MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 23 Juni 2019 21:57
LAGI...Anak Tewas di Lubang Tambang, Pemerintah Dianggap Takut dengan Perusahaan
Korban anak tewas di lubang tambang Ahmad Setiawan 10 tahun ketika dimakamkan. (MYAMIN/PROKAL.CO)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Untuk kesekian kalinya, bekas lubang tambang kembali makan korban jiwa anak-anak. Ahmad Setiawan umur 10 tahun tewas di lubang bekas tambang batu bara yang berjarak sekitar 540 meter dari rumahnya di Jl Pangeran Suryanata Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (22/6/2019) lalu.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun dianggap tidak mementingkan keselamatan hidup anak-anak. Karena, tidak ada langkah tegas atau terobosan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa anak di lubang tambang dibiarkan perusahaan.

"Sejumlah kasus tewasnya anak di kolam bekas tambang. Sepertinya tidak penting bagi duet ini (Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi)," ujar Pradarma Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim, Minggu (23/6/2019).

Sejak Isran dan Hadi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur bulan Oktober 2018, Jatam mencatat sudah ada 6 anak tewas di kolam bekas tambang.

"Kalau kita ngomong, harusnya bagaimana ini (anak-anak tewas di bekas lubang tambang terus terjadi). Apa langkah Isran? Yang tegas mencegah ini. Kalau biasa-biasa katanya, lebih baik mundur dari jabatannya," ujar Rupang.

Lokasi tenggelamnya Ahmad Setiawan (10 tahun). (MYAMIN/PROKAL.CO)

Rupang mengatakan selama Isran menjabat Gubernur, belum sama sekali menjatuhkan sanksi tegas ke perusahaan tambang yang lokasi galiannya menjadi tempat anak tewas tenggelam.

"Bahkan, proses investigasi terhadap anak tenggelam, perusahaan tersebut tetap jalan operasi produksinya. Tidak dihentikan. Ada yang nggak beres dengan duet ini," kata Rupang.

Jatam menganggap Pemerintah Provinsi Kaltim takluk dengan perusahaan tambang. "Seolah takluk. Takut dengan perusahaan tambang. Kami sehingga menduga duga saja. Mereka seperti tersandera dengan kepentingan tambang," kata Rupang.

"Karena nggak ada sikap sikap tegasnya sikap sikap beraninya. Bahkan dalam pernyataan pernyataannya cenderung Isran Noor selalu menyalahkan keluarga korban. Yang tidak mengawasi anaknya," ujar Rupang.

Menurut Rupang, berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2014, Pemerintah Provinsi punya kewenangan mengawasi tata kelola tambang. , Pemerintah Provinsi punya kewenangan mengawasi tata kelola tambang.

"Mengawasi dan mencabut izin izin tambang yang bermasalah. Memberi sanksi bahkan. Tapi, pemerintah sepertinya enggan menggunakan kewenangannya," ujar Rupang.

Informasi dihimpun prokal.co, saat kejadian Ahmad Setiawan tewas mulanya bersama 6 kawannya pulang dari mengaji Al quran pada pukul 17.00. Namun, mereka tidak langsung pulang ke rumah. Tetapi bermain di lubang bekas tambang.

Usai bermain, semestinya 7 anak yang pulang dari mengaji Al Quran, hanya 6 anak yang pulang ke rumah masing-masing. 6 anak-anak tersebut tak memberitahukan bila korban tenggelam di lubang tambang.

Orang tua korban yang sadar anaknya tak pulang, meminta tolong para warga melakukan pencarian di lubang tambang. Akhirnya pukul 18.15, jasad korban tewas ditemukan.

"Nenek korban juga menemukan pakaian-pakaian almarhum di pinggir lokasi kejadian. Jarak lokasi lubang tambang dengan rumah korban 540 meter dan masuk konsesi PT IBP. Mereka (PT IBP) mengakui itu khususnya blok Pinang. Temuan Jatam, tidak ada plang atau tanda berbahaya wilayah yang dilarang masuk di lokasi kejadian ini," ujar Rupang. (mym)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 13:50

Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi…

Kamis, 21 November 2019 13:47
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Awal Tahun Draf RUU Rampung, Akhir Tahun Groundbreaking di IKN

JAKARTA– Pemerintah terus mempersiapkan aspek legal atau dasar hukum pemindahan…

Kamis, 21 November 2019 10:40

Segera Hapus TP4 Pusat - Daerah

JAKARTAs - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko…

Kamis, 21 November 2019 10:38

Kartu Pra Kerja Diberikan Per Kuota Daerah

JAKARTA– Pemerintah menyediakan kuota 2 juta untuk mengisi program kartu…

Kamis, 21 November 2019 10:29

Delapan Tahun Penantian Istri Umar Patek Menjadi WNI

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…

Rabu, 20 November 2019 13:18

Polda dan Polres Jadi Sasaran, Densus Tangkap Empat Orang Jaringan Bom Medan

Polrestabes Medan diserang kelompok teroris Rabu (13/11). Tak lama berselang,…

Rabu, 20 November 2019 10:17
Nasib Nestapa Stadion Palaran yang

Anggaran yang Ada Hanya Cukup untuk Bersih-Bersih

Dulu disayang. Kini “dibuang”. Mungkin jadi ungkapan yang pas menggambarkan…

Rabu, 20 November 2019 10:14

Mau Bahas IKN, Baleg DPR Kecewa dengan Pemprov Kaltim

BALIKPAPAN- Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke…

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*