MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 13 Juli 2019 12:38
Ada Kegiatan Pertambangan di Lahan PT KMS

Sidang Perkara Pemalsuan Segel, Saksi Pelapor Sampaikan Fakta Baru

SISAKAN LUBANG : Lokasi pertambangan PT ESE yang diklaim masuk dalam wilayah HGU PT KMS. PT KMS UNTUK KP

PROKAL.CO, PENAJAM- Sidang perkara tindak pidana pemalsuan surat pernyataan kesaksian penguasaan tanah negara atau segel dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Suyanto, kembali digelar Kamis (11/7) kemarin. Sejumlah fakta baru terungkap, dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi ini. Yakni adanya kegiatan pertambangan yang diduga ilegal pada lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Kebun Mandiri Sejahtera (KMS) di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.  

Penuntut umum menghadirkan dua orang saksi, pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Anteng Supriyo, yang didampingi Anggota Majelis Hakim Anik Istirochah dan Graito Aran Saputro. Yakni saksi pelapor, Daniel Evert Togar Tambunan dari PT KMS dan mantan staf Kelurahan Buluminung Rolan Berteh.

Sidang pemeriksaan saksi ini berlangsung hampir enam jam. Mulai pukul 11.00 Wita hingga 17.00 Wita, dengan jeda istirahat selama satu jam, pada pukul 13.00 Wita. Pada kesaksiannya, Daniel manyampaikan ada kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT Ena Sarana Energi (ESE), yang tidak diungkapkan selama proses penyidikan. “Kegiatan pertambangan dilakukan sejak 2015 sampai 2017. Dengan luasanya mencapai 111 hektare,” kata Daniel.

 Dia melanjutkan PT ESE sebelumnya, sudah menyampaikan izin tertulis untuk permohonan pinjam pakai lahan kepada PT KMS, sebanyak lima sejak. Surat itu disampaikan sejak tahun 2013 hingga 2016. Karena area eksploitasinya berada di sebelah lahan PT KMS. Namun, izin tersebut tak disetujui manajemen PT KMS, karena izin penggunaan lahannya untuk perkebunan. Bukan kegiatan pertambangan.

Dan akhirnya terbitlah surat pernyataan kesaksian penguasaan tanah negara milik Rahling dan kawan-kawannya. Dasar itulah, PT ESE melakukan kegiaan pertambangannya. Dan akhirnya PT KMS melayang teguran. Kemudian PT ESE bersurat kepada Bupati yang saat itu masih jabat Yusran Aspar. Dan Bupati kala itu, menerbitkan surat yang isinya membolehkan PT ESE melakukan kegiatan pertambangan. “Tapi untuk lokasi pertambangan yang masuk dalam wilayah kami, harus mendapat persetujuan dari PT KMS,” jelasnya.

Selanjutnya pada 8 Agustus 2018, PT ESE malalui Kantor Konsultan Hukum Haroen Depari and Partners melakukan somasi kepada PT KMS. Melalui surat bernomor B-0176/HDP-01/VIII/2018. Dalam surat tersebut menyampaikan PT ESE memiliki izin usaha pertambangan terhadap 2.464 hektare selama jangkan waktu 8 tahun. Izin itu diterbitkan Bupati Andi Harahap dengan nomor 545/072.IUP.OP/DISTAM/VIII/2012 tertanggal 15 Agustus 2012.

Isi lainnya adalah menduga PT KMS dalam mendapatkan sertifikat Hak Guna Bangunan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mengingat sebagian besar masyarakat adat belum sepenuhnya mendapat ganti rugi atas pembebasan tanah. Sebagaimana pengaduan Lembaga Adat Muan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan HIdup pada 22 Mei 2018.  “Kami sudah memberikan ganti rugi terhadap para pemilik lahan,” kata Daniel.

Dia menceritakan PT KMS yang kala itu masih bernama PT Majapahit Agro Industrial Corporation telah memberikan ganti rugi terhadap tanam tumbuh yang ada di lahan milik warga. Ada ratusan juta yang diberikan kepada puluhan warga. Enam tahun berselang, sekira tahun 2001, para pemilik lahan kembali bergejolak. Dan akhirnya, PT Majapahit Agro Industrial Corporation memutuskan memberikan tali asih. Nominalnya kala itu pun mencapai ratusan juta rupiah. Dan pada 17 Januari 2011, PT Majapahit Agro Industrial Corporation berganti nama menjadi PT KMS. “Jadi prosesnya sudah kami lalu sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” terangnya.

 

BANYAK KEJANGGALAN  PADA SEGEL

 

SEJUMLAH keanehan terjadi pada surat pernyataan kesaksian penguasaan tanah negara atau segel yang ditandatangani Suyanto, saat menjabat Camat Penajam. Ada beberapa kalimat yang diduga diketik secara terburu-buru. Sehingga tidak diatur dengan baik. Bahkan ada beberapa kalimat, yang salah dalam penyusunannya. Bahkan tanggal penerbitan surat terlihat diganti menggunakan cairan penghapus. Sebelum dilaminating dan ditulis tanggal 8 Maret 2010. 

