MANAGED BY:
RABU
01 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 09 Juli 2019 12:43
Lamuseto, Si Kambing yang Kerap Menang Kontes Kambing Etawa

Selain Merawat, Juga Mengajak Peliharaan Berkomunikasi

UNGGULAN: Suyanto (kiri) bersama Lamuseto dan seorang peserta kontes usai kontes kambing etawa ras kaligesing di PSG, Sabtu (6/7). MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA

PROKAL.CO, Kecintaannya terhadap hobi mengantarkan nama Suyanto moncer di kalangan penghobi kambing etawa ras Kaligesing. Perekonomian warga di kampungnya juga ikut terangkat.

MEITIKA CANDRA L, Bantul

KEDEKATAN Lamuseto dengan Suyanto bak kawan karib. Kedekatan itu, antara lain, terlihat dengan perilaku yang ditunjukkan Lamuseto. Lamuseto yang memiliki berat badan 135 kilogram (kg) itu merangkul Suyanto. Dengan tubuhnya yang agak cungkring, Suyanto tampak menahan beban berat. Agak sempoyongan. Bukannya jengkel, Suyanto justru menyambut rangkulan ”hangat” itu.

Eits, Jangan mengira kedekatan itu antara manusia dengan sesamanya. Tapi, ”kehangatan” itu antara kambing dan pemiliknya.

Itulah salah satu potret betapa dekatnya Suyanto dengan kambing peliharaannya bernama Lamuseto itu.

”Sudah hafal dengan karakter dan ekspresinya,” ucap Suyanto sembari menunjukkan salah satu foto dalam galeri smartphone-nya yang menggambarkan kedekatannya dengan kambing etawa ras Kaligesing itu.

Suyanto merawat Lamuseto sejak kecil. Hingga kambing yang memiliki bobot 135 kg dan tinggi 105 sentimeter itu sekarang berusia empat tahun tiga bulan. Lamuseto berulang kali menemani tuannya itu di berbagai kontes kambing etawa. Mulai kontes tingkat lokal hingga nasional. Dan, Lamuseto berulang kali pula memenangkannya. Termasuk membawa pulang Bupati Bantul Cup dalam kontes yang diselenggarakan Forum Komunitas Ormas dan Relawan DIJ di Pasar Seni Gabusan, Sewon, Bantul, Sabtu (6/7).

”Total sudah delapan kali juara. Yang tiga tingkat nasional,” ujar Suyanto usai Lamuseto dinobatkan sebagai juara.

Nama Lamuseto dan Suyanto di kalangan penghobi kambing etawa ras Kaligesing moncer. Apalagi, Lamuseto memiliki ciri khas yang diyakini sebagai salah satu kelebihannya. Letaknya di bagian telinganya. Ada warna abu-abu di antara warna hitam di bagian telinganya. Kombinasi warna ini jarang dijumpai pada kambing etawa.

Prestasi dan ciri khas ini pula yang membuat Lamuseto pernah ditawar seorang pengusaha ibu kota Rp 200 juta. Namun, pria 45 tahun ini menolak tawaran menggiurkan itu. Suyanto ingin membudidayakan kambing unggulan itu hingga beranak-pinak.

”Usia produktif ras etawa sampai berusia enam hingga tujuh tahun,” kata Suyanto menyebut usia kambing jantan peliharaannya itu masih dalam fase produktif.

Kedekatan Lamuseto dengan Suyanto tak lahir dengan instan. Suyanto memperlakukan Lamuseto sejak kecil dengan sentuhan khusus. Dia tak sekadar merawatnya, seperti memberikan dedaunan segar dan susu dua liter per hari dengan rutin. Atau memandikannya dua kali seminggu. Lebih dari itu semua, warga Pandanrejo, Kaligesing, Purworejo, tersebut juga sering mengajak komunikasi Lamuseto.

”Jangan sampai terforsir karena ikut kontes. Nanti bisa stres. Tiga hari sebelum dan sesudah kontes juga harus dicek kesehatannya,” tuturnya. Dengan cara khusus memperlakukan Lamuseto, Suyanto ingin menyampaikan pesan kepada peghobi kambing etawa ras Kaligesing agar lebih profesional. Sebab, hobi itu bisa mendatangkan rezeki. Mulai hadiah hingga jaringan penghobi hewan ternak.

”Soal kalah menang kontes adalah hal biasa,” pesannya.

Di balik capaiannya bersama Lamuseto, jamak warga di desanya yang melirik budidaya kambing etawa ras Kaligesing. Warga Desa Pandanrejo ingin bisa melahirkan Lamuseto-Lamuseto baru. Mereka juga sering mengikuti berbagai kontes bergengsi. Bahkan di antaranya ada yang pernah memenangkan kontes. ”Event-event kontes bisa mendorong sektor peternakan maju. Perekonomian peternak (di Pandanrejo, Red) juga naik,” tambahnya. (zam)


BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 14:55

DPR Tolak Darurat Sipil, Pemerintah Klarifikasi Darurat Sipil Bila Kondisi Memburuk

JAKARTA– Kebijakan darurat sipil memang diumumkan untuk mendampingi kebijakan Pembatasan…

Rabu, 01 April 2020 13:11

Akibat Covid-19, Orang Miskin Bisa Bertambah 11 Juta

JAKARTA– Belum usai pulih dari ketegangan perang dagang, badai ekonomi…

Rabu, 01 April 2020 12:46

Akhirnya, WNA Dilarang Masuk Indonesia

JAKARTA– Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan radikal…

Rabu, 01 April 2020 11:33

Perempuan Meninggal Diduga Karena Corona di Balikpapan, Ini Penjelasan Kadinkes Kaltim

SAMARINDA - Seorang pasien perempuan diduga terinfeksi virus Corona meninggal…

Selasa, 31 Maret 2020 19:23

Pasien Positif Corona di Balikpapan Sudah 15 Orang

SAMARINDA - Jumlah pasien positif virus Corona covid-19 di kota…

Selasa, 31 Maret 2020 15:46

Jalan Poros Ditutup, Siapkan Jam Malam

Pada Kamis, 2 April nanti, Pemkot Samarinda dijadwalkan akan melakukan…

Selasa, 31 Maret 2020 15:43

Beberapa Daerah di Kaltim Matangkan Pertimbangan Karantina Wilayah

BAIK lockdown atau karantina wilayah untuk menangani pandemi Covid-19 bukanlah…

Selasa, 31 Maret 2020 15:42

Pasien Covid-19 Meninggal, Keluarga Ikhlas

PONDOK Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al Ikhsan Banjarmasin berduka. Pimpinan…

Selasa, 31 Maret 2020 15:39
Pereng Taliq, Daerah Penyangga IKN yang Masih Terbelakang (4-Habis)

Tarik Minat Anak Sekolah, Potensi dari Padi Gunung

Akses penghubung Penajam Paser Utara (PPU) ke Kutai Barat (Kubar)…

Selasa, 31 Maret 2020 14:52

PMI di Malaysia Terdampak Lock Down, Semakin Sulit Dapat Bantuan

JAKARTA- Kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia semakin sulit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers