MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 06 Juli 2019 12:46
Sabar Dulu..!! Tol Teluk Tunggu Tender

Pemprov Fokus Tuntaskan Jembatan Pulau Balang

SEGERA DIBEBASKAN: Lahan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, menjadi titik nol Jembatan Tol Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Rencana pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan dinilai penting. Namun, Pemprov Kaltim tak ngebet proyek itu segera dikerjakan. Sebaliknya, pemerintah daerah kini lebih fokus menuntaskan Jembatan Pulau Balang, yang sama-sama menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim Fadjar Djojoadikusumo berujar, proyek Jembatan Teluk Balikpapan murni bicara investasi. Pembiayaannya tidak bersumber dari APBD. Baik APBD Kaltim, Pemkot Balikpapan, maupun Pemkab PPU. Sehingga kapan pun proyek itu mau dilaksanakan tidak jadi perkara.

PT Waskita Toll Road sebagai inisiator dalam proyek yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), dapat menggunakan biaya sendiri maupun mencari pendanaan dari para investor untuk membiayainya. Perusahaan daerah (perusda) sebagai perwakilan dari Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, dan Pemprov Kaltim juga akan bertugas mencarikan pembiayaan.

“Pembiayaan tol nanti ditanggung perusda. Tidak dibebankan ke APBD. Perusda yang mencari pendanaan. Mereka yang mencari siapa yang mau berinvestasi dalam proyek itu. Bicara perusda, ya bicara investasi. Enggak lagi pakai dana APBD,” tutur dia ditemui belum lama ini.

Mulai pembangunan jalan pendekat dari sisi PPU dan Balikpapan hingga bentang tengah jembatan, sambung Fadjar, murni bicara investasi. Begitu juga dengan coastal area yang dibangun di sisi Balikpapan, pembiayaannya dari investor. “Nantinya Jembatan Tol Teluk itu akan menyambung Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,” urainya.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan Jembatan Tol Teluk Balikpapan memerlukan dana sekitar Rp 15-16 triliun. Jembatan itu nantinya memiliki panjang 7,9 kilometer. Mulai Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, hingga Pemprov Kaltim akan dilibatkan dalam proyek tersebut.

Nantinya, Pemprov Kaltim diwakili PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi, Pemkab PPU diwakili Perusda Benuo Taka, Pemkot Balikpapan diwakili Perusda Komaba, dan PT Waskita Karya diwakili PT Waskita Toll Road selaku pemrakarsa.

“Kalau bicara nominal, itu sudah enggak masuk akal jika APBD harus ikut mendanai. Setidaknya Pemprov Kaltim harus menggelontorkan dana antara Rp 2-3 triliun. Duit dari mana untuk membiayai sebesar itu. Apalagi hanya untuk jembatan doang. Enggak mungkin,” imbuhnya.

Meski begitu, diakuinya, saat ini desain dari jembatan tersebut telah jadi. Walau awalnya sempat ada perbedaan pandangan dan kajian atas tinggi bebas jembatan dari permukaan sampai batas bawah jembatan. Semula tingginya 65 meter tapi kini sudah disepakati hanya 50 meter.

“Kalau makin tinggi, makin mahal. Kalau biayanya semakin besar, kelayakan investasinya semakin berat dan sulit. Konsesinya makin besar juga. Kemudian biaya tol nantinya juga mahal. Itu yang kami pertimbangkan. Sekarang proyek itu tinggal menunggu tender. Dan itu bergantung PT Waskita bersama perusda,” jelasnya.

Fadjar belum bisa memastikan kapan kepastian nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kepemilikan saham dan pengerjaan proyek itu akan dilakukan PT Waskita Toll Road dengan para perusda yang ditunjuk pemerintah dalam proyek tersebut.

Sebab, saat ini Pemprov Kaltim masih melakukan kajian dan evaluasi, seberapa urgen jembatan itu untuk masyarakat Balikpapan dan PPU. Maupun bagi masyarakat Kaltim secara umum. Saat ini Gubernur Kaltim Isran Noor diketahui ingin menuntaskan dulu pembangunan Jembatan Pulau Balang.

