MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 05 Juli 2019 11:36
Pertamina Ekspor Lumpur Pengeboran ke Algeria
EKSPANSI: Denie S Tampubolon (dua kiri) optimistis penggunaan SF-05 di dua sumur yang dioperasikan Pertamina Algeria EP di Algeria bakal sukses dan mendorong kinerja ekspor lumpur pengeboran ini di Afrika. AJI/KP

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) memperluas pasar Smooth Fluid-05 (SF-05) atau lumpur pengeboran dengan menjual ke luar negeri. Algeria menjadi tujuan ekspor perdana. Pengiriman SF-05 pertama dilakukan di Balikpapan dengan mengirim sebanyak 4.000 barel pada Kamis (4/7).

Cairan fluida SF 05 merupakan base oil yang digunakan untuk menunjang kegiatan pengeboran minyak di lapangan operasi. Produk SF-05 memiliki performa yang baik sehingga dapat digunakan untuk berbagai kondisi operasi pengeboran yang dilakukan.

Direktur Pemasaran Korporat Basuki Trikora Putra mengatakan, produk ini sudah dipakai dalam negeri. Hampir seluruh pekerjaan hulu Pertamina sudah memakai SF-05 ini. Total konsumsi satu tahun sebesar 60.000-100.000 barel. “Konsumsi kegiatan hulu di Indonesia sekitar 70 persen. Beberapa Kontraktor Kerja Sama (KKKS) asing juga memakai base oil ini,” tuturnya di sela-sela pengiriman ekspor perdana SF-05.

Menurutnya, ekspor perdana ini merupakan awal dari milestone bagi SF-05 agar diterima di pasar global. Total nilai SF-05 yang diekspor lebih dari Rp 10 miliar. Pemuatan kargo ekspor akan dilakukan mulai 3-6 Juli 2019 dari Kilang Balikpapan yang memiliki kapasitas produksi 1,8 juta barel per tahun.

"Ini salah satu upaya sinergi Pertamina Group, yaitu PT Pertamina Lubricants dan tim Petrochemical Trading untuk melakukan penjualan di luar negeri melalui ekspor perdana SF-05 ke Algeria. Harapannya produk SF-05 dapat diterima, tidak hanya oleh customer di Algeria, namun juga oleh konsumen di seluruh dunia,” ujarnya.

Produk petrokimia ini, diklaim sudah melalui uji ramah lingkungan yang meliputi biodegradability, LC50 (pengaruh SF-05 terhadap biota laut), skin irritation, dan eye irritation dengan hasil lebih baik daripada yang dipersyaratkan sesuai standar international US-EPA dan OECD. Adapun kualitas produk SF 05 ini telah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan minyak di Algeria yang memiliki karakteristik lumpur pengeboran dengan Specific Gravity (SG) antara 1,26 - 2,06.

Smooth fluid ini akan digunakan di lapangan produksi Pertamina Algeria EP yang (PAEP) yang merupakan anak usaha Pertamina Internasional EP bersama Repsol dan Sonatrach (BUMN migas Aljazair). Saat ini, PAEP mengoperasikan sebanyak 67 sumur minyak di Algeria dengan kapasitas produksi 20.000 barel per hari. Produk SF-05 ini akan digunakan untuk pengembangan 20 sumur pada 2019-2020.

Ekspor perdana SF-05 akan digunakan untuk dua sumur di antaranya yakni Sumur 10 dan 11 di Blok Menzel Lejmet North (MLN), Aljazair. Penggunaan SF-05 akan dilanjutkan dengan opsi ke Sumur 12 hingga 20 dengan total kebutuhan mencapai 32.000 barel.

“Pasar internasional lainnya tentu terus akan kami cari. Kemungkinan Afrika Selatan akan kami jajaki lagi. Intinya ekspor ini awal mula kami. Pasti terus akan berkembang,” ujarnya.

President Director PT Pertamina Internasional EP Denie S. Tampubolon optimistis ke depan penggunaan SF-05 dapat dikembangkan setelah sukses diterapkan di dua sumur yang dioperasikan di Algeria. Menurutnya, saat ini kebanyakan lapangan migas di Aljazair menggunakan lumpur pengeboran berjenis oil base (diesel).

Apalagi dengan ketersediaan produk yang mencukupi, potensi penambahan ekspor terbuka lebar. “SF-05 itu sintetik, dari minyak tapi sudah ada proses, komponen aromatik yang menyebabkan iritasi sudah dihilangkan. Nah tingkat sulfur dan iritasi lebih rendah dibandingkan dengan yang oil base,” katanya. (aji/ndu)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…

Selasa, 12 November 2019 11:23

Harus Cermat Belanja Online di Festival 11.11

BALIKPAPAN – Perilaku belanja berbasis daring, online atau e-commerce ini…

Selasa, 12 November 2019 10:43

Surplus Neraca Perdagangan Kaltim Mulai Meningkat

SAMARINDA-Neraca perdagangan Kaltim selalu mencatatkan nilai surplus, namun pada 2019…

Selasa, 12 November 2019 10:40

Harga CPO Melesat, TBS Kaltim Membaik

SAMARINDA-Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada Oktober Rp 1.250…

Selasa, 12 November 2019 10:33

Harga CPO Terus Melesat, Pengusaha Harus Manfaatkan Peluang

SAMARINDA -Tampak suram pada awal tahun, harga crude palm oil…

Selasa, 12 November 2019 10:31

Bunga KUR Harus Sesuai Kekuatan Subsidi

SAMARINDA-Tahun ini Bank Indonesia (BI) cukup agresif menurunkan suku bunga…

Selasa, 12 November 2019 10:30

Industri Pengolahan Kaltim Naik 14,30 Persen

SAMARINDA- Produksi industri besar dan sedang (IBS) Kaltim dalam periode…

Senin, 11 November 2019 22:40

Sriwijaya Pilih Akhiri Kerja Sama dengan Garuda

JAKARTA– Sempat mengalami pasang surut, hubungan kerja sama antara Sriwijaya…

Senin, 11 November 2019 13:16

Rekening di Atas Rp 2 M Naik, Sinyal Konsumen Tahan Belanja

JAKARTA– Jumlah rekening simpanan dengan nilai saldo sampai Rp 2…

Jumat, 08 November 2019 20:53

Ekonomi Kreatif Makin Dominan Sumbang Rp 1.211 T ke PDB 2019

JAKARTA– Ekonomi kreatif masih menyimpan potensi besar di Indonesia. Kamar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*