MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 02 Juli 2019 11:38
SABAR TERUS..!! Baru Satu Proyek Strategi Nasional di Kaltim yang Tuntas

Pemprov Seriusi Maloy, Tol Balsam Beroperasi Januari 2020

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim Kaltara Refly Rudi Tangkere menyebut, jalan bebas hambatan itu baru beroperasi pada Januari 2020.

PROKAL.CO, Kelanjutan pembangunan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di Kaltim masih menyisakan tanda tanya. Baru satu dari delapan PSN yang masuk ke Benua Etam telah tuntas dikerjakan pemerintah.

 

BEBERAPA di antara PSN yang belum tuntas itu, yakni pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Bendungan Marangkayu, dan Kilang Minyak Bontang. Termasuk rencana pembangunan rel Kereta Api Borneo yang dimulai dari kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU). Sedangkan PSN yang telah rampung adalah Waduk Teritip di Balikpapan.

Plt Sekprov Kaltim M Saba’ni meyakinkan, pemerintah terus mendorong upaya percepatan penyelesaian sejumlah proyek tersebut. Dia menyebut, beberapa di antara proyek itu akhir tahun ini sudah ada yang selesai dikerjakan. Bahkan sudah ada yang dioperasikan.

“Seperti Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akhir tahun ini insyaallah sudah dapat difungsikan dan dioperasikan. Karena hanya tinggal beberapa bagian saja lagi dari proyek jalan tol yang belum rampung dikerjakan,” kata dia kepada Kaltim Post.

Proyek lain yang sedang dikebut Pemprov Kaltim, yakni menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana pendukung KEK MBTK. Dari hasil tinjauan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi pada Maret lalu mendapati masih ada beberapa infrastruktur yang belum rampung dikerjakan. Salah satunya pembangunan dermaga pelabuhan KEK Maloy.

Selain itu, untuk mengoperasikan KEK Maloy, pemerintah masih perlu membenahi fasilitas pendukung lain. Misalnya, listrik, suplai air, jaringan telekomunikasi, dan perkantoran. Beberapa fasilitas itu menjadi syarat yang mesti disediakan untuk mendukung iklim investasi di kawasan itu.

“Dari pemerintah sudah ada membangun jalan masuk ke KEK Maloy dan trestel pelabuhan. Kalau dari pemerintah daerah, kami bantu backup jalan di dalam kawasan Maloy, perkantoran, listrik, dan PDAM,” sebut dia.

Air dan listrik di KEK Maloy kini sedang disiapkan badan usaha milik daerah (BUMD) yang sebelumnya telah ditunjuk untuk itu. Jika itu sudah ada, maka diharapkan akhir tahun sudah ada satu atau dua perusahaan yang berinvestasi. Dan 2020 sudah ada yang memulai konstruksi.

“Sudah ada beberapa investor yang membangun komunikasi. Sekarang tinggal ditindaklanjuti. Kami akan meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan dermaga pelabuhan. Biar kapal bisa segera bersandar di Maloy. Dan itu yang banyak diminta investor,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan Kilang Minyak Bontang, kata Saba’ni, proyek itu adalah gagasan PT Pertamina karena merasa kekurangan kilang minyak di Indonesia. Pemprov Kaltim dan Pemkot Bontang diminta menyiapkan lahan.

Khusus Pemkot Bontang, lanjutnya, diminta merevisi sistem tata ruang. Supaya dapat mengakomodasi keperluan lahan pembangunan kilang minyak. Sebab lahan yang diperlukan untuk proyek tersebut terbilang cukup luas.

“Pertamina akan mencari investor untuk membiayai proyek. Sedangkan pemerintah menyiapkan perlengkapan untuk peruntukan ruangnya. Kilang minyak ini bicara investasi ratusan triliun. Dan itu bergantung investornya,” tuturnya.

Untuk Kilang Minyak Balikpapan, disebutkan sedang dalam tahap pengerjaan. Rumah yang akan terdampak dari rencana perluasan dan peningkatan produksi itu saat ini sedang dibahas. Rencananya rumah-rumah di kawasan itu akan dibongkar. “Pengembangan Kilang Minyak Balikpapan memang memerlukan perluasan kawasan. Supaya bisa meningkatkan lagi produksi minyak,” tegasnya.

Sedangkan untuk pembangunan rel kereta api di Buluminung, Saba’ni meyakinkan, bila proyek tersebut tetap dilanjutkan pemerintah. Bahkan awal pekan ini, Pemprov Kaltim diketahui telah meninjau ulang rencana pembangunan proyek itu.

“Proyek akan dilanjutkan. Keberadaan kereta api untuk mengangkut beberapa komoditas. Walau awalnya diperuntukkan hanya untuk pengangkutan batu bara. Tapi ke depan bisa dikombinasikan untuk mengangkut komoditas lain,” katanya.

Diakui, untuk mewujudkan megaproyek itu tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak persoalan yang mengadang pemerintah. Salah satunya persoalan pembebasan lahan. Sementara untuk membangun rel kereta api dibutuhkan lahan yang panjang.

“Masalah pembebasan lahan ini tidak hanya terjadi pada proyek rel kereta api. Hampir semua proyek nasional yang dikerjakan di Kaltim masalahnya sama. Salah satunya bisa dilihat pada pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,” tandasnya.

Ruas tol Balikpapan-Samarinda di sekitaran Bantuas, Palaran, Samarinda.

Sementara itu, berbeda dengan Saba’ni soal operasional Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim Kaltara Refly Rudi Tangkere menyebut, jalan bebas hambatan itu baru beroperasi pada Januari 2020.

Meski demikian, kata dia, secara konstruksi main road tak ditemui masalah. Jika tak ada aral, jalan bebas hambatan itu bisa fungsional pada Agustus. Kemudian setelah dipastikan bisa fungsional, sambil menunggu uji kelayakan, tol sudah bisa dilewati kendaraan. “Selain tol kewajiban utama kami masih menangani jalan nasional dan Jembatan Pulau Balang,” ujar Refly.

Dikatakan, hingga tahun ini untuk PSN yang ditangani pihaknya masih Jalan Tol Balikpapan - Samarinda. “Tahun ini kami dapat kucuran Rp 635 miliar untuk Tol Balikpapan – Samarinda,” kata Refly.

Terpisah, anggota DPR RI asal Kaltim Aus Hidayat menyebut PSN yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dianggap tidak terlalu berdampak luas bagi Benua Etam. Pembangunan infrastruktur disebutnya memang diperlukan. Tetapi yang paling prioritas saat ini adalah menghubungkan Kaltim dengan pulau-pulau lain di Indonesia. “Lewat udara dan laut. Dan seharusnya yang dilakukan pemerintah saat ini bagaimana mengupayakan tiket pesawat kembali terjangkau,” kata politikus PKS itu.

Selain itu, seharusnya pemerintah pusat lebih mementingkan pengembangan wilayah dari sisi pemekaran. Banyak daerah di Kaltim yang terlalu luas sehingga harus menjadi kabupaten atau kota sendiri. Sehingga pembangunan bisa lebih merata dan masyarakat bisa merasakan langsung perubahannya. “Tak dimungkiri pada masa Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, beliau terlalu ambisius ingin membangun ini dan itu,” ujar Aus. (*/drh/rdh/rom/k15)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 20:13

Panglima TNI Pastikan Kondisi Manokwari Sudah Terkendali

 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus memantau kondisi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 19:18

Gubernur Papua Barat Sebut Wawali Kota Malang Pemicu Kerusuhan

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menilai pernyataan Wakil Wali Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 12:42

Manokwari Rusuh, Warga Pendatang Tak Berani Keluar Rumah

Penangkapan sejumlah mahasiwa di Surabaya berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:16

Pemindahan Ibu Kota ke Borneo Bakal Membawa Masalah Baru, Apa Saja?

JAKARTA- Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:38

Ibu Kota Batal di Tahura, Pastinya Dimana...??

Kekhawatiran bakal rusaknya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto terjawab.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Bandara Sepinggan Sudah Penuhi Syarat

RENCANA pemindahan ibu kota juga dilakukan karena adanya ketimpangan dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

KLHK Menduga Ada yang Backing Tambang di Muang

SAMARINDA benar-benar darurat tambang ilegal. Pantas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Senin, 19 Agustus 2019 10:33

Harga Cabai Masih Tinggi meski Iduladha Sudah Sepekan Berlalu

Jelang Iduladha, harga cabai begitu cepat merangkak naik. Namun, setelah…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:48

Ini Cerita Perias Presiden SBY dan Jokowi

 Leader project official make up Paskibraka Nasional 2019, Tri Winarsih…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:40

KLHK Tahan Dua Penambang Ilegal

SAMARINDA–Dugaan penambangan batu bara ilegal di Samarinda kembali terkuak Jumat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*