MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 29 Juni 2019 12:02
Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Tanggung Jawab Negara

PROKAL.CO, Ratna Munjiah

Pemerhati Sosial Masyarakat

 

MASYARAKAT Kutim dihadapkan dengan minimnya ketersediaan air bersih. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kebutuhan air bersih di daerah Kutim, sehingga beralih menggunakan air sungai, sebagaimana yang diberitakan beberapa pekan lalu.

Peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan minim perhatian pemerintah daerah (pemda). Seperti yang terjadi di Desa Pengadan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Kebutuhan air bersih belum terpenuhi. Masyarakat masih bergantung pada aliran sungai yang mengalir dari arah Kecamatan Karangan. Padahal, kualitas air di sungai tersebut menurun karena banyaknya pembukaan lahan untuk keperluan perusahaan kelapa sawit.

Bahkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Pengadan sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim terkait hal ini. Kepala Desa Pengadan Syarifuddi Jabir mengatakan, sejak pertama menjabat pada 2017, pemenuhan air bersih masuk program utamanya. Tak heran, masih banyak warga desa yang bergantung pada sungai meskipun kualitas air menurun. “Bahkan, banyak yang bergantung pada air hujan. Termasuk saya,” ujarnya saat ditemui di Kaltim Post di kediamannya.

Kendati demikian, dia mengaku hal ini sedang berproses. Apalagi DLH Kutim sudah turun langsung guna memeriksa kualitas air di sungai tersebut. Meskipun DLH menyebut air sungai masih layak dikonsumsi warga, namun DLH menyarankan agar diproses lebih dulu sebelum dimanfaatkan. Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan PDAM Kutim. Mereka sudah turun melakukan survei,” aku Puding, sapaannya.

Tujuannya, menghitung kebutuhan anggaran dan ditetapkan di angka Rp 16 miliar lebih. Namun, program ini belum berjalan lantaran keuangan Pemkab Kutim sedang defisit. ”Tapi kami tetap berusaha dan pihak PDAM mengatakan akan menghitung ulang keperluan anggarannya. “Ini” kan merupakan kebutuhan dasar dan hajat orang banyak. Lagi pula kami sudah menghibahkan lahan 1 hektare, kami harap cepat terealisasi. Penduduk pengadaan jumlahnya mencapai 2 ribu jiwa dan masih bergantung pada sungai dan air hujan, bebernya. (prokal.co edisi Jumat 7/6/19).

Sebuah angka yang besar dengan anggaran Rp 16 miliar, namun sejatinya walau anggaran tersebut bisa dikatakan nominal yang besar memang sudah menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya. Apalagi jika dilihat Sangatta merupakan daerah yang memiliki SDA yang melimpah. Seharusnya pemerintah tidak akan mengalami yang namanya defisit anggaran jika memang negara mampu mengelola SDA dengan baik berdasarkan hukum Allah, bukan berdasarkan asas manfaat sebagaimana kapitalis yang mengatur urusan SDA.

Demikian sekilas gambaran bagaimana masyarakat Kutim dihadapkan pada minimnya air bersih. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk tidak terkecuali manusia, sehingga memenuhi kebutuhan air merupakan sesuatu yang mendasar bagi kehidupan dan merupakan tanggung jawab negara untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya dalam menyediakan air bersih yang layak dikonsumsi dan dimanfaatkan.

Bisa dibayangkan jika dunia tidak memiliki air. Maka tentu aktivitas sehari-hari akan sangat terganggu.

Saat negara gagal menyediakan air bersih yang layak konsumsi, menunjukkan bahwa pemerintah telah gagal dalam mengurus urusan rakyatnya.

Dan keadaan tersebut tentu semakin memperlihatkan bahwa pemerintah kapitalis saat ini abai terhadap kebutuhan utama rakyatnya. Kondisi ini akan selalu berulang jika pemerintah senantiasa setia dalam penerapan sistem kapitalisnya. Sistem Kapitalis hanya melahirkan penderitaan dan menyengsarakan rakyat.

Berbeda halnya jika negara mau menerapkan sistem Islam, dalam Islam Sumber Daya Alam (SDA) dikelola oleh negara dan akan didistribusikan secara merata dan gratis. Islam menjamin tersedianya kebutuhan air yang bersih dan terjangkau di tengah umat. Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu untuk kebutuhan makhluk-Nya dengan porsi yang sesuai dengan kebutuhan makhluk-Nya tidak terkecuali manusia, begitu pula Allah telah menyediakan air untuk memenuhi kebutuhan manusia sejak dunia ini diciptakan.

Dalam rangka menjamin ketersediaan air bagi makhluk-Nya, Allah SWT telah menciptakan siklus air yang membuat air yang ada senantiasa terjamin jumlah dan kebersihannya. Ini berarti jika manusia mampu mengelola dunia ini sesuai dengan aturan Sang Pencipta maka tentu segala kebutuhan makhluk termasuk air akan terjamin.

Dengan pengelolaan yang baik berdasarkan aturan Allah SWT maka akan mewujudkan keseimbangan alam. Namun bila tidak sesuai dengan aturan Allah tentu akan merusak alam, sejatinya manusia dilarang merusak keseimbangan tersebut lihat surat Al-A’la Ayat 8.

Karena itu, negara harus berperan langsung dalam menyediakan sarana dan teknologi pengelolaan air bersih, termasuk menjamin teralirinya air bersih ke tiap-tiap rumah warga. Apalagi saat ini teknologi pengelolaan air bersih telah berkembang pesat. Pemerintah tinggal memilih teknologi mana yang mau dipakai.

Allah SWT telah menetapkan aturan untuk mengatur urusan manusia dengan sempurna dan tidak akan pernah salah. Karena itu, sudah seharusnya kita kembali kepada aturan Allah SWT, agar seluruh kebutuhan manusia akan terpenuhi termasuk kebutuhan air tersebut. Wallahua’lam. (*/dns/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 09 Oktober 2019 12:13

Indonesia yang Lebih Baik

Oleh Alias Candra Dosen IAIN Samarinda dan Wakil Sekretaris Bidang…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11

Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

Oleh: Didit Puji Hariyanto Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik…

Senin, 07 Oktober 2019 01:19

Sajak Cinta

“Kerinduanku memuncak pada rabbaku Kehidupanku menari diroda hatimu Masihkah kau…

Senin, 07 Oktober 2019 01:16

Greta Thunberg, Anak STM, dan Gerakan Sosial Generasi Z

Muhammad Nizar HidayatStaff pengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:33

Sekolah Inklusi untuk Penyandang Disabilitas

Oleh: Eko Yuniarsih Guru BK SMA 8 Samarinda    …

Kamis, 03 Oktober 2019 11:31

Pedofilia dan Hukum Kebiri

Oleh: Siti Subaidah Pemerhati Lingkungan dan Generasi   Sepekan terakhir…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:30

Menolak Tirani Hukum

Oleh : Harry Setya Nugraha Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman…

Kamis, 26 September 2019 13:52

Demo Mahasiswa dan Viral Tilawah Fathur

Oleh: Oleh Amir Machmud NS VIRAL tilawah sejumlah surah Alquran Juz…

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…

Senin, 16 September 2019 14:15

Kelasnya Kota Keretek

Oleh : M Chairil Anwar Warga Samarinda yang bekerja di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*