Beberapa saksi dari pihak PT KMS (saat itu bernama PT Majapahit Agro Industrial Corporation) tidak menandatangi perwatasan. Yang mencurigakan lagi, surat tersebut menyantumkan sejarah perolehan tanah yang hampir sama. Rata-rata merupakan tanah hasil orang tua yang sama dari para pemilik lahan. Dari 46 segel, 40 surat diantaranya merupakan tanah hasil garapan Keramu yang merupakan leluhur Rahling sejak tahun 1931. Kemudian ada 5 surat yang merupakan hasil garapan Aher, dan satu surat yang menyebutkan hasil garapan Namo. 

Di hadapan majelis hakim, Daniel juga menyampaikan setelah Suyanto dilaporkan ke Polda Kaltim pada 27 Mei 2017, yang bersangkutan sempat datang kepadanya. Untuk memperlihatkan surat pernyataan pencabutan tanda tangan pada surat pernyataan kesaksian penguasaan tanah negara yang sempat Suyanto tandangani.

Dengan nomor 592.2/252-302/PPSDA/2010 tanggal 19 Maret 2010. Surat pernyataan itu menerangkan bahwa Suyanto yang saat itu menjabat Camat Penajam menyatakan mencabut dan membatalkan tanda tangan yang sempat dibubuhkan pada surat pernyataan kesaksian penguasaan tanah negara milik Rahling dan kawan-kawan. Dengan jumlah 46 surat. “Surat itu ditujukan juga ke Kapolda Kaltim. Saya tidak diberikan salinannya. Tapi sempat saya foto,” kata dia. 

Sementara itu, saksi lainnya Rolan Berteh yang merupakan mantan Staf Kelurahan Buluminung mengakui diminta bertandatangan sebagai saksi pada blanko pengukuran tanah. Dia melakukan itu atas perintah Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Buluminung Nor Annah. Padahal Rolan sendiri tidak pernah melihat maupun menyaksikan lokasi tanah yang akan diterbitkan segel tersebut. “Saya hanya disuruh tandatangan. Atas perintah Plt Lurah Buluminung,” akunya. 

Penuntut umum pun tidak dapat menghadirkan saksi terkait, yang ikut bertandatangan pada segel tersebut. Yakni Plt) Lurah Buluminung Nor Annah dan Ketua RT 04 Kelurahan Buluminung Daeng. Tidak bisa dihadirkan karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Dijadwalkan, sidang akan dilanjutkan pada pekan depan.

Dengan menghadirkan lanjutan saksi dari penuntut umum. Di masih ada 17 saksi yang belum diperiksa majelis hakim pada Kamis dan Jumat (18-17/7) mendatang. “Jadi minimal ada 5 atau 6 orang saksi yang akan diperiksa selama dua hari itu. Dan kami akan meminta majelis hakim mendatangkan saksi verbalisan (saksi penyidik) setelah peneriksaan saksi ini,” tandas Koordinator Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penajam Paser Utara Budi Susilo usai persidangan, kemarin.  (*/kip)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:31

Jalan Utama Sering Terkena Abrasi, Jalan Alternatif Terkendala APBD

Jalan poros Kecamatan Loa Kulu-Loa Janan rawan tergerus abrasi. Sebenarnya,…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29

Rusak Kabel Kontak Motor, Dua Maling Ini Sukses Curi Belasan Motor

    Dua Tersangka Curanmor Dibekuk Belasan Sepeda Motor dan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22

Tradisi Mulai Punah, Begasing Kembali Hidup

SANGATTA–Permainan gasing ini jaya pada eranya. Bahkan, pada masanya, gasing…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:21

Cari Sampingan, Pedagang Sembako Diciduk Petugas

  TABALAR–Seorang perempuan bernama Ani (44) terpaksa berurusan dengan pihak…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:18

Piutang Rp 1,5 M Belum Dibayar, Diskes Kutim Tak Bisa Beli Obat

SANGATTA–Ketersediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan Kutai Timur (Diskes Kutim) semakin…

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:07

Kontainer Sempat Hambat Aktivitas Lalu Lintas

TANJUNG REDEB–Kondisi jalan yang berlubang membuat mobil kontainer milik PT…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:14

Sumber Debu di SMP 2 Masih Diselidiki

Uji baku mutu lingkungan segera dilakukan DLH Kukar untuk memastikan…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:13

Tiga Rumah Ambles ke Sungai Mahakam

TENGGARONG - Tiga rumah di RT 4, Desa Jembayan, Kecamatan…

Jumat, 23 Agustus 2019 13:13

KASIAN..!! Nenek-Nenek Tewas Diseruduk Taksi

---bisa dibuatkan ilustrasi   Nenek Tewas Diseruduk Taksi   SENDAWAR…

Jumat, 23 Agustus 2019 12:11

CEPATTT...!! Program Pemutihan IMB Berlaku Hingga Akhir Tahun

PENAJAM - Secara mengejutkan, Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*