MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 22:43
Insentif Pemerintah Bikin Properti Bakal Lebih Bergairah

“Kalau Permintaan Rumah Mewahnya Tinggi, maka Daerah Itu Berkembang”

ANGIN SEGAR: Adanya penurunan tarif pajak penghasilan bagi pemilik rumah mewah disambut baik pengembang. DOK/KP

PROKAL.CO, Pemerintah punya kebijakan baru untuk dunia properti. Salah satunya insentif fiskal. Tentu jadi angin segar bagi pengembang.

 

PENGUSAHA properti mengapresiasi sejumlah insentif fiskal yang diberikan pemerintah. Hal ini sejak lama ditunggu pengembang, namun sedikit tertahan dan baru bisa direalisasikan pemerintah setelah pemilu.

“Ini sudah kami harapkan, dari dulu,” kata Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida kemarin (22/6). Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan batas harga hunian mewah yang  dikenai pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dari Rp 10 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Kemudian, batas harga rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS) yang dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) juga naik per masing-masing daerah, rata-rata 3-7 persen.

Pemerintah juga telah mempermudah proses validasi pajak penghasilan (PPh) final (Pasal 22) bagi pengembang, dari 15 hari menjadi 3 hari. Selain itu, PPN rumah untuk korban bencana alam juga dihapuskan. Yang terbaru, pemerintah akan segera menaikkan batas harga rumah yang dikenai PPh, dari Rp 5 miliar menjadi Rp 30 miliar. Tarif PPh-nya pun akan diturunkan, dari 5 persen menjadi 1 persen.

Menurut Totok, insentif-insentif pajak ini akan mendorong pertumbuhan sektor properti, baik di segmen menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Sebab, selama ini permintaan rumah mewah terus menurun karena pajak yang tinggi. Market share penjualan rumah mewah di atas Rp 30 miliar, kata Totok, memang hanya sekitar 2 persen dari total penjualan. Namun, efek dari penjualan rumah mewah itu juga dapat memengaruhi permintaan rumah di kelas-kelas di bawahnya.

“Kalau suatu daerah permintaan rumah mewahnya tinggi, maka daerah itu akan berkembang. Sebab rumah mewah itu artinya dipandang sebagai investasi. Tetapi kalau permintaan rumah mewahnya rendah, maka di daerah itu akan jarang orang yang investasi di properti. Artinya yang beli ya hanya orang-orang yang perlu tempat tinggal saja,” papar Totok.

Dia berharap, pertumbuhan sektor properti nantinya juga akan berimbas ke sektor-sektor lain, seperti perdagangan, industri, jasa keuangan, dan lain-lain. Sebab, properti adalah sektor usaha yang paling besar multiplier effect-nya pada perekonomian.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, properti masih menjadi industri yang dibutuhkan banyak orang, namun kenaikan harganya justru melambat. “Jadi kenaikan harga rumah baik yang small, medium dan large itu melambat. Itu hasil diskusi dan survei Bank Indonesia (BI),” katanya. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada 2013 misalnya berada di angka 12,11. Angka tersebut terus menurun hingga pada awal 2019 menjadi 1,66.

Menurut Suahasil, pengembang akan lebih bergairah dengan pelonggaran-pelonggaran pajak ini. Sebab, sebelumnya pengembang mengeluh komponen pajak di industri properti terlalu beragam, mulai pajak untuk daerah hingga negara. Hal itu membebani pengembang dan juga konsumen. (rin/jpnn/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 10:45

Jokowi Diminta Tunjuk Koordinator Pemindahan Ibu Kota

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ditargetkan terlaksana pada…

Jumat, 20 September 2019 09:57

NAH ..!! Produksi Batu Bara Kaltim Menurun

SAMARINDA—Jumlah produksi batu bara Kaltim mengalami penurunan dari Juni 2018…

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:44

Desa di Sepaku Bakal Diubah Jadi Kelurahan

JIKA pusat pemerintahan RI telah pindah ke Kaltim, desa di…

Kamis, 19 September 2019 11:44

Idealnya Pansus IKN Ada Wakil Kaltim

BALIKPAPAN-Pimpinan partai politik di Benua Etam ikut menyesalkan tak ada…

Kamis, 19 September 2019 11:42

KETAHUAN..!! Bakar Lahan untuk Ditanami Sawit

BERAU-Perburuan polisi terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:20

Nawawi Pomolango dan Rencananya Memberantas Korupsi setelah Jadi Pimpinan KPK

Desember nanti, Nawawi Pomolango mulai bekerja sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*