“Jembatan Tol Teluk Balikpapan ini kan proyek investasi. Kalaupun memang batal, ya enggak apa-apa. Kalau enggak jadi, yang masalah ya hanya di investor. Investor pasti akan menghitung, kalau mereka taruh uang di proyek itu, pasti harus ada keuntungan,” tuturnya.

Sementara itu, jika bicara pembangunan Jembatan Pulau Balang, tambah Fadjar, pemerintah berkewajiban menyelesaikan proyek yang telah dikerjakan sejak 2007 itu. Sebab, proyek itu ditujukan untuk kepentingan publik. Dari sisi pemanfaatan, masyarakat gratis menggunakannya.

“Jembatan Tol Teluk Balikpapan lebih bicara bisnis. Bicara itu artinya bicara hal yang positif untuk Kaltim maupun kepada pemerintah PPU dan Balikpapan. Untung rugi dari proyek itu hitung-hitungannya ada di investor. Pemerintah hanya membantu dari segi percepatan IMB (izin mendirikan bangunan), alih tanah, supaya enggak terhambat,” paparnya.

Adapun pengamat tata kota dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan Farid Nurrahman menyarankan, agar Pemprov Kaltim sebaiknya fokus menyelesaikan pembangunan Jembatan Pulau Balang sebelum memikirkan membangun jembatan lain. Selain urgen, Jembatan Pulang Balang sudah lama dinantikan masyarakat. “Kalau jembatan itu segera dirampungkan, akan jadi prestise tersendiri bagi pemerintah daerah dan pusat,” sarannya kemarin (5/7).

Kendati demikian, kata Farid, dari sisi investasi, keberadaan Jembatan Teluk Balikpapan sesuatu yang bagus-bagus saja. Apalagi dengan adanya rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim. Dia menilai, jembatan itu akan jadi pendukung bagi kegiatan bisnis dan pemerintahan di Kaltim. Sebab, proyek tersebut memang untuk jangka panjang.

Namun, apakah Jembatan Tol Teluk Balikpapan bisa dibangun bersamaan dengan Jembatan Pulau Balang, Farid berujar, itu dikembalikan lagi kepada pemerintah dan investor. Namun, yang pasti, tidak ada investor yang mau rugi.

“Sebaiknya dikaji ulang dulu. Jika ada kajiannya, dibuka ke publik. Jadi publik tahu pemanfaatannya untuk apa. Kalau bagus untuk kemajuan Balikpapan dan PPU, ya tentu harus didukung. Kalau ada kepentingan, tentu harus dihindari,” tegasnya. (*/drh/rom/k16)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 20:13

Panglima TNI Pastikan Kondisi Manokwari Sudah Terkendali

 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus memantau kondisi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 19:18

Gubernur Papua Barat Sebut Wawali Kota Malang Pemicu Kerusuhan

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menilai pernyataan Wakil Wali Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 12:42

Manokwari Rusuh, Warga Pendatang Tak Berani Keluar Rumah

Penangkapan sejumlah mahasiwa di Surabaya berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:16

Pemindahan Ibu Kota ke Borneo Bakal Membawa Masalah Baru, Apa Saja?

JAKARTA- Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:38

Ibu Kota Batal di Tahura, Pastinya Dimana...??

Kekhawatiran bakal rusaknya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto terjawab.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Bandara Sepinggan Sudah Penuhi Syarat

RENCANA pemindahan ibu kota juga dilakukan karena adanya ketimpangan dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

KLHK Menduga Ada yang Backing Tambang di Muang

SAMARINDA benar-benar darurat tambang ilegal. Pantas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Senin, 19 Agustus 2019 10:33

Harga Cabai Masih Tinggi meski Iduladha Sudah Sepekan Berlalu

Jelang Iduladha, harga cabai begitu cepat merangkak naik. Namun, setelah…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:48

Ini Cerita Perias Presiden SBY dan Jokowi

 Leader project official make up Paskibraka Nasional 2019, Tri Winarsih…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40

KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal

SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*