MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 09 Juli 2019 12:45
Belajar Memupuk Semangat Literasi di SD 020 Balikpapan Tengah

Kumpul Koin demi Membangun Pipa Baca dan Buku

Ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat membaca itu. SD 020 Balikpapan Tengah memilih mengajak siswa membuat pipa baca dan menyumbang buku. Caranya lewat kumpul koin.

PROKAL.CO, Ada banyak cara untuk menumbuhkan semangat membaca itu. SD 020 Balikpapan Tengah memilih mengajak siswa membuat pipa baca dan menyumbang buku. Caranya lewat kumpul koin.

 

BUDAYA membaca harus terus dibangun sejak dini. Tidak hanya sibuk bermain dan belajar, anak juga diperkenalkan dengan kebiasaan membaca setiap hari. Awalnya, siswa diminta mengumpulkan koin terlebih dahulu. Biasanya dilakukan setiap Sabtu. Setiap kelas memiliki kaleng koin masing-masing. Setelah pengumpulan koin, guru yang bertanggung jawab akan menyimpannya lagi. Selama empat hingga lima bulan efektif pembelajaran, jumlah koin yang terkumpul hampir Rp 2 juta.

Setelah koin terkumpul, siswa bersama guru dan komite sekolah pergi ke toko buku. Mereka membeli buku unutuk melengkapi koleksi yang sudah ada di sekolah. Guru kelas II, Rahadiani Dwi mengatakan, guru akan memberikan kesempatan spesial bagi siswa yang sering tampil bercerita saat kegiatan Sabtu Ceria. Acara ini dilakukan setiap bulan sekali, kurang lebih sekitar 45 menit. Setiap anak bebas menunjukkan kemampuan. Misalnya, menyanyi, baca puisi, bukti keberhasilan pembelajaran, dan bercerita. Mereka yang aktif tampil mendapat kesempatan bebas memilih dan membeli buku-buku hasil pengumpulan koin tersebut. “Buku yang dipilih siswa biasanya juga buku yang disukai oleh teman-teman sebayanya,” katanya.

Selain berhak memilih buku, siswa juga bisa menjadi peminjam dan pembaca pertama buku-buku yang dia pilih. Kemudian setelah selesai meminjam, siswa harus mengembalikan lagi buku ke sekolah. Contoh dalam pelaksanaan pertama pengumpulan koin, hasilnya terpilih empat siswa yang mendapat kesempatan itu. Dia berharap, adanya penghargaan tersebut mampu memicu semangat siswa lain. Baik untuk lebih banyak membaca buku hingga tampil bercerita di Sabtu Ceria. Sementara itu, Listiyorini, guru kelas IV A menjelaskan, tujuan program kumpul koin adalah menumbuhkan kesukaan membaca pada anak.

“Siswa dibiarkan memilih buku sesuai selera untuk membuat mereka senang dan tertarik dulu,” ujar guru yang menemani siswa belanja buku tersebut. Menurut dia, kegiatan pengumpulan koin dan pembelian buku oleh siswa sekaligus menumbuhkan sifat memiliki siswa terhadap buku-buku di sekolah. “Siswa terlibat langsung dengan mengumpulkan dan membeli buku sendiri, tumbuh rasa memiliki terhadap buku-buku itu,” ujarnya. Tak hanya membeli buku, hasil pengumpulan koin juga digunakan untuk membeli pipa paralon. Selanjutnya, pipa ini berfungsi sebagai dudukan atau rak buku tersebut. Mereka menamakannya sebagai pipa baca.

Caranya, pipa paralon dibelah sebagian agar dapat berfungsi sebagai dudukan buku. Kemudian pipa dipasang di setiap dinding luar depan kelas. Totalnya masing-masing kelas dari kelas I–VI memiliki pipa baca sebanyak 80 buku. Semua berasal dari koin yang terkumpul. “Supaya jumlah buku yang dibeli banyak, kami tidak membeli di toko buku yang mahal. Walaupun kualitas kertasnya agak berbeda, isinya bagus,” sebutnya. Kepala SD 020 Balikpapan Tengah, Linceria Hutapea menyebutkan, pihak sekolah telah membuat program 15 menit membaca sebelum pembelajaran untuk mendukung kehadiran pipa baca tersebut. Walau sebenarnya sudah memiliki pojok baca di setiap kelas yang berasal dari siswa. Tiap siswa dulu sebelumnya menyumbang rata-rata satu buku atau lebih secara sukarela.

Namun, dengan pipa baca yang terletak di dinding luar kelas dan pojok baca yang ada di dalam kelas, siswa semakin sering terpapar dengan buku. “Ke mana-mana mereka akan lihat buku. Kami berharap dengan strategi memapar siswa dengan buku ini, siswa tergerak untuk selalu baca buku,” tutupnya. Dia menyebutkan, kegiatan literasi di sekolah merupakan bagian dari pelatihan program PINTAR dari Tanoto Foundation untuk kepala sekolah dan guru. Salah satu materi berisi menggerakkan budaya baca. Bersama dukungan komite dan orangtua, mereka sepakat menyukseskan program tersebut. (gel/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 09:36

WARNING..!! Kendaraan Besar Diminta Tidak Melintas di Depan BSB

Untuk pekerjaan pemasangan box culvert atau gorong-gorong, satu lajur jalan…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:25

Kaltim Dapat Mobil Labling

Awal tahun depan, KLHK akan memberikan bantuan mobil labling kepada…

Minggu, 13 Oktober 2019 22:20

Studi Banding Pemerintah Mozambik ke HLSW, Warga dan Fokus Cegah Karhutla

Pemerintah Republik Mozambik belum lama ini studi banding ke hutan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:58

Asmawarman, Menoreh Prestasi di Langit Jawa

Sosok BJ Habibie yang mendunia, tak diragukan turut menginspirasi generasi…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:51

Pengunjung Terganggu, Lalu Lintas Pasar Pandan Sari Semrawut

BALIKPAPAN – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:51

Sayembara Desain Berakhir, JPO dan Monpera Bakal Dipercantik

BALIKPAPAN – Melewati masa kompetisi kurang lebih sebulan, hasil sayembara…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:43

Larikan Ponsel, Budi Dibonyok Warga

BALIKPAPAN – Taufik Hidayat (16) sedang nongkrong di kawasan Jalan…

Jumat, 11 Oktober 2019 10:33

Selundupkan Kayu, Negara Rugi Ratusan Juta

BALIKPAPAN – Dari sekitar 700 kubik atau ribuan batang kayu…

Jumat, 11 Oktober 2019 10:32

DPRD Resmi Punya Pimpinan Definitif

BALIKPAPAN – Semenjak 29 Agustus, anggota DPRD Balikpapan 2019-2024 dilantik…

Kamis, 10 Oktober 2019 11:46

Ikan Mati, Pemancing Lari

BALIKPAPAN—Waduk Telagasari merupakan salah satu tempat pemancingan bagi warga yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*