MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 22 Juni 2019 13:22
Gulirkan Wacana Bangun Kanal Kolektif
HARUS BERSABAR: Umat muslim melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Khair di Jalan Dokter Sutomo, Sidodadi, Samarinda, kemarin (21/6). Meski sebagian bangunan masjid terendam banjir, mereka tetap melaksanakan ibadah dan memanfaatkan sebagian ruangan yang tidak terendam. SAIPUL ANWAR/KP

PROKAL.CO, SAMARINDA–Integrasi penanganan banjir kembali ditempuh Pemkot Samarinda. Verifikasi penyebab hingga evaluasi penanganan yang sudah berjalan seolah tidak punya pangkal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin menuturkan, banjir tidak bisa ditangani sesegera mungkin. Mengingat, hasil verifikasi muasal bencana mengarah pada siklus rutin yang menimpa Samarinda. “Banjir di Samarinda itu ada siklusnya, dari lima hingga 25 tahun. Nah, banjir kali ini siklus 25 tahun itu dan masuk kategori banjir rob (kenaikan air sungai),” ucapnya selepas rapat integrasi penanganan banjir di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, kemarin (21/6).

Penanganan khusus yang holistik dari hulu ke ilir mutlak ditempuh guna antisipasi bencana serupa dikemudian hari. Debit air yang turun dari hulu, kata Sugeng, capai 625 meter kubik per detik. Sementara daya tampung saluran drainase maksimal 150 meter kubik per detik.

Mantan Asisten II bidang Pembangunan dan Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda itu tidak memungkiri jika reaksi penanganan ketika musibah terjadi, pemkot terkesan lamban. Namun ihwal ini, menurut dia, bisa jadi pelajaran agar tak terulang nantinya. “Mau gimana lagi, sudah terjadi. Sebaiknya fokus kerjakan untuk benahi agar tidak terulang,” sebutnya.

Mengawal implementasi rancangan tata ruang wilayah (RTRW) jadi solusi menekan kemungkinan bencana serupa terulang. Semisal memperkuat bangunan pengendali (bendali) air, memperkuat kolam retensi atau penampungan sementara air, hingga mengawal sedimentasi Sungai Karang Mumus (SKM) agar tidak menumpuk dan membuat dangkal anak Sungai Mahakam tersebut jadi langkah yang harus diefektifkan selanjutnya. “Enggak luput memasang pintu air di kawasan hilir agar air dari SKM ke (Sungai) Mahakam bisa dikendalikan,” ulasnya.

Tapi, sekali lagi, anggaran jadi tameng pemerintah soal banjir yang tidak kunjung usai. Menurut Sugeng, Samarinda punya dua permasalahan banjir. Banjir yang ajek terjadi saban hujan hingga banjir rob tersebut. “Kalau cuma pemkot enggak pernah cukup anggarannya. Perlu kolaborasi, pemkot, pemprov, dan pusat,” tegasnya. Wacana membangun kanal kolektif seperti DKI Jakarta. “Jika kemampuan fiskal dan teknis hingga topografi Samarinda memungkinkan ini bisa terealisasi ke depannya,” tutupnya. (*/ryu/ypl/k8)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 18:48

BNNK Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu asal Berau

PROKAL.CO, SAMARINDA - Tim Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Samarinda…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:34

Ancam Pakai Pisau Dapur, Ayah Tiri Ini Cabuli Gadis 17 Tahun

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sungguh tega dilakukan Wb (42), warga Jl…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:34

Gimana Ngga Tinggi Emisinya, Kendaraan Tak Layak Dibiarkan Jalan

  SAMARINDA - Gas buang dari kendaraan menjadi faktor utama…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:30

PARAH..!! Masih Remaja, Cewek Ini Sudah 25 Kali Mencuri

SAMARINDA – Masih berusia 15 tahun, seorang remaja berinisial FD…

Selasa, 22 Oktober 2019 11:28

Gara-Gara Ini, Status KLA Samarinda Tercoreng

Penghargaan demi penghargaan diperoleh Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA).…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:24

Dukung Perubahan Status IAIN Menjadi Universitas Islam Negeri

SAMARINDA. Dukungan penuh rencana perubahan status Institut Agama Islam Negeri…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:22

Terbuka dengan Aspirasi dan Saran

SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Siti Rizky Amalia mengaku bersyukur dengan…

Senin, 21 Oktober 2019 21:16

BLK Samarinda Gelar KKIN ke VII 2019 Tingkat Nasional

PROKAL.CO, SAMARINDA - Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda tahun ini…

Senin, 21 Oktober 2019 11:56

Nidya Gaungkan Pelestarian Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS), khususnya…

Senin, 21 Oktober 2019 11:55

PPU Tetap Aman dan Kondusif, Sigit: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SAMARINDA-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa hari jadi perhatian se-nasional. Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*