MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 06 Juli 2019 12:46
Sabar Dulu..!! Tol Teluk Tunggu Tender

Pemprov Fokus Tuntaskan Jembatan Pulau Balang

SEGERA DIBEBASKAN: Lahan di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, menjadi titik nol Jembatan Tol Teluk Balikpapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA-Rencana pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan dinilai penting. Namun, Pemprov Kaltim tak ngebet proyek itu segera dikerjakan. Sebaliknya, pemerintah daerah kini lebih fokus menuntaskan Jembatan Pulau Balang, yang sama-sama menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim Fadjar Djojoadikusumo berujar, proyek Jembatan Teluk Balikpapan murni bicara investasi. Pembiayaannya tidak bersumber dari APBD. Baik APBD Kaltim, Pemkot Balikpapan, maupun Pemkab PPU. Sehingga kapan pun proyek itu mau dilaksanakan tidak jadi perkara.

PT Waskita Toll Road sebagai inisiator dalam proyek yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU), dapat menggunakan biaya sendiri maupun mencari pendanaan dari para investor untuk membiayainya. Perusahaan daerah (perusda) sebagai perwakilan dari Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, dan Pemprov Kaltim juga akan bertugas mencarikan pembiayaan.

“Pembiayaan tol nanti ditanggung perusda. Tidak dibebankan ke APBD. Perusda yang mencari pendanaan. Mereka yang mencari siapa yang mau berinvestasi dalam proyek itu. Bicara perusda, ya bicara investasi. Enggak lagi pakai dana APBD,” tutur dia ditemui belum lama ini.

Mulai pembangunan jalan pendekat dari sisi PPU dan Balikpapan hingga bentang tengah jembatan, sambung Fadjar, murni bicara investasi. Begitu juga dengan coastal area yang dibangun di sisi Balikpapan, pembiayaannya dari investor. “Nantinya Jembatan Tol Teluk itu akan menyambung Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,” urainya.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan Jembatan Tol Teluk Balikpapan memerlukan dana sekitar Rp 15-16 triliun. Jembatan itu nantinya memiliki panjang 7,9 kilometer. Mulai Pemkot Balikpapan, Pemkab PPU, hingga Pemprov Kaltim akan dilibatkan dalam proyek tersebut.

Nantinya, Pemprov Kaltim diwakili PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi, Pemkab PPU diwakili Perusda Benuo Taka, Pemkot Balikpapan diwakili Perusda Komaba, dan PT Waskita Karya diwakili PT Waskita Toll Road selaku pemrakarsa.

“Kalau bicara nominal, itu sudah enggak masuk akal jika APBD harus ikut mendanai. Setidaknya Pemprov Kaltim harus menggelontorkan dana antara Rp 2-3 triliun. Duit dari mana untuk membiayai sebesar itu. Apalagi hanya untuk jembatan doang. Enggak mungkin,” imbuhnya.

Meski begitu, diakuinya, saat ini desain dari jembatan tersebut telah jadi. Walau awalnya sempat ada perbedaan pandangan dan kajian atas tinggi bebas jembatan dari permukaan sampai batas bawah jembatan. Semula tingginya 65 meter tapi kini sudah disepakati hanya 50 meter.

“Kalau makin tinggi, makin mahal. Kalau biayanya semakin besar, kelayakan investasinya semakin berat dan sulit. Konsesinya makin besar juga. Kemudian biaya tol nantinya juga mahal. Itu yang kami pertimbangkan. Sekarang proyek itu tinggal menunggu tender. Dan itu bergantung PT Waskita bersama perusda,” jelasnya.

Fadjar belum bisa memastikan kapan kepastian nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kepemilikan saham dan pengerjaan proyek itu akan dilakukan PT Waskita Toll Road dengan para perusda yang ditunjuk pemerintah dalam proyek tersebut.

Sebab, saat ini Pemprov Kaltim masih melakukan kajian dan evaluasi, seberapa urgen jembatan itu untuk masyarakat Balikpapan dan PPU. Maupun bagi masyarakat Kaltim secara umum. Saat ini Gubernur Kaltim Isran Noor diketahui ingin menuntaskan dulu pembangunan Jembatan Pulau Balang.

“Jembatan Tol Teluk Balikpapan ini kan proyek investasi. Kalaupun memang batal, ya enggak apa-apa. Kalau enggak jadi, yang masalah ya hanya di investor. Investor pasti akan menghitung, kalau mereka taruh uang di proyek itu, pasti harus ada keuntungan,” tuturnya.

Sementara itu, jika bicara pembangunan Jembatan Pulau Balang, tambah Fadjar, pemerintah berkewajiban menyelesaikan proyek yang telah dikerjakan sejak 2007 itu. Sebab, proyek itu ditujukan untuk kepentingan publik. Dari sisi pemanfaatan, masyarakat gratis menggunakannya.

“Jembatan Tol Teluk Balikpapan lebih bicara bisnis. Bicara itu artinya bicara hal yang positif untuk Kaltim maupun kepada pemerintah PPU dan Balikpapan. Untung rugi dari proyek itu hitung-hitungannya ada di investor. Pemerintah hanya membantu dari segi percepatan IMB (izin mendirikan bangunan), alih tanah, supaya enggak terhambat,” paparnya.

Adapun pengamat tata kota dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan Farid Nurrahman menyarankan, agar Pemprov Kaltim sebaiknya fokus menyelesaikan pembangunan Jembatan Pulau Balang sebelum memikirkan membangun jembatan lain. Selain urgen, Jembatan Pulang Balang sudah lama dinantikan masyarakat. “Kalau jembatan itu segera dirampungkan, akan jadi prestise tersendiri bagi pemerintah daerah dan pusat,” sarannya kemarin (5/7).

Kendati demikian, kata Farid, dari sisi investasi, keberadaan Jembatan Teluk Balikpapan sesuatu yang bagus-bagus saja. Apalagi dengan adanya rencana pemindahan ibu kota negara ke Kaltim. Dia menilai, jembatan itu akan jadi pendukung bagi kegiatan bisnis dan pemerintahan di Kaltim. Sebab, proyek tersebut memang untuk jangka panjang.

Namun, apakah Jembatan Tol Teluk Balikpapan bisa dibangun bersamaan dengan Jembatan Pulau Balang, Farid berujar, itu dikembalikan lagi kepada pemerintah dan investor. Namun, yang pasti, tidak ada investor yang mau rugi.

“Sebaiknya dikaji ulang dulu. Jika ada kajiannya, dibuka ke publik. Jadi publik tahu pemanfaatannya untuk apa. Kalau bagus untuk kemajuan Balikpapan dan PPU, ya tentu harus didukung. Kalau ada kepentingan, tentu harus dihindari,” tegasnya. (*/drh/rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:30

Sebulan Setelah Persalinan Langsung Nunggak Iuran

JAKARTA-- Persalinan jadi salah satu jenis layanan kesehatan yang paling…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:29

Kalimantan Sudah Bersih, Jawa Masih Terbakar.

JAKARTA­– Menuju paruh akhir bulan Oktober 2019, Kabut asap akibat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:28

Ada 672 Peserta Ikut Mendesain Ibukota

JAKARTA– Jumlah peserta sayembara desain Ibukota Negara (IKN) baru terus…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:22

Saling Curiga Harus Diakhiri!

WAMENA-Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya memfasilitasi pertemuan antara kepala-kepala suku…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:05

18 Kepala Negara dan Ratusan Duta Besar Konfirmasi Datang

JAKARTA– Minggu besok (20/10) Presiden Joko Widodo dan wakil presiden…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:41

Sani Tetap Menjabat Kepala DPMPTSP

SAMARINDA–Abdullah Sani mestinya berkantor di Kegubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada,…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:12

Proyek Masih Jalan, Kantor BPJN Disegel

PROYEK rekonstruksi jalan nasional Samarinda-Bontang-Sangatta belum terpengaruh setelah Komisi Pemberantasan…

Jumat, 18 Oktober 2019 12:05
Dibalik OTT KPK di Samarinda dan Bontang

Begini Praktik Curang yang Dilakukan Kontraktor untuk Menangkan Tender

BONTANG-Operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Samarinda dan Bontang pada…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:57

WIH..!! Pemerintah Bakal Bangun Bandara Dekat IKN untuk VVIP dan Jet Pribadi

Pemerintah berencana membangun bandara baru tidak jauh dari pusat kota…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:35

Ekonomi RI Masih Bergerak Positif, JK Minta Pahami Kondisi Global

JAKARTA– Jelang akhir masa jabatannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*