MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 25 Juni 2019 12:17
Dari Sidang Dugaan Pergeseran Suara di Loa Janan Ilir
349 Suara Bergeser, PPK Berdalih Faktor Kelelahan
MARATON: Sidang sengketa hasil pemilu digelar di Pengadilan Negeri Samarinda kemarin dan baru selesai dalam waktu tujuh hari. BAYU ROLLES/KP

PROKAL.CO, Rekapitulasi Kecamatan Loa Janan Ilir berkelindan dugaan pergeseran suara. Lima Penyelenggara Pemilihan Kecamatan Loa Janan Ilir (PPK LJI) jadi pesakitan. Perhitungan ulang ditempuh berbekal rekomendasi pengawas pemilu. Para PPK berdalih kesalahan hitung itu faktor kelelahan.

 

JON Rantelino berteriak lantang ketika rekapitulasi Pemilu Serentak 2019 tingkat Kecamatan Loa Janan Ilir rampung digelar pada 30 April. Emosinya meledak saat mengetahui suara Elnathan Pasambe, caleg Gerindra Samarinda dari dapil II (Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir) yang diusungnya menyusut ratusan suara.

“Kenapa hasil DA-1 (formulir hasil rekap tingkat kecamatan) berbeda dengan jumlah lima DAA-1 (formulir hasil rekap tingkat kelurahan),” tutur koordinator timses Elnatan Pasambe ketika bersaksi dalam ruang sidang Bagir Manan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, kemarin (24/6).

Kala itu, dia keras menyoal adanya pergeseran suara itu ke di PPK LJI dan menuntut menghitung ulang hasil rekapitulasi yang tertuang di lima kelurahan; Rapak Dalam, Harapan Baru, Sengkotek, Simpang Tiga, dan Tani Aman.

“Tapi dia (ketua PPK LJI) bilang tidak bisa diulang karena sudah diproses, tinggal verifikasi akhir para pihak yang hadir direkapitulasi,” sambungnya mereka ulang kejadian itu.

Tak habis akal, dia langsung meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) LJI untuk menghentikan sementara perhitungan tersebut. Mediasi pun bergulir karena dugaan itu. Panwascam dan PPK sempat mengomparasikan formulir DAA-1 dan DA-1. Benar ada perbedaan hasil perhitungan. Dua penyelenggara pemilu tingkat kecamatan itu pun berkoordinasi dengan entitas di atasnya, Bawaslu dan KPU Samarinda.

“Saya tahu, karena anggota tim saya yang jadi saksi ngomong, hasil di lima kelurahan kalau diakumulasi berbeda dengan kecamatan. Berbekal lima formulir DAA-1 itu saya menyoal,” katanya di depan majelis hakim yang dipimpin Lucius Sunarto bersama Burhanuddin dan Rustam itu. “Tapi PPK malah bilang ini hanya faktor mereka kelelahan merekap hasil pemilu,” imbuhnya.

Kemarin, dia dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwinanto Agung Wibowo dalam kasus dugaan penggelembungan suara yang menyeret lima anggota PPK LJI. Para terdakwa itu, Ahmad Noval (ketua PPK LJI), Abdul Afif, Joharuddin, Adi Sutrisno, dan Hadriansyah.

Selain Jon, ada tujuh saksi lain, yakni Daini Rahmad (komisioner Bawaslu Samarinda), Budiansyah (Panwascam LJI), Nina Mawadah (komisioner KPU Samarinda), Rahmat Hidayat dan Rinda Efendi (Panitia Penyelenggara Setempat/PPS Kelurahan Tani Aman). Dan dua caleg Gerindra, Elnathan Pasambe dan Mujianto.

Hasil koordinasi dengan Bawaslu dan KPU Samarinda itu, perhitungan di LJI pun ditunda. “Selain itu, kita tunggu rekomendasi Bawaslu/Panwacam untuk perhitungan ulang,” sambung Nina Mawadah menerangkan.

Dua hari berselang, pada 2 Mei 2019 pukul 11.00–13.00 Wita, rekomendasi untuk menghitung ulang tersebut diterbitkan Panwascam LJI yang dipantau langsung Bawaslu dan KPU Samarinda. “Jadi, ketika rekapitulasi kota pada 5–7 Mei, hasil yang dipaparkan perhitungan ulang ini,” ucapnya.

Elnathan Pasambe mengaku suara yang diperolehnya bergeser di tiga kelurahan, Sengkotek, Rapak Dalam, dan Simpang Tiga (lihat infografis).

Ditempuhnya perhitungan ulang dan memulihkan suara awalnya dia pun tak lagi menyoal. “Totalnya 349 suara, majelis,” aku pria berkacamata itu.

Sementara itu, Mujianto, caleg yang menerima limpahan suara itu mengaku tak mengetahui mengapa peralihan tersebut terjadi. “Aneh saja, suara yang didapat meningkat tapi kamu malah cuek saja,” tanya Hakim Rustam.

Namun, dia menegaskan, semua sudah diserahkan sepenuhnya ke internal partai dan partai menerima hasil perhitungan ulang tersebut. “Saya baru bertemu dengan Pak Noval (ketua PPK LJI) ketika ada persoalan itu,” sebutnya singkat. (*/ryu/dwi/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 12:20

Formasi CPNS Bontang dan Paser Belum Diunggah

BALIKPAPAN – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 resmi…

Rabu, 13 November 2019 12:03

Formasi Penjaga Tahanan Paling Banyak Peminat

JAKARTA – Antusias masyarakat mengikut tes calon pegawai negeri sipil…

Rabu, 13 November 2019 12:01

Infrastruktur 5 Tahun Butuh Rp 2000 Triliun

JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut butuh uang Rp.…

Rabu, 13 November 2019 11:25

Markas Polrestabes Medan Diteror Bom Bunuh Diri, 4 Luka-Luka, Tubuh Pelaku Hancur

MEDAN - Markas Polrestabes Medan di Jalan HM Said No.1…

Rabu, 13 November 2019 11:09

Si Kecil Pedas yang Jadi Pemicu Inflasi di Kaltim

SAMARINDA – Dalam sepuluh tahun terakhir, komoditas cabai berkontribusi cukup…

Rabu, 13 November 2019 11:05
Pertemuan Prabowo dengan Dubes Arab Saudi Bicarakan Hubungan Bilateral

Ajak Presiden Bahas Masalah Rizieq

JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Menkes Belum Berhasil Loloskan Subsidi Iuran BPJS

JAKARTA– Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto belum berhasil meyakinkan adanya…

Rabu, 13 November 2019 10:58

Apa Kabar Kartu Prakerja untuk Pengangguran..??

JAKARTA –  Salah satu program kampanye Presiden Joko Widodo, yaitu…

Rabu, 13 November 2019 10:51

Ini Motif Aksi Teror yang Selama Ini Terjadi

JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) terus mencari cara mencegah kelompok…

Selasa, 12 November 2019 13:57

Lagi, Polisi Samarinda Temukan Tungku Penyulingan Minyak Mentah Dekat Gerbang Jalan Tol

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Polres Samarinda menemukan lagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*