MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 26 Juni 2019 15:39
Penyelesaian Jembatan Pulau Balang Molor hingga 2021
Bakal Rekor Nih..!! Jembatan Ini Sudah 12 Tahun Tak Rampung-Rampung

Akses Pendekat Sisi Balikpapan Minim Progres

Progres Jembatan Pulau Balang tak begitu menggembirakan. Masalah pembebasan lahan di sisi Balikpapan masih jadi sorotan. Bisa jadi, bentang tengah akan duluan rampung ketimbang akses pendekat.

PROKAL.CO, Progres Jembatan Pulau Balang tak begitu menggembirakan. Masalah pembebasan lahan di sisi Balikpapan masih jadi sorotan. Bisa jadi, bentang tengah akan duluan rampung ketimbang akses pendekat.

 

BALIKPAPAN-Mulai dikerjakan awal 2007, nasib Jembatan Pulau Balang masih menggantung. Artinya sudah 12 tahun jembatan itu dibangun tapi tak rampung-rampung. Kini asa menghubungkan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU) melalui Pulau Balang itu berada di tangan Pemprov Kaltim. Tanpa jalan pendekat, jembatan tak akan bisa difungsikan. Sekalipun bentang panjang dan pendek telah tersambung.

Salah-salah nasibnya akan sama dengan Jembatan Martadipura di Kota Bangun, Kutai Kartanegara masa lalu. Jembatan itu dulu sempat dijuluki “Jembatan Abunawas” lantaran bentang utama belum tersambung dengan akses pendekat. Walhasil, jembatan hanya bisa dilintasi monyet-monyet. Padahal, Jembatan Pulau Balang menjadi tumpuan mempercepat akses konektivitas jalan lintas selatan Kalimantan. Jika tak selesai-selesai, maka jembatan ini akan mengalahkan rekor Jembatan Mahkota II yang sebelumnya sempat tak selesai selama 13 tahun.

Kenyataan itu membuat target penyelesaian jembatan pada November 2019, seperti yang dijanjikan Pemprov Kaltim dipastikan meleset. Informasi yang diperoleh Kaltim Post dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim Kaltara, target penyelesaian jembatan diundur hingga Maret 2021. “Realisasinya sudah 65 persen,” kata Kepala BPJN XII Kaltim Kaltara Refly Ruddy Tangkere kepada Kaltim Post.

Sebagai salah satu pihak yang ikut ambil bagian dari pekerjaan pembangunan jembatan, Refly menyebut pihaknya tahun ini kebagian Rp 288 miliar dari APBN dari total anggaran Rp 1,3 triliun. Dikerjakan secara multiyears contract (MYC). Pekerjaan utama saat ini terletak pada pilar. Dan setelah berdiri, dilanjutkan dengan sebagian dek jembatan. “Ini sedang dikerjakan dari dua sisi (Balikpapan dan PPU),” kata Refly.

Terkait pekerjaan di luar plot yang dianggarkan APBN, Refly menyebut kondisinya masih menunggu. Pihaknya telah mendorong adanya nota kesepahaman antara Pemprov Kaltim dengan Pemkab PPU dan Pemkot Balikpapan mengenai kelanjutan pekerjaan yang dibiayai APBD. “Harus ada kejelasan di mana, siapa menangani apa. Karena ini akan mempermudah planning dan program kami ke depan dalam hal pekerjaan yang kami tangani,” sebutnya.

Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan menyatakan mundur dari rencana investasi pembangunan Jembatan Pulau Balang. Namun, situasi ini disebut tak akan memengaruhi sisa pelaksanaan pekerjaan proyek jembatan sepanjang 1.750 meter itu.

Sebelumnya, untuk sisi Balikpapan pembebasan lahan akses pendekatnya diserahkan ke Pemkot Balikpapan. Untuk proyek fisiknya dikerjakan Pemprov Kaltim. Sedangkan akses pendekat di sisi Penajam pembebasan lahan maupun fisiknya dikerjakan Pemkab PPU.

Diwawancarai terpisah, Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Setprov Kaltim Lisa Hasliana menyebut rencana pendanaan yang sebelumnya dibebankan ke Pemkot Balikpapan akan diambil alih Pemprov Kaltim.

Di mana saat ini pembiayaan jembatan yang dikerjakan tiga kontraktor, PT Hutama Karya, PT Adhi Karya, dan PT Bangun Cipta Kontraktor itu menggunakan skema kerja sama antara pusat dan daerah. Dalam hal ini melibatkan dana APBN, APBD Kaltim, APBD Balikpapan, dan APBD PPU.

“Pembangunan Jembatan Pulau Balang itukan dibagi menjadi tiga bagian. Ada sisi PPU, bentang tengah, dan sisi Balikpapan. Pusat punya bagian sendiri. Kemudian daerah juga punya bagian tersendiri,” kata dia.

Jika Pemkot Balikpapan mundur dari rencana pembiayaan pembangunan jembatan tersebut, lanjut dia, maka besar kemungkinan pembiayaan yang bersumber dari Kota Minyak akan diambil alih Pemprov Kaltim. Namun, rencana tersebut akan diputuskan setelah adanya rapat lebih lanjut terkait itu.

Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) pernah gusar dengan sikap Pemkot Balikpapan yang kurang peduli dengan Jembatan Pulau Balang. Kondisi itu membuatnya meminta pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim menegur Pemkot Balikpapan yang tak serius membangun akses pendekat di sisi Kota Minyak.

“Jadi mohon pemerintah pusat, pemerintah provinsi. Mungkin ditegur-tegur juga Balikpapan ini. Kayaknya Balikpapan ini enggak ikhlas menyambungkan Balikpapan dengan PPU,” ujar AGM belum lama ini.

Bahkan, AGM mengaku pernah menggunakan uang pribadi menyewa helikopter untuk memantau pembangunan jembatan. “Jembatan Pulau Balang sudah mulai menyambung dari PPU. Tetapi, tidak ada kegiatan sama sekali di Balikpapan (akses pendekat). Saya sesekali menyewa helikopter melihat sendiri,” bebernya.

Dia khawatir Jembatan Pulau Balang jadi Jembatan Abunawas jika di sisi Balikpapan tak diseriusi pemerintah setempat atau pemprov. Gafur menginginkan jembatan lekas berfungsi. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian daerah agar arus barang seperti hasil pertanian dan perkebunan bisa dipasarkan.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim M Taufik mengatakan, pembangunan Jembatan Pulau Balang menjadi salah satu proyek strategis nasional. Proyek itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas jalan lintas selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik di Pulau Borneo.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju PPU dan ke Banjarmasin di Kalimantan Selatan serta kota lain harus memutar lewat Sepaku, PPU dengan jarak sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh hingga 5 jam.

Alternatif lain adalah menggunakan kapal feri dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam. Belum ditambah waktu antre menuju kapal feri. Waktu antre akan bertambah lama bila bertepatan dengan hari libur. Sehingga mengakibatkan waktu tempuh dan biaya angkut kendaraan tidak efisien.

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, waktu tempuh dari Balikpapan menuju PPU akan menjadi singkat. Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan itu mendukung mobilitas di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau dan Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan. Setidaknya juga, keberadaan Jembatan Pulau Balang bisa menjadi pelepas “dahaga” karena menunggu lama Jembatan Teluk Balikpapan yang tak kunjung dibangun. (rdh/*/drh/rom/k15)


BACA JUGA

Selasa, 20 Agustus 2019 11:42
Sarkowi dan Rusman Bicara Ibu Kota (2-Habis)

Jangan Tiru Jakarta

CATATAN Syafril Teha Noer   JADILAH ibu kota. Belajarlah dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 20:13

Panglima TNI Pastikan Kondisi Manokwari Sudah Terkendali

 Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terus memantau kondisi di Manokwari,…

Senin, 19 Agustus 2019 19:18

Gubernur Papua Barat Sebut Wawali Kota Malang Pemicu Kerusuhan

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menilai pernyataan Wakil Wali Kota…

Senin, 19 Agustus 2019 12:42

Manokwari Rusuh, Warga Pendatang Tak Berani Keluar Rumah

Penangkapan sejumlah mahasiwa di Surabaya berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:16

Pemindahan Ibu Kota ke Borneo Bakal Membawa Masalah Baru, Apa Saja?

JAKARTA- Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:38

Ibu Kota Batal di Tahura, Pastinya Dimana...??

Kekhawatiran bakal rusaknya Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto terjawab.…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Bandara Sepinggan Sudah Penuhi Syarat

RENCANA pemindahan ibu kota juga dilakukan karena adanya ketimpangan dengan…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

KLHK Menduga Ada yang Backing Tambang di Muang

SAMARINDA benar-benar darurat tambang ilegal. Pantas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Senin, 19 Agustus 2019 10:33

Harga Cabai Masih Tinggi meski Iduladha Sudah Sepekan Berlalu

Jelang Iduladha, harga cabai begitu cepat merangkak naik. Namun, setelah…

Minggu, 18 Agustus 2019 00:48

Ini Cerita Perias Presiden SBY dan Jokowi

 Leader project official make up Paskibraka Nasional 2019, Tri Winarsih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*