MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 Juli 2019 12:06
Daya Beli Petani Turun, Dituntut Efisien Kelola Biaya Produksi
KONSISTEN TERKENDALI: Harga bawang merah sempat mengalami kenaikan pada awal Juni, tapi masih stabil dan tidak menyebabkan inflasi tinggi. ANGGI P/PROKAL.CO

PROKAL.CO, SAMARINDA- Daya beli petani Kaltim pada Juni 2019 kembali mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) sebesar 94,27 atau turun 0,32 persen dibanding Mei. Ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,09 terhadap bulan sebelumnya. Selain itu, indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,23 persen.

Jika dilihat peningkatan NTP, hanya terjadi pada dua sub sektor, yaitu hortikultura yang kembali meningkat 0,59 persen serta perikanan yang meningkat 0,46 persen. Sedangkan, tiga subsektor mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan peternakan dengan persentase masing-masing 0,17 persen, 1,17 persen, dan 0,91 persen.

Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, kesejahteraan Kaltim salah satunya diukur dari NTP. Sebab NTP menjadi indikator yang digunakan untuk mengetahui gambaran perkembangan tingkat pendapatan petani dari waktu ke waktu. Ini sebagai dasar kebijakan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan petani.

NTP dihitung dari penjualan petani dan biaya produksi. Di Kaltim ada beberapa subsektor yang sudah di atas ideal (100) yaitu nilai tukar petani peternakan (NTPT) sebesar 109,79 dan nilai tukar petani perikanan (NTNP) sebesar 104,59.

“Itu karena kedua sub sektor tersebut dipengaruhi kuatnya posisi produsen sebagai pemasok dalam distribusi komoditas hasil peternakan serta perikanan. Sementara pada saat yang sama demand di Kaltim cukup tinggi,” katanya, Senin (1/7).

Adapun nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) sebesar 92,69, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) sebesar 93,38, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 82,01. Rendahnya NTP pada sektor holtikultura mengindikasikan daerah pemasok sedang dalam kondisi penurunan produksi, yang menyebabkan harga naik dan akses masuk pasar yang terbatas bagi produsen.

“Tapi bukan berarti secara menyeluruh petani tidak sejahtera. Nyatanya masih ada NTP di atas 100 persen, bahkan yang lain juga sudah nyaris mendekati ideal,” ujarnya.

Menurutnya, untuk melihat kesejahteraan petani harus dilihat sektor apa yang masih di bawah ideal NTP. Misalnya holtikultura, berarti para petani dari subsektor ini harus lebih efisien mengelola biaya produksi. Sebab, harga jual sudah memadai dan tidak bisa dinaikkan tapi biaya produksi masih bisa diefisienkan.

“Sebenarnya ideal itu relatif, tapi kalau NTP di atas 100 menandakan petani untung. Begitu juga sebaliknya kalau di bawah 100 menandakan petani masih merugi,” tutupnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:40

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

JAKARTA– Kondisi ekonomi global belum juga menunjukkan sinyal yang membaik.…

Senin, 21 Oktober 2019 10:12

Terdampak Perang Dagang AS-Tiongkok, Kinerja Ekspor Kaltim Melemah

SAMARINDA – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang…

Senin, 21 Oktober 2019 10:11

Tekan Biaya Investasi dengan Konsorsium

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bersama dengan PT…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*