MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 24 Juni 2019 09:23
Orangtua Pekerja, Bagaimana Efeknya Bagi Anak?

Kurang Perhatian, Anak Mudah Marah

AMARAH: Jika Anda terlalu mengutamakan pekerjaan dan mengabaikan anak, jangan terkejut apabila anak memiliki sifat yang tidak peduli dan cenderung emosional. Sebab, hal itu bisa dia contoh dari Anda. (UNSPLASH.COM)

PROKAL.CO, Kewajiban dan hak adalah hal berbeda namun harus dijalankan seirama. Seperti kewajiban ibu mengurus anak dan ayah sebagai kepala rumah tangga. Dewasa ini, banyak perempuan yang juga berkarier. Sehingga waktu mengurus anak sering tergadai. Anak seharusnya tumbuh dengan kasih sayang utuh.

 

MENANGGAPI hal itu, psikolog klinis Lisda Sofia mengimbau para perempuan agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama dalam bekerja. “Perkembangan anak itu wajib banget diawasi. Seperti yang diketahui bahwa rumah adalah sekolah pertama, sang ibu wajib memberikan perhatian dan arahan. Terlebih jika anak masih dalam usia berkembang,” ucapnya.

Kendati demikian, Lisda tidak sepenuhnya melarang para perempuan bekerja. Namun, sang ibu harus pandai membagi waktu. Kewajiban itu bukan hanya milik ibu, tapi juga ayah. “Apalagi jika punya anak laki-laki. Sebab, pribadi ayah biasa ditiru dengan cepat oleh anak laki-lakinya. Jadi, sesibuk apapun luangkan waktu bersama sang anak,” tambahnya.

Jika keadaan memaksa untuk tetap bekerja dengan waktu cukup padat, Lisda menyarankan untuk tetap berkomunikasi dengan baik meski melalui telepon. Agar sang anak tetap merasa dicintai.

Lisda mengatakan, jika momen golden age (usia emas) anak adalah hal penting dalam tahap tumbuh kembang. Merupakan momen awal kehidupan, di mana anak lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

Setelah seharian sibuk di tempat kerja, biasanya orangtua cenderung abai terhadap keluhan anak. Memilih beristirahat. Hal itu secara tak langsung menjadikan Anda sebagai orangtua weekend, alias hanya meluangkan waktu dan perhatian pada akhir pekan.

“Anda boleh sibuk, tapi jangan meluapkan amarah atau beban pekerjaan kepada anak. Sebab, menurut saya itu enggak fair bagi anak yang seharusnya mendapat kasih sayang,” ungkapnya.

Kalau sudah seperti itu, anak berpeluang mencari perhatian ke tempat lain. Tak menjanjikan apakah lingkungan itu bisa memberi contoh baik atau tidak. Hingga akhirnya, anak terbentuk sesuai dengan lingkungan tanpa pengawasan orangtua.

“Makanya banyak anak SD sudah pandai merokok, berkelahi, atau sudah menyukai lawan jenis. Kalau anak diawasi dengan baik, Anda sebagai orangtua bisa menjadi tempat keluh kesah sang anak. Pasti tidak akan terjadi hal-hal seperti itu,” ungkap Kepala Biro Psikologi Perfecta Psyche Samarinda itu.

Jika Anda terlalu mengutamakan pekerjaan dan mengabaikan anak. Jangan terkejut apabila anak memiliki sifat yang tidak peduli dan cenderung emosional. Sebab, hal itu bisa jadi dia contoh dari Anda.

Bagi Lisda, orangtua yang baik adalah mereka mengetahui tugas dan tanggung jawab. Melindungi, memberikan pendidikan, mencegah pernikahan dini, menumbuhkembangkan bakat dan minat serta karakter anak. Sebab itu, meski Anda sudah bulat memutuskan berkarier. Pastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan anak selalu menjadi prioritas. (*/nul*/rdm2/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 14 Oktober 2019 13:36

Konsumsi Obat Tak Tepat Justru Meracuni

GINJAL memiliki kemampuan khusus. Tanpa disadari, bisa saja ginjal sudah…

Senin, 14 Oktober 2019 13:34

Tas dan Sepatu, Semakin Mahal, Semakin Sulit Merawat

Ada berapa pasang sepatu di rumah? Atau khusus kaum hawa,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:32

Kenali Kategori Bahan Sepatu, Dari Hewan, Tumbuhan, Minyak Bumi

PERAWATAN adalah hal yang wajib dilakukan demi menjaga barang agar…

Senin, 14 Oktober 2019 13:28

Olahan Nasi Nusantara, Nasi Ulam dan Nasi Bebek

Pernahkah mendengar kalimat, belum makan jika belum makan nasi? Nah,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:22

Coffecado dan Lumpia Kaya Isi

USAI mencicipi makanan berat, tak lengkap rasanya apabila tak menikmati…

Senin, 14 Oktober 2019 13:21

Cumi Saus Padang Ambyar

Oleh: Evi Syardayanti, warga Samarinda. Bahan: 500 gram cumi (cuci…

Senin, 07 Oktober 2019 09:53

Sajian Tempura dan Ayam Buah Naga

Inovasi makanan harus terus diperbarui demi menemukan rasa terbaru nan…

Senin, 07 Oktober 2019 09:51

Sambal Bawang Rambut

Oleh: Novia Irma Susanti, warga Samarinda   BAHAN: - 1…

Senin, 07 Oktober 2019 09:47

Mini Tart Labu dan Es Timun Segar

NAMANYA happy pumpkin. Mini tart dengan pastry cream yang dihiasi…

Senin, 07 Oktober 2019 09:34

Hiperhidrosis, Keringat Berlebihan, Jadi Tanda Penyakit

Mengeluarkan keringat adalah hal wajar. Selain itu, mengonsumsi makanan panas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*