MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 11 Juli 2019 12:02
Menteri PPPA Tidak Setuju Aturan Poligami di Aceh

Khawatir Terjadi Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Yohana

PROKAL.CO, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akhirnya memberi komentar atas Rancangan Peraturan Daerah (Qanun) Aceh tentang Hukum Keluarga yang di dalamnya mengatur ketentuan berpoligami. Dalam catatannya, Menteri PPPA Yohana Yambise meminta agar Qanun juga memperhatikan kepentingan anak dan perempuan. Sebab, aturan ini dinilai merugikan perempuan dan anak.  

Sabtu lalu DPRD Provinsi Aceh menyerahkan rancangan Qanun kepada KPPPA. Dalam salah satu pasalnya, aturan ini membahas soal poligami. Rancangan Qanun tersebut muncul di kalangan masyarakat Aceh untuk mengatur hubungan keluarga.  

”Praktik poligami yang terjadi saat ini sangat merugikan perempuan dan anak,” tutur Yohana krmarin (10/7). Menurutnya, adanya perda yang mengatur ketentuan poligami dalam hukum keluarga tersebut secara otomatis menjadikan perempuan dan anak sebagai korban. Dengan adanya poligami, dinilai akan membuka peluang kekerasan pada perempuan dan anak.  

”Ingat kekerasan bukan hanya fisik namun juga psikis,” imbuh Yohana. Yohana mengkhawatirkan dengan praktik poligami ini akan hak anak dan perempuan tidak terpenuhi. Misal soal nafkah. 

Pemerintah Aceh sebelumnya menyatakan bahwa aturan ini disesuaikan dengan syariat Islam. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Pemerintah Aceh memiliki pandangan bahwa poligami ini sudah terjadi di masyarakat Aceh. Sehingga perlu diatur secara jelas. Kendati demikian, Yohana menyataka bahwa bagaimanapun persyaratannya, praktik poligami tetap saja tidak berpihak pada kepentingan bagi perempuan dan anak. Menurut menteri asli Papua itu, sebuah rumah tangga yang baik tumbuh dari perkawinan seorang laki–laki dan seorang perempuan.

 

“Perkawinan pada dasarnya merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga,” ungkapnya. Untuk itu Qanun ini juga diperlukan aturan yang mengatur pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis keluarga. (lyn)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 11:28

BNPT Masih Khawatir Kelompok Pendukung Terorisme

JAKARTA— Kelompok teroris di Indonesia masih berpeluang berkembang di Indonesia.…

Senin, 11 November 2019 22:37
Ingin Jadi Partai Terbuka Berazas Pancasila

Eks Presiden PKS Pimpin Partai Gelora

JAKARTA– Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia secara resmi diperkenalkan ke…

Minggu, 10 November 2019 13:39

Soal Dugaan Rekayasa Novel, LPSK Minta Polisi Abaikan Laporan Dewi Tanjung

Penyidik senior KPK Novel Baswedan tak bisa menjadi tersangka dalam…

Minggu, 10 November 2019 10:41

Merapi "Batuk-Batuk", Warga Santai Aja

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ)…

Minggu, 10 November 2019 10:29

Putus Hubungan dengan Garuda, Sriwijaya Air Diawasi Kemenhub

JAKARTA- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelayanan penerbangan maskapai Sriwijaya Air…

Sabtu, 09 November 2019 12:35

Jaksa Agung Persilakan KPK Tangkap Anak Buahnya yang Nakal

Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyambut gembira jika semakin banyak…

Jumat, 08 November 2019 20:58

Evaluasi Pemerintahan Desa se-Indonesia

JAKARTA– Polemik desa Fiktif tidak boleh lagi terjadi di masa…

Jumat, 08 November 2019 11:57

ASTAGAA...!! Istri dan Anak Bersekongkol Bunuh Suami

JEMBER– Bahar Mario, 26, dan Busani, 47, tertunduk saat menghadapi…

Jumat, 08 November 2019 11:35

Terobsesi Video Porno, Pegawai Kontrak dan Guru Ajak Siswinya Threesome

Perilaku seks menyimpang mengantarkan seorang oknum guru honorer bernama Ni…

Jumat, 08 November 2019 10:41

Atap SD Ambruk, Mendikbud Tak Bisa Terima

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengaku tak bisa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*