MANAGED BY:
SELASA
18 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 03 Juli 2019 11:00
Penurunan Tiket Tidak Terlalu Berdampak, Ini Sebabnya

Terkesan Setengah-Setengah

TAATI REGULASI: Penurunan harga tiket pesawat diprediksi tidak terlalu berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penumpang. ANGGI PRADITHA/KP

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Penurunan tarif tiket maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) diprediksi tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan penumpang pesawat. Pasalnya penyesuaian tarif tersebut pada hanya berlaku pada waktu dan rute tertentu.

General Manager Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha mengatakan, mahalnya harga jual tiket pesawat terbang kali ini cukup berdampak kepada penurunan penumpang. Baik di Balikpapan dan Samarinda. “Total penurunan di dua bandara ini mencapai 17 persen dibanding tahun lalu. Untuk Balikpapan saja sekitar 30 persen,” ungkapnya, Selasa (2/7).

Ia mengakui, sejauh ini sudah beberapa maskapai dengan tarif rendah mulai menurunkan harga tiket. Namun, hanya pada jam-jam tertentu. Untuk rute Balikpapan-Surabaya, load factor-nya lumayan tinggi sekitar 80 persen. Tetapi, jumlah penerbangan turun. Dari awalnya lima jadwal penerbangan, sekarang hanya tiga.

“Kalau ditanya load factor rata-rata ya masih padat. Cuma ada jadwal penerbangan yang ditutup,” bebernya. Farid membeberkan, ada 16 flight dari Balikpapan yang dinonaktifkan. Paling banyak ke Jakarta. Ada 5 flight dan Surabaya sekitar 4 flight.

“Dengan adanya penurunan tarif, semoga bisa kembali membuka flight yang dinonaktifkan tersebut. Tapi, kalau konsepnya seperti ini tidak ada berdampak besar. Apalagi, yang full service masih mahal,” terangnya. Ia berharap, harga di semua segmen pesawat bisa turun. Kalau hanya LCC efeknya tidak terlalu besar. “Tapi kita tunggu saja bagaimana nanti,” imbuhnya.

Untuk tren jumlah penumpang, pihaknya menarik dalam periode satu bulan. Jadi bulan ini belum terlihat dampak dari penyesuaian tarif ini. Terlebih penurunannya baru dilakukan Senin (1/7) kemarin. Dari pantauan Kaltim Post di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, kondisi penumpang normal. Tidak ada lonjakan signifikan.

Ketika melihat situs tiket online, pada Juli ini tarif pesawat menunjukkan penurunan. Namun, pada hari dan jam tertentu. Untuk jam, harga tiket murah pada penerbangan pagi. Namun setelah pukul 12.00 Wita, harga terpantau mahal atau di atas Rp 1 jutaan. Sebagai contoh, harga tiket Lion Air, Balikpapan-Surabaya 09.55 Wita Rp 842 ribu namun di siang hari pukul 15.15 Rp 1,2 juta.

Saat ini, pemerintah telah meminta maskapai penerbangan menurunkan harga menjadi 50 persen dari tarif batas atas (TBA). Itu berlaku pada rute dan jam penerbangan tertentu. Kebijakan tersebut mengikuti penurunan TBA 12-16 persen pada pertengahan Mei lalu. Dari kebijakan itu, rata-rata TBA turun 15 persen.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyatakan, hingga saat ini rata-rata harga tiket pesawat Lion Air terhadap TBA turun dari 54,2 persen menjadi 42,7 persen. Atau, secara persentase, penurunan harga tiket mencapai 11 persen. Sementara itu, tarif tiket AirAsia 38,3 persen dari TBA.

”Dapat disimpulkan bahwa harga tiket LCC kelas ekonomi yang melayani penerbangan domestik di Indonesia dapat bergerak di bawah 50 persen dari TBA. Itu harapan kami ke depan,” kata Susi.

Tiket-tiket pesawat yang diklaim murah itu akan tersedia untuk penerbangan pada Selasa, Kamis, dan Sabtu. Jam keberangkatannya pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat. Namun, alokasi seat-nya tertentu saja dari total kapasitas pesawat. Artinya, hanya ada beberapa kursi dalam satu penerbangan yang diberi tiket dengan harga 50 persen dari TBA.

Biaya penerbangan murah tersebut akan ditanggung bersama oleh maskapai penerbangan, pengelola bandara, penyedia bahan bakar, serta AirNav. “Jadi, antara maskapai, Angkasa Pura I dan II, Pertamina, dan lain-lain itu yang akan menanggung penerbangan murah ini. Ini juga supaya maskapai tidak menanggung sendiri, supaya tidak memberatkan,” jelasnya.

Mengenai jadwal flight dan sharing cost dari setiap pihak, Susi menyatakan belum klir. Pemerintah dan pemangku kepentingan berencana membahas masalah tersebut lebih lanjut pekan ini. Yang pasti, sharing cost yang ditanggung bersama tidak akan mengorbankan sisi safety dari AirNav, maskapai, maupun pengelola bandara. Pemerintah juga akan berdiskusi dengan maskapai, mana saja komponen biaya yang bisa diturunkan agar harga tiket bisa lebih murah.

Dewan Pembina DPD Asita Kaltim H Eddy Yusuf Assainar menuturkan, penurunan tiket ini terkesan main-main. Sebelumnya, ada penegasan tiket turun, tapi tetap saja di atas Rp 1 juta. Maskapai, justru memberlakukan promo untuk menyiasati penurunan.

“Kalau sekarang ada waktunya lagi di mana harga tiket murah. Ya sama saja, tidak bisa mendongkrak penumpang cukup signifikan. Apalagi untuk tarif pesawat LCC. Kalau bisa serentak semua turun. Toh, ke luar negeri masih lebih murah dari Jakarta,” serunya.

Senada, Director of Sales and Marketing Blue SkyHotelRuli menilai penurunan harga tiket yang tidak seluruhnya tersebut tidak akan berdampak signifikan. Terlebih Balikpapan merupakan korta jasa. Jadi aktivitas pada Seni-Kamis. “Kalau hanya di akhir pekan tidak pengaruh. Harusnya kalau (harga tiket) mau turun, ya tidak perlu ada ketentuan waktu dan harinya,” tegasnya. (aji/ndu2)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…

Selasa, 18 Februari 2020 10:55

Bentuk Satgas, Klaim Tutup 8.683 Titik Tambang Liar

JAKARTA– Jumlah tambang liar di Indonesia cukup banyak. Mencapai 8.683…

Selasa, 18 Februari 2020 10:20

Presentase di Pileg dan Pilkada Terus Meningkat, Dinasti Politik Kian Banyak

JAKARTA– Pengaruh dinasti politik dalam setiap pagelaran Pemilihan Legislatif (Pileg)…

Senin, 17 Februari 2020 12:17

Tanggapi Pernyataan Hotman Paris Kasus Kematian Yusuf, Ini Pernyataan Kapolres Samarinda

SAMARINDA - Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menanggapi pernyataan…

Senin, 17 Februari 2020 12:16

Pelajar yang Pulang ke Indonesia, Kuliah Daring sampai Tiongkok Kondusif

BALIKPAPAN–Sebanyak 14 mahasiswa Kaltim yang di evakuasi dari Kota Wuhan,…

Senin, 17 Februari 2020 12:15

Mereka Bebas Virus, Masyarakat Diminta Tak Cemas

MENYAMBUT dengan tangan terbuka dan menutup ruang diskriminasi. Demikian pesan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers