKAL.CO, SEOUL – Kim Jong-un punya gelar baru. Yaitu, kepala negara. Status tersebut didapatkan setelah mengamandemen konstitusi. Sebelumnya, jabatan kepala negara disematkan kepada Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Choe Ryong-hae. Dialah yang selama ini menjadi wajah Korut dalam pertemuan di berbagai negara.

”Kim (Jong-un) sebagai chairman Komisi Urusan Negara (SAC) adalah perwakilan tertinggi dari semua rakyat Korea yang berarti kepala negara dan panglima.” Demikian bunyi amandemen konstitusi Korut yang diunggah di portal berita milik pemerintah, Naenara, Kamis (16/7).

Sebelumnya, dalam undang-undang, Jong-un disebut sebagai pemimpin tertinggi yang memberikan komando kepada seluruh pasukan militer Korut. Profesor di Kyungnam University’s Far East Institute, Seoul, Korsel, Kim Dong-yup, mengungkapkan bahwa Jong-un sudah lama ingin menjadi presiden Korut.

Amandemen UU itu membuat impiannya menjadi nyata. Jong-un tak bisa memakai istilah presiden. Sebab, mendiang kakeknya, Kim Il-sung, sudah diberi gelar presiden abadi.

Amandemen konstitusi itu hanya mengubah gelar Kim Jong-un. Tidak ada pengaruhnya dengan kekuasaan. Jong-un tetaplah orang paling berpengaruh dan berkuasa di Korut. Klausul yang menyebut bahwa Korut adalah negara yang memiliki kekuatan senjata nuklir juga tidak diganti.

Hong Min, peneliti senior di Korea Institute for National Unification, Seoul, punya pendapat berbeda. Menurut dia, perubahan gelar itu punya tujuan khusus. Yaitu, persiapan kemungkinan perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS).

”Amandemen itu akan menjadi kesempatan untuk menetapkan status Kim Jong-un sebagai penanda tangan kesepakatan damai suatu saat nanti,” ujar Hong seperti dikutip Channel News Asia.

Status baru itu juga bakal membuat Korut tampil seperti negara normal pada umumnya yang memiliki kepala negara sungguhan.

Korut ingin perjanjian damai dengan AS maupun Korsel.

Selama ini Korut dan Korsel berstatus gencatan senjata. Saat perang Korea berlangsung, Korut didukung Rusia dan Korsel oleh AS. Persekutuan itu berlangsung hingga saat ini.

Pembicaraan damai Korut, Korsel, dan AS masih jalan di tempat. Namun, setidaknya, pintu menuju perdamaian itu belum tertutup.

Akhir Juni Presiden AS Donald Trump bahkan mengunjungi Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ) selama sekitar satu jam. Bulan ini AS dan Korut juga akan memulai lagi pembicaraan tentang denuklirisasi. Kedua pihak ingin sama-sama menormalkan kembali hubungan diplomatiknya.

Korut memang belum memusnahkan semua senjata dan fasilitas nuklirnya. Tapi, sejak 2017 mereka sudah menghentikan uji coba misil jarak jauhnya. Korut kembali berulah dengan melakukan uji coba misil jarak pendek setelah pertemuan dengan AS Februari lalu di Hanoi, Vietnam, gagal.

Media Korsel Yonhap mengungkapkan bahwa AS tengah mempertimbangkan untuk menghentikan sementara beberapa sanksi ke Korut setidaknya selama 12–18 bulan. Utamanya untuk larangan ekspor batu bara dan tekstil yang dulu menjadi sumber utama pemasukan Korut.

Tapi, ada syaratnya. Pyongyang harus menghancurkan fasilitas nuklirnya. Selain itu, menghentikan semua program nuklir. Jika perkembangannya bagus, bisa jadi sanksi akan dicabut sepenuhnya. (sha/c10/dos)

 

 

 

Penguasa Takhta Korea Utara

 

Kim Il-sung

Masa Berkuasa : 28 Desember 1972–8 Juli 1994

Gelar :

* 1948–1994 bergelar pemimpin komunis Korut.

* 1948–1972 menjabat perdana menteri Korut.

* 1949–1966 chairman Partai Pekerja Korut.

* 1966–1994 Sekjen Partai Pekerja Korut.

* 1972–1994 presiden dan kepala negara Korut.

* 1998 konstitusi direvisi. Kim Il-sung disebut sebagai presiden abadi Republik Korut.

 

Kim Jong-il

Masa Berkuasa : 9 April 2009–17 Desember 2011

Gelar :

* Memiliki sekitar 50 gelar. Di antaranya, Pemimpin Terkasih, Pemimpin Tertinggi, Sang Jenderal, dan Generalissimo.

 

Kim Jong-un

Masa Berkuasa : 17 Desember 2011–sekarang

Gelar :

* 2011 bergelar pemimpin tertinggi Korut dan dijuluki sebagai penerus terhebat.

* 2012 didapuk sebagai marsekal militer Korut.

* 2012 menjadi chairman dan Sekjen Partai Pekerja Korut.

* 2019 mengubah konstitusi dan diangkat menjadi pemimpin negara Korut.

 

Sumber: CNN, The Telegraph, BBC, Wikipedia.


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 11:12

Pesta Pernikahan Berubah Petaka

KABUL–Seharusnya para tamu undangan dan kerabat di Kabul, Afganistan, ini…

Senin, 19 Agustus 2019 09:58

Mencari Solusi Krisis Pengungsi Rohingya

Pekan depan usaha repatriasi warga Rohingya dimulai. Pulang berarti berjudi…

Senin, 19 Agustus 2019 09:56

Rohingya, Entitas yang Dianggap Tak Pernah Ada

"Saya akan menjadi buron atau tidak eksis sama sekali." Kalimat…

Senin, 19 Agustus 2019 09:55

Denuklirisasi Kian Sulit, Jong-un Pantau Peluncuran Rudal

Niat Korea Selatan berbicara dengan tetangganya dinilai sebuah kelancangan. Korea…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:04

Tiongkok Mulai Siagakan Tentara, Kirim Pasukan Dekati Hongkong

HONGKONG– Tiongkok berang. Mereka mengancam tak akan lagi tinggal diam…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Baku Tembak Lukai Enam Polisi

PHILADELPHIA– Warga daerah Nicetown-Tioga, Philadelphia, AS, baru saja melalui drama…

Jumat, 16 Agustus 2019 09:45

YAELLAA...Gali Kuburan Cuma untuk Dapat Seragam

”ISTIRAHAT” Martin Hikuku Alukoye terganggu. Gara-garanya soal seragam. Pria 31…

Rabu, 14 Agustus 2019 14:54

Gigi Palsu Nyangkut di Tenggorokan

Kasihan sekali kakek 72 tahun asal Inggris ini. Selama delapan…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:59
Bandara Hongkong Dikepung Demo

Lima Ribu Orang Kacaukan Penerbangan

HONGKONG– ’’Semakin keras Anda melempar bola semakin kencang juga ia…

Selasa, 13 Agustus 2019 09:58

Hongkong Sudah "Panas" Ditambah Hoaks Bikin Makin Resah

SUHU politik di Hongkong tinggi bukan main. Salah satu yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*