MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 01 Juli 2019 10:00
Jangan Sembarangan Konsumsi Antibiotik, Ini Risikonya
RESISTENSI: Kini antibiotik tidak dijual secara bebas lagi di apotek. Resistensi terhadap obat rawan terjadi akibat penggunaan yang tidak tepat. Hal ini belum menjadi perhatian serius dari para pasien. (rd.com)

PROKAL.CO, Antibiotik adalah kelompok obat yang berguna mengatasi atau mencegah infeksi bakteri. Umumnya berbentuk tablet, sirop, kapsul, atau salep. Namun waspada, antibiotik tak asal konsumsi atau gunakan. Risikonya fatal terhadap tubuh.

 

DIUNGKAPKAN dr Muhammad Yunus Rosyidi, ada enam golongan antibiotik. Di antaranya, penisilin,sefalosporin, aminoglikosida, tetrasiklin, makrolid, dan quinolone. Penggunaannya tidak sembarangan, harus berdasarkan spesifikasi.. Yunus menyayangkan sebab masih banyak pasien kurang informasi terkait penggunaan antibiotik yang tepat.

Penisilin sering digunakan untuk infeksi bakteri seperti meningitis, gonore, dan faringitis. Sefalosporin, infeksi tulang dan infeksi saluran kemih. Aminoglikosida, otitis eksterna dan infeksi kulit. Tetrasiklin, sifilis dan tifus. Makrolid, bronkitis dan sinusitis. Quinolone untuk servisitis. Saat ini, banyak masyarakat cenderung memilih mengobati diri sendiri. Caranya sebatas melihat internet. Hal itu tidak dibenarkan karena antibiotik termasuk obat keras.

CARA SIMPAN: Biasakan saat membeli obat, Anda harus memiliki informasi selengkapnya. Termasuk cara penyimpanan. Bisa pula bertanya pada apoteker. Paling penting, jangan biarkan obat terpapar sinar matahari langsung.

 “Untuk menentukan antibiotik apa yang bisa diberi pada pasien harus melalui pemeriksaan dokter. Apakah penyakitnya disebabkan alergi, virus, atau bakteri. Agar lebih pasti, bisa juga melalui cek darah. Nanti dilihat berapa lekositnya. Kalau tinggi, bisa dikasih antibiotik,” ujar dr Yunus.

Mengonsumsi antibiotik tidak sesuai resep dokter akan menimbulkan resistansi alias kebal. Lazimnya, hal ini terjadi karena sering kali antibiotik tidak dihabiskan sesuai waktu yang dianjurkan. Pun seseorang yang mengalami alergi terhadap antibiotik golongan tertentu. Gejalanya hampir sama seperti alergi biasa, gatal-gatal pada tubuh. Pasien harus ingat jika dia alergi dengan antibiotik golongan apa. Agar dokter tidak memberi antibiotik serupa.

“Sebagai contoh, ketika sakit kepala dan minum antibiotik. Setelah itu, keadaannya membaik. Sebenarnya tidak. Itu hanya sugesti. Pasien justru membuat imunitas terhadap bakteri tersebut kebal,” jelas Yunus.

Diungkapkan Yunus, resistensi sangat berbahaya. Jika terjadi, harus mengonsumsi golongan lebih tinggi dari sebelumnya melalui pemeriksaan. Biasanya, golongan tinggi bukan obat generik. Harga lebih mahal.

“Antibiotik bisa dikonsumsi sebagai profilaksis atau pencegahan. Sebagai contoh, misalkan Anda akan pergi ke hutan endemik malaria, maka antibiotik bisa diminum. Supaya tubuh sudah mengenal. Jadi, hanya berlaku untuk keadaan tertentu. Perlu diingat, harus sesuai resep dokter,” imbuh alumnus Universitas Mulawarman itu.

Ada alasan mengapa waktu meminum antibiotik berbeda dan harus habis. Misal, amoxicillin tiga kali sehari dalam 24 jam. Dalam dua jam kemudian, antibiotik harus diminum untuk menyamakan level di dalam darah demi mematikan bakteri. Jika tidak sesuai, maka terjadi resistensi.

“Jika dibarengi obat lain, bisa diminum secara bersamaan atau selang-seling beberapa jam, enggak masalah. Misalnya sakit mag, minum obat magnya dulu. Agar menghindari iritasi lambung. Kemudian makan. Setengah jam kemudian, minum antibiotik,” jelasnya.

Edukasi terkait antibiotik masih harus digalakkan pada masyarakat. Sebab masih banyak yang belum paham. Menurut Yunus, pasien harus memiliki kesadaran sendiri dan tidak mengambil informasi secara mentah. Salah satu caranya berkonsultasi dengan dokter. (*/ysm*/rdm/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 10:19

Hidangan Hari Merdeka, Kwetiau Nusantara dan Nasi Merah Putih

Banyak cara yang dilakukan demi menyambut HUT RI. Kreativitas pun…

Senin, 19 Agustus 2019 10:18

Merah Menyala, Manisnya Kue Merdeka

DIBERI nama kue merdeka. Warnanya merah berpadu dengan buah yang…

Senin, 19 Agustus 2019 10:17

Hilangkan Dahaga dengan Es Bendera

INILAH dia minuman dengan konsep kemerdekaan lainnya, es bendera. Penyajiannya…

Senin, 19 Agustus 2019 10:14

Kenali Fear of Missing Out, Gelisah Berujung Depresi jika Tak Akses Media Sosial

Ponsel pintar telah menjadi kebutuhan. Semua informasi dapat diakses secara…

Senin, 19 Agustus 2019 10:12

Terlalu Asyik, Ingin Selalu Update

ARTANA Prihartanti mengaku mulai senang mengakses medsos sejak SMP. Saat…

Senin, 19 Agustus 2019 10:10

Ribuan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji

RIBUAN pelajar Sekolah Islam Terpadu Bunga Bangsa Islamic School Samarinda…

Senin, 19 Agustus 2019 10:08
Kembangkan Potensi Non-akademik

Ekstrakurikuler Sesuai Anjuran Nabi

Sekolah tidak melulu intrakurikuler, hanya duduk manis dan belajar di…

Senin, 19 Agustus 2019 10:06

Plus-Minus Alat Kontrasepsi, Tidak Berisiko, Sesuaikan Kebutuhan

Ada beberapa pasangan yang menunda kehamilan. Alasannya beragam, mulai pendidikan,…

Senin, 19 Agustus 2019 10:05

Bangun Keluarga Sejahtera dengan Melek Pentingnya Kontrasepsi

PERTUMBUHAN penduduk yang tidak terkendali bisa menjadi beban negara dalam…

Minggu, 11 Agustus 2019 22:07

Jangan Sepelekan Pisang, Ini Manfaat dan Kegunaannya

Selama ini buah pisang memang banyak diandalkan sebagai salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*