MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:43
Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

“Kalau Permintaan Rumah Mewahnya Tinggi, maka Daerah Itu Berkembang”

ANGIN SEGAR: Adanya penurunan tarif pajak penghasilan bagi pemilik rumah mewah disambut baik pengembang. DOK/KP

PROKAL.CO, Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif fiskal. Tentu jadi angin segar bagi pengembang.

 

PENGUSAHA properti mengapresiasi sejumlah insentif fiskal yang diberikan pemerintah. Hal ini sejak lama ditunggu pengembang, namun sedikit tertahan dan baru bisa direalisasikan pemerintah setelah pemilu.

“Ini sudah kami harapkan, dari dulu,” kata Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kemarin (22/6). Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan batas harga hunian mewah yang  dikenai pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dari Rp 10 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Kemudian, batas harga rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS) yang dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) juga naik per masing-masing daerah, rata-rata 3-7 persen.

Pemerintah juga telah mempermudah proses validasi pajak penghasilan (PPh) final (Pasal 22) bagi pengembang, dari 15 hari menjadi 3 hari. Selain itu, PPN rumah untuk korban bencana alam juga dihapuskan. Yang terbaru, pemerintah akan segera menaikkan batas harga rumah yang dikenai PPh, dari Rp 5 miliar menjadi Rp 30 miliar. Tarif PPh-nya pun akan diturunkan, dari 5 persen menjadi 1 persen.

Menurut Totok, insentif-insentif pajak ini akan mendorong pertumbuhan sektor properti, baik di segmen menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Sebab, selama ini permintaan rumah mewah terus menurun karena pajak yang tinggi. Market share penjualan rumah mewah di atas Rp 30 miliar, kata Totok, memang hanya sekitar 2 persen dari total penjualan. Namun, efek dari penjualan rumah mewah itu juga dapat memengaruhi permintaan rumah di kelas-kelas di bawahnya.

“Kalau suatu daerah permintaan rumah mewahnya tinggi, maka daerah itu akan berkembang. Sebab rumah mewah itu artinya dipandang sebagai investasi. Tetapi kalau permintaan rumah mewahnya rendah, maka di daerah itu akan jarang orang yang investasi di properti. Artinya yang beli ya hanya orang-orang yang perlu tempat tinggal saja,” papar Totok.

Dia berharap, pertumbuhan sektor properti nantinya juga akan berimbas ke sektor-sektor lain, seperti perdagangan, industri, jasa keuangan, dan lain-lain. Sebab, properti adalah sektor usaha yang paling besar multiplier effect-nya pada perekonomian.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, properti masih menjadi industri yang dibutuhkan banyak orang, namun kenaikan harganya justru melambat. “Jadi kenaikan harga rumah baik yang small, medium dan large itu melambat. Itu hasil diskusi dan survei Bank Indonesia (BI),” katanya. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada 2013 misalnya berada di angka 12,11. Angka tersebut terus menurun hingga pada awal 2019 menjadi 1,66.

Menurut Suahasil, pengembang akan lebih bergairah dengan pelonggaran-pelonggaran pajak ini. Sebab, sebelumnya pengembang mengeluh komponen pajak di industri properti terlalu beragam, mulai pajak untuk daerah hingga negara. Hal itu membebani pengembang dan juga konsumen. (rin/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 20:53

Laksanakan Salat Istisqa, Staff dan Komunitas Bandara APT Pranoto Juga Ajak Masyarakat Tak Bakar Lahan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pimpinan dan staff serta Anggota Komunitas Bandara…

Senin, 16 September 2019 20:51

Gubernur Isran Luncurkan Beasiswa Kaltim Tuntas, yang Dapat Ribuan....

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur luncurkan program Beasiswa…

Senin, 16 September 2019 13:39

CELAKA WAL..!!! Angin Mengarah ke Kaltim, BMKG Prediksi Kabut Asap Makin Tebal

PROKAL.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menghimbau masyarakat…

Senin, 16 September 2019 13:27

Ada Agenda Terselubung di Balik Revisi UU KPK

BALIKPAPAN–Rancangan Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap mengancam…

Senin, 16 September 2019 13:26
Cegah Spekulan Tanah di Lokasi Ibu Kota Negara

Moratorium Sementara Penerbitan SKT

PENAJAM- Ibu kota negara pindah ke Kaltim. Pemkab Penajam Paser…

Senin, 16 September 2019 13:24

333 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Paser dan PPU

KABUT asap yang mengepung langit Kaltim tidak hanya berasal dari…

Senin, 16 September 2019 13:21

Belum Ada Jaminan Penerbangan Kembali Normal

BALIKPAPAN–Lalu lintas penerbangan di Kaltim nyaris lumpuh. Gempuran kabut asap…

Senin, 16 September 2019 13:11
Thareq Kemal Habibie Tak Mau Berkarir di Bawah Bayangan Bapak

Dikira Pebisnis, padahal PNS Merangkap Chef Lulusan Jerman

Penampilan serbahitam dengan penutup mata membuat sosoknya terlihat misterius. Mirip…

Senin, 16 September 2019 11:46

MENCURIGAKENNN..!! Pembahasan Revisi UU KPK Masih Tertutup

JAKARTA– Keputusan tiga pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan mandat…

Senin, 16 September 2019 01:19

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabarrrr.....

JAKARTA- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau seluruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*