MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Minggu, 07 Juli 2019 21:36
Mengutamakan Moral Dalam Pembangunan
Apri Gunawan

PROKAL.CO, Oleh: Apri Gunawan, SE 

Ketua IPDP Kaltim Kota Samarinda

 

 

Pembangunan  menjadi sebuah keharusan yang harus dilakukan bagi kemajuan dan perubahan menjadi lebih baik. Dengan begitu pembangunan menjadi sebuah proses yang senantiasa harus dilakukan oleh setiap pemerintahan dari sebuah negara sebagai upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup rakyatnya.

Secara denotatif kata pembangunan memiliki beberapa makna positif, antara lain; perubahan sosio-ekonomi, pertumbuhan, kemajuan, modernisasi. Namun istilah pembangunan juga sering dikonotasikan sebagai jargon dan semboyan yang digunakan untuk memajukan, memakmurkan dan menjawab semua tantangan kemiskinan,penderitaan serta keterbelakangan (underdevelopment) di negara-negara Dunia Ketiga (developing countries). Sedangkan yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi adalah peningkatan kondisi hidup secara efektif yang diukur dengan bertambahnya income per kapita dan perkembangan teknologi, terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, distribusi pendapatan yang merata.

Ide tentang pembangunan pada hakikatnya adalah peningkatan taraf hidup manusia ke tingkat yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih nyaman dan lebih tentram, serta lebih menjamin keberlangsungan hidup masyarakat di hari depan. Lebih lanjut, tujuan utama dari pembangunan tersebut selain untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, pembangunan juga mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang paling mendasar dalam kehidupan manusia seperti; ketersediaan pangan, perlindungan keamanan, akses pendidikan dan layanan kesehatan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut maka proses pembangunan membutuhkan  modal yang komprehensif, seperti: investasi, finansial, teknologi, sumber daya manusia yang terlatih, serta jaringan yang kuat.   Harus diakui memang bahwa ketika etika hadir mendampingi proses pembangunan maka dapat tercipta kondisi equilibrium yang lebih berpihak pada kesejahteraan bagi seluruh umat manusia dan lingkungan ekologisnya.

Rancangan model pembangunan yang berbasis etika-moral merupakan pembangunan yang inklusif menawarkan keuntungan bagi setiap individu dalam masyarakat tanpa memandang status dan identitasnya. Pembangunan yang etis adalah pembangunan yang mempunyai komitmen kuat untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Model pembangunan yang dapat menciptakan masyarakat tanpa kesenjangan antara yang kaya dan miskin, model pembangunan yang bisa memaksimalkan pertumbuhan ekonomi dalam sebuah masyarakat yang tidak berorientasi untuk kekayaan pribadi, model pembangunan yang otoritarian-egaliterianisme yang mana seluruh anggota masyarakatnya dapat terpuaskan.

Dinamika pembangunan yang tidak dilandaskan pada prinsip-prinsip dan nilai etika maka dapat kehilangan makna sejatinya. Karena tanpa kehadiran etika dalam proses pembangunan hanya menghasilkan ketidakadilan, ketidakselarasan dalam kehidupan manusia secara keseluruhan. Itu sebabnya keberadaan etika menjadi sangat siginifikan.

Karena dengan adanya etika dalam proses pembangunan dapat menemukan makna sejatinya, yaitu menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik, adil, makmur dan sejahtera.Selain itu, etika pembangunan menjamin bagi terciptanya kondisi equilibrium yang berpihak bagi keseluruhan umat manusia beserta dengan alam dan lingkungan ekologisnya. Hal ini disebabkan karena secara esensial, prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam etika selalu memprioritaskan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan keadilan, kebebasan, otonomi, otoritas, dan demokrasi.

Di samping dapat memaksimalkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang berbasis etika secara gradual dapat mengurangi kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin dalam sebuah masyarakat, yang sama sekali tidak berorientasi pada kepuasan dan kesenangan pribadi atau kelompok. Serta yang paling penting adalah bahwa keberadaan etika dalam proses pembangunan mempunyai komitmen yang kuat pada upaya untuk mengurangi kerusakan lingkungan, demi kelangsungan hidup generasi-generasi penerus di masa depan. (**)


BACA JUGA

Rabu, 09 Oktober 2019 12:13

Indonesia yang Lebih Baik

Oleh Alias Candra Dosen IAIN Samarinda dan Wakil Sekretaris Bidang…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11

Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

Oleh: Didit Puji Hariyanto Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik…

Senin, 07 Oktober 2019 01:19

Sajak Cinta

“Kerinduanku memuncak pada rabbaku Kehidupanku menari diroda hatimu Masihkah kau…

Senin, 07 Oktober 2019 01:16

Greta Thunberg, Anak STM, dan Gerakan Sosial Generasi Z

Muhammad Nizar HidayatStaff pengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:33

Sekolah Inklusi untuk Penyandang Disabilitas

Oleh: Eko Yuniarsih Guru BK SMA 8 Samarinda    …

Kamis, 03 Oktober 2019 11:31

Pedofilia dan Hukum Kebiri

Oleh: Siti Subaidah Pemerhati Lingkungan dan Generasi   Sepekan terakhir…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:30

Menolak Tirani Hukum

Oleh : Harry Setya Nugraha Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman…

Kamis, 26 September 2019 13:52

Demo Mahasiswa dan Viral Tilawah Fathur

Oleh: Oleh Amir Machmud NS VIRAL tilawah sejumlah surah Alquran Juz…

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…

Senin, 16 September 2019 14:15

Kelasnya Kota Keretek

Oleh : M Chairil Anwar Warga Samarinda yang bekerja di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*