MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Sabtu, 13 Juli 2019 12:33
Kenal Musik Hingga Flora Fauna Kaltim
RAIH PRESTASI: Rinanda Maharani saat memainkan alat musik 'sampe'. Dinas Pariwisata For KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Rinan adalah sapaan yang khas oleh teman-teman sekolahnya. Bernama lengkap Rinanda Maharani, putri Kutai Timur (Kutim) ini memiliki segudang prestasi yang terus mengharumkan nama baik daerah. 

Remaja yang terlahir di Samarinda, tepat pada hari Kartini yakni 21 April 2002 silam ini masih mengenyam pendidikan kelas 12 di SMA Negeri 2 Sangatta Utara, usianya memang muda, namun ia pernah menjajaki beragam prestasi, malah baru-baru ini, Rinan terpilih sebagai Putri Remaja Indonesia Pendidikan 2019 yang mewakili Kaltim.

Dirinya berkompetisi melawan masing-masing perwakilan dari 32 provinsi se Indonesia, dan mendapat penghargaan pada awal Juli 2019 lalu.  Sebelumnya, ia pernah meraih predikat Top Photo Model Kaltim 2017, Miss Intelegensia dan Miss Bigmall Kaltim 2018, bahkan menjadi 3 rd runner up dan juara Favorit Indonesia Top Model 2017 di Jakarta. 

Anak pertama dari empat bersaudara, dan putri tunggal  pasangan Ade Achmad Yulkafilah dan Dian Anggraeni yang bekerja sebagai ASN di Pemkab Kutim ini memang menjadi kebanggaan orangtua, dimana sejak berusia lima tahun aktif mengikuti perlombaan modeling. Mempunyai rambut panjang, kerap terurai, berbadan tinggi sekira 165 cm dan berkulit putih ini memiliki hobi fotograpi. 

Saat disambangi di kediamannya, Rinan menceritakan perjuangannya sebelum terjun menjadi putri remaja. Bukan hal mudah, mengatur waktu merupakan tugas berat baginya. Mulai dari sekolah, sepulangnya harus tetap belajar di rumah, kemudian berlatih pidato hingga belajar memainkan alat musik tradisional adat dayak Kalimantan yakni 'sampe'. 

"Awalnya saya mendapat informasi ajang putri remaja itu dari instagram, coba daftar online akhirnya lolos mewakili Kaltim. Tiga bulan sebelum berangkat saya intens belajar 'sampe' setiap malam langsung dari ahlinya, tak itu saja, saya menghafal pidato dengan bahasa Inggris, dan tetap sekolah juga mengikuti ujian kenaikan kelas," jelasnya. 

Banyak ciri khas Kaltim yang ia perkenalkan ke kancah nasional, tak hanya alat tradisional, dirinya mengenalkan flora dan fauna khas seperti orang utan dan sengkuang yang ada di hutan Taman Nasional Kutai Prevab Mentoko. Memasuki lima besar, dan bersaing berat dengan Provinsi Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur, Rinan meraih predikat putri remaja pendidikan berkat unjuk bakat dan pidatonya tentang remaja dan cinta tanah air. 

Perempuan berusia 17 tahun yang bercita-cita menjadi diplomat ini menyampaikan harapannya untuk Kutim agar pemuda daerah bisa terinspirasi dan mampu membangun dengan potensi yang dimiliki. Dengan ini, ia akan menjadikan pengalaman sebagai modal utama untuk membuat terobosan dan sosialisasi keremajaan.  

"Saya bener-bener sendirian mewakili Kaltim, delapan hari berjuang disana, dukungan orangtua, dinas pariwisata, sekolah, duta wisata dan seluruh masyarakat Kutim yang membuat saya yakin untuk menampilkan yang terbaik," katanya. 

Didampingi ibunya, Rinan diakui sebagai anak berprestasi yang rajin di rumah. Ia hanya sering meminta novel sebagai hadiah jika meraih prestasi. (*/la)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16
Rindu Leluhur, Bocah-Bocah Omah Cangkem Diundang ke Kaledonia Baru

Seperti Bertemu Saudara, Trenyuh Gamelan 30 Tahun Ditabuh Lagi

Bocah-bocah yang tergabung dalam Omah Cangkem belum lama ini menorehkan…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:10
SMPN 20 Depok setelah Puluhan Siswanya Terinfeksi Hepatitis A

Diliburkan Tiga Hari, Sediakan Ujian Susulan untuk Yang Masih Dirawat

Pihak sekolah membantah kesimpulan Kementerian Kesehatan bahwa penular virus adalah…

Senin, 02 Desember 2019 12:38

Sijantang Koto dan Abu ”Abadi” Cerobong Pembangkit Listrik

AGUS DWI PRASETYO, Jawa Pos, Sawahlunto   Bocah laki-laki itu…

Kamis, 28 November 2019 13:39
Mengikuti Keseharian Ahmad Tohari, Puluhan Tahun setelah Ronggeng Dukuh Paruk Lahir (2-Habis)

Nyabut Singkong, Dikencingi Dulu, lalu Dimakan Langsung, Itu Pengalaman Nyata

Ahmad Tohari akan terus menulis...selama tak ada ciap-ciap anak ayam…

Rabu, 27 November 2019 12:07
Sehari Bersama Ahmad Tohari, sang Penulis Ronggeng Dukuh Paruk (1)

Dari Gus Dur Belajar tentang Permainan Kata dan Humor

Sampai usia 71 tahun sekarang ini, Ahmad Tohari terus bersetia…

Selasa, 26 November 2019 13:22

Kisah Tutik Suwani, Sarjana Perhotelan yang Pilih Mengajar di SLB

Tugas seorang guru salah satu adalah mengajarkan baca dan tulis…

Selasa, 26 November 2019 11:31

Cerita Penyusunan Buku Saku Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

Inge dan Yayas pertama menggagas buku ini saat sama-sama menangani…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Ahnaf Fauzi Zulkarnain, 10 Besar KJSA Goes Digital 2019

Belajar lewat YouTube, Bikin Robot Pelayan Penderita Stroke

Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, siswa MTsN 4 Gunungkidul…

Sabtu, 16 November 2019 12:57

Ananda Badudu yang Ingin Kembali Teruskan Karir Bermusik

Menjadi jurnalis dan musisi sudah dilakoni Ananda Badudu. Namun, begitu…

Jumat, 15 November 2019 09:43
Amanda Putri Witdarmono, Dirikan We The Teachers untuk Guru di Indonesia

Ibarat Helikopter, Ajak Guru Kembangkan Anak lewat Potensi di Sekitar

GURU memiliki peran penting dalam pendidikan karakter anak sejak usia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.