MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22
Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif
HARUS BERSABAR: Umat muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Khair di Jalan Dokter Sutomo, Sidodadi, Samarinda, kemarin (21/6). Meski sebagian bangunan masjid terendam banjir, mereka tetap melaksanakan ibadah dan memanfaatkan sebagian ruangan yang tidak terendam. SAIPUL ANWAR/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga evaluasi penanganan yang sudah berjalan seolah tidak punya pangkal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin menuturkan, banjir tidak bisa ditangani sesegera mungkin. Mengingat, hasil verifikasi muasal bencana mengarah pada siklus rutin yang menimpa Samarinda. “Banjir di Samarinda itu ada siklusnya, dari lima hingga 25 tahun. Nah, banjir kali ini siklus 25 tahun itu dan masuk kategori banjir rob (kenaikan air sungai),” ucapnya selepas rapat integrasi penanganan banjir di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, kemarin (21/6).

Penanganan khusus yang holistik dari hulu ke ilir mutlak ditempuh guna antisipasi bencana serupa dikemudian hari. Debit air yang turun dari hulu, kata Sugeng, capai 625 meter kubik per detik. Sementara daya tampung saluran drainase maksimal 150 meter kubik per detik.

Mantan Asisten II bidang Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda itu tidak memungkiri jika reaksi penanganan ketika musibah terjadi, pemkot terkesan lamban. Namun ihwal ini, menurut dia, bisa jadi pelajaran agar tak terulang nantinya. “Mau gimana lagi, sudah terjadi. Sebaiknya fokus kerjakan untuk benahi agar tidak terulang,” sebutnya.

Mengawal implementasi rancangan tata ruang wilayah (RTRW) jadi solusi menekan kemungkinan bencana serupa terulang. Semisal memperkuat bangunan pengendali (bendali) air, memperkuat kolam retensi atau penampungan sementara air, hingga mengawal sedimentasi Sungai Karang Mumus (SKM) agar tidak menumpuk dan membuat dangkal anak Sungai Mahakam tersebut jadi langkah yang harus diefektifkan selanjutnya. “Enggak luput memasang pintu air di kawasan hilir agar air dari SKM ke (Sungai) Mahakam bisa dikendalikan,” ulasnya.

Tapi, sekali lagi, anggaran jadi tameng pemerintah soal banjir yang tidak kunjung usai. Menurut Sugeng, Samarinda punya dua permasalahan banjir. Banjir yang ajek terjadi saban hujan hingga banjir rob tersebut. “Kalau cuma pemkot enggak pernah cukup anggarannya. Perlu kolaborasi, pemkot, pemprov, dan pusat,” tegasnya. Wacana membangun kanal kolektif seperti DKI Jakarta. “Jika kemampuan fiskal dan teknis hingga topografi Samarinda memungkinkan ini bisa terealisasi ke depannya,” tutupnya. (*/ryu/ypl/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers