MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 02 Juli 2019 12:06
Daya Beli Petani Turun, Dituntut Efisien Kelola Biaya Produksi
KONSISTEN TERKENDALI: Harga bawang merah sempat mengalami kenaikan pada awal Juni, tapi masih stabil dan tidak menyebabkan inflasi tinggi. ANGGI P/PROKAL.CO

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Daya beli petani Kaltim pada Juni 2019 kembali mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) sebesar 94,27 atau turun 0,32 persen dibanding Mei. Ini disebabkan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,09 terhadap bulan sebelumnya. Selain itu, indeks harga yang dibayar petani meningkat 0,23 persen.

Jika dilihat peningkatan NTP, hanya terjadi pada dua sub sektor, yaitu hortikultura yang kembali meningkat 0,59 persen serta perikanan yang meningkat 0,46 persen. Sedangkan, tiga subsektor mengalami penurunan, yaitu tanaman pangan, perkebunan rakyat, dan peternakan dengan persentase masing-masing 0,17 persen, 1,17 persen, dan 0,91 persen.

Ketua Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta mengatakan, kesejahteraan Kaltim salah satunya diukur dari NTP. Sebab NTP menjadi indikator yang digunakan untuk mengetahui gambaran perkembangan tingkat pendapatan petani dari waktu ke waktu. Ini sebagai dasar kebijakan untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan petani.

NTP dihitung dari penjualan petani dan biaya produksi. Di Kaltim ada beberapa subsektor yang sudah di atas ideal (100) yaitu nilai tukar petani peternakan (NTPT) sebesar 109,79 dan nilai tukar petani perikanan (NTNP) sebesar 104,59.

“Itu karena kedua sub sektor tersebut dipengaruhi kuatnya posisi produsen sebagai pemasok dalam distribusi komoditas hasil peternakan serta perikanan. Sementara pada saat yang sama demand di Kaltim cukup tinggi,” katanya, Senin (1/7).

Adapun nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) sebesar 92,69, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) sebesar 93,38, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) sebesar 82,01. Rendahnya NTP pada sektor holtikultura mengindikasikan daerah pemasok sedang dalam kondisi penurunan produksi, yang menyebabkan harga naik dan akses masuk pasar yang terbatas bagi produsen.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 30 September 2020 11:09

Lanjutkan Efisiensi, Bidik Rencana Likuidasi 14 BUMN

JAKARTA- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan langkah…

Rabu, 30 September 2020 11:07

Belanja Online Pacu Bisnis Logistik

Ketika banyak usaha tertekan pandemi corona, bisnis logistik justru berhasil…

Rabu, 30 September 2020 11:06

Batu Bara Bikin Neraca Dagang Loyo

SAMARINDA- Penurunan permintaan batu bara di tengah pandemi membuat kinerja…

Rabu, 30 September 2020 11:05

Tidak Tegas WP Bandel, 2020, Proses Tiga Kasus Pidana Perpajakan

SAMARINDA- Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltim dan…

Rabu, 30 September 2020 11:03

Beras Komersial Bulog Mulai Diburu

BALIKPAPAN- Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kalimantan Timur…

Selasa, 29 September 2020 11:39

Maskapai Terbantu Demand Kargo Udara

JAKARTA - Lonjakan permintaan pengiriman barang mendatangkan keuntungan tersendiri bagi…

Selasa, 29 September 2020 10:44

PHKT Dorong Peningkatan Produksi, Ini yang Dilakukan...

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus berupaya mempertahankan…

Selasa, 29 September 2020 10:43

Tren Positif CPO Sampai Akhir Tahun

Industri kelapa sawit menunjukkan tren perbaikan setelah sempat tertekan akibat…

Senin, 28 September 2020 16:33

Berpotensi Makin Lesu, Pengusaha Mal Minta Relaksasi

JAKARTA- Pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dianggap sebagai…

Senin, 28 September 2020 16:32

Isu Vaksin Hanya Sentimen Jangka Pendek

JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee menilai indeks harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers