MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 Juli 2019 12:06
Daya Beli Petani Turun, Dituntut Efisien Kelola Biaya Produksi
KONSISTEN TERKENDALI: Harga bawang merah sempat mengalami kenaikan pada awal Juni, tapi masih stabil dan tidak menyebabkan inflasi tinggi. ANGGI P/PROKAL.CO

PROKAL.CO, SAMARINDA- Daya beli petani Kaltim pada Juni 2019 kembali mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) sebesar 94,27 atau turun 0,32 persen dibanding Mei. Ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,09 terhadap bulan sebelumnya. Selain itu, indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,23 persen.

Jika dilihat peningkatan NTP, hanya terjadi pada dua sub sektor, yaitu hortikultura yang kembali meningkat 0,59 persen serta perikanan yang meningkat 0,46 persen. Sedangkan, tiga subsektor mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan peternakan dengan persentase masing-masing 0,17 persen, 1,17 persen, dan 0,91 persen.

Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, kesejahteraan Kaltim salah satunya diukur dari NTP. Sebab NTP menjadi indikator yang digunakan untuk mengetahui gambaran perkembangan tingkat pendapatan petani dari waktu ke waktu. Ini sebagai dasar kebijakan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan petani.

NTP dihitung dari penjualan petani dan biaya produksi. Di Kaltim ada beberapa subsektor yang sudah di atas ideal (100) yaitu nilai tukar petani peternakan (NTPT) sebesar 109,79 dan nilai tukar petani perikanan (NTNP) sebesar 104,59.

“Itu karena kedua sub sektor tersebut dipengaruhi kuatnya posisi produsen sebagai pemasok dalam distribusi komoditas hasil peternakan serta perikanan. Sementara pada saat yang sama demand di Kaltim cukup tinggi,” katanya, Senin (1/7).

Adapun nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) sebesar 92,69, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) sebesar 93,38, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 82,01. Rendahnya NTP pada sektor holtikultura mengindikasikan daerah pemasok sedang dalam kondisi penurunan produksi, yang menyebabkan harga naik dan akses masuk pasar yang terbatas bagi produsen.

“Tapi bukan berarti secara menyeluruh petani tidak sejahtera. Nyatanya masih ada NTP di atas 100 persen, bahkan yang lain juga sudah nyaris mendekati ideal,” ujarnya.

Menurutnya, untuk melihat kesejahteraan petani harus dilihat sektor apa yang masih di bawah ideal NTP. Misalnya holtikultura, berarti para petani dari subsektor ini harus lebih efisien mengelola biaya produksi. Sebab, harga jual sudah memadai dan tidak bisa dinaikkan tapi biaya produksi masih bisa diefisienkan.

“Sebenarnya ideal itu relatif, tapi kalau NTP di atas 100 menandakan petani untung. Begitu juga sebaliknya kalau di bawah 100 menandakan petani masih merugi,” tutupnya. (*/ctr/ndu)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers