MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:47
Tiket Pesawat Bisa Murah Asal Ini yang Dihapus...
BISA BEREFEK DOMINO: Turunnya harga tiket pesawat begitu dinanti para calon penumpang.

PROKAL.CO, JAKARTA-Keriuhan masyarakat terhadap harga tiket pesawat mendapat respons dari pemerintah. Salah satu solusinya adalah memberikan insentif fiskal. Opsi lainnya adalah memasukkan maskapai asing.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyatakan akan memberikan treatment dalam negeri untuk menurunkan harga tiket. Salah satu wacana yang berkembang adalah menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) sewa pesawat. Jika solusi tersebut tidak bisa menurunkan harga tiket, dia menyatakan akan mencari cara lain.  

Rencana pemerintah untuk menghapus pajak pertambahan nilai (PPN) sewa pesawat disambut baik oleh maskapai. “Sangat membantu. Alhamdulillah,” kata CEO AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan.

Hal tersebut diyakini bisa meringankan beban biaya yang ditanggung maskapai. Sehingga bisa memengaruhi harga tiket akan lebih bisa ditekan. Sebab, maskapai sebenarnya sudah dibebankan beragam PPN, mulai PPN sewa pesawat, PPN pembelian avtur, serta PPN lainnya yang dipungut dari setiap transaksi barang dan jasa yang dilakukan perusahaan.

Insentif fiskal ini, kata peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda, memang menjadi kebijakan jangka pendek yang bakal ampuh. Menurut Huda, keuangan perusahaan kan sedikit tertolong. Sehingga maskapai bisa menurunkan harga tiketnya secara instan. Apalagi, maskapai yang sudah melayani rute domestik tidak perlu bersaing dengan maskapai asing. Namun, Huda mengingatkan bahwa masih ada masalah inti di industri penerbangan.

“Meski tingkat keterisian (load factor) maskapai Indonesia di atas rata-rata breakeven load factor (BLF) maskapai Asia Pasifik, namun maskapai di Indonesia mengaku masih merugi. Jika merugi, artinya ada yang tidak efisien di penerbangan kita,” katanya. BLF Indonesia rata-rata 78 persen, sementara BLF maskapai di Asia Pasifik rata-rata 67-69 persen.

Struktur pasar yang lebih banyak dikuasai oleh grup besar seperti Lion Air dan Garuda Indonesia, lanjut dia, juga masih menjadi PR bagi pemerintah. Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group menguasai 83 persen pasar penerbangan di Indonesia. Jika kini Sriwijaya melebur ke Garuda Indonesia Group, maka penguasaan pasar Garuda Indonesia dan Lion Air Group mencapai 96 persen. “Sangat terkonsentrasi,” ujarnya.

Ketika dua grup besar sudah menguasai pasar, tambah Huda, mudah bagi perusahaan untuk menggunakan tarif batas atas, namun tetap tidak menyalahi aturan pemerintah. Padahal, jarang ada negara yang menetapkan batas harga di industri penerbangan. “Di negara-negara lain, semua maskapai akan berlomba menjadi paling efisien (karena tidak ada batasan harga yang diatur pemerintah)” ucapnya.

Sementara itu, untuk opsi mengundang maskapai asing untuk melayani penerbangan di Tanah Air dinilai tidak berpengaruh. Pasalnya, menurut pengamat penerbangan Alvin Lie wacana tersebut belum tentu menggiurkan bagi maskapai asing. Menurutnya hal itu terbukti dari tidak adanya maskapai asing yang masuk. “Peraturan ada, yaitu maksimal 49 persen,” tuturnya.

Selama sepuluh tahun terakhir tidak ada investor asing yang masuk untuk berbisnis di sektor penerbangan Tanah Air. Menurut Alvin hal ini harusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk menengok industri penerbangan. “Harusnya dilihat apakah peraturan atau kebijakan sudah mendukung industri penerbangan belum,” ucapnya. (rin/lyn/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 13:50

Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi…

Kamis, 21 November 2019 13:47
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Awal Tahun Draf RUU Rampung, Akhir Tahun Groundbreaking di IKN

JAKARTA– Pemerintah terus mempersiapkan aspek legal atau dasar hukum pemindahan…

Kamis, 21 November 2019 10:40

Segera Hapus TP4 Pusat - Daerah

JAKARTAs - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko…

Kamis, 21 November 2019 10:38

Kartu Pra Kerja Diberikan Per Kuota Daerah

JAKARTA– Pemerintah menyediakan kuota 2 juta untuk mengisi program kartu…

Kamis, 21 November 2019 10:29

Delapan Tahun Penantian Istri Umar Patek Menjadi WNI

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…

Rabu, 20 November 2019 13:18

Polda dan Polres Jadi Sasaran, Densus Tangkap Empat Orang Jaringan Bom Medan

Polrestabes Medan diserang kelompok teroris Rabu (13/11). Tak lama berselang,…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Nasib Nestapa Stadion Palaran yang

Anggaran yang Ada Hanya Cukup untuk Bersih-Bersih

Dulu disayang. Kini “dibuang”. Mungkin jadi ungkapan yang pas menggambarkan…

Rabu, 20 November 2019 10:14

Mau Bahas IKN, Baleg DPR Kecewa dengan Pemprov Kaltim

BALIKPAPAN- Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke…

